PURWASUKA–Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, memberikan kuliah umum di Unbrah, Padang, Sumatera Barat, Jumat 13 Januari 2023.
Kuliah umum di Unbrah, Padang, Sumatera Barat tersebut merupakan kunjungan kerja pertama Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo.
Dalam kuliah umum tersebut, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo membahas banyak hal. Satu diantaranya soal potensi agresi asing alias dari negara lain karena sumber daya alam (SDA).
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo megatakan, letak Indonesia yang berada di garis ekuator memiliki keunggulan kekayaan alam yang melimpah ruah baik di daratan maupun di lautan, dan Indonesia kaya akan sumber energi.
Selain itu besarnya jumlah penduduk dengan bonus demografi yang didapat serta siklus musim yang ideal menjadi potensi besar bangsa mengundang keinginan pihak lain untuk ikut masuk, dan bahkan ikut campur untuk menguasai kekayaan terutama sumber energi yang saat ini merupakan tantangan global.
“Kekayaan alam yang tidak tersentuh dan tidak terawat berpotensi diambil alih pihak lain,” kata dia dalam siaran pers yang diterima PURWASUKA di Bandung, Sabtu, 14 Januari 2023.
“Oleh karenanya sebagai generasi penerus bangsa harus selalu waspada terhadap hal tersebut. Jangan mudah terpengaruh terhadap budaya asing. Cintai Indonesia, kelola potensi sumber energi dengan benar dan jaga agar tidak diambil oleh negara lain. Indonesia adalah rumah kita yang selalu dan tetap kita jaga,” pinta dia.
Disamping itu, dalam kuliah umum tersebut ia pun memberikan penguatan wawasan kebangsaan dengan tema Peran Pemuda untuk Indonesia Sekarang dan Masa Datang.
Kemudian, ia pun tak lupa menyampaikan ihwal kunci sukses dalam menghadapi kondisi dunia yang serba tidak pasti.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Karawang Meningkat Sepanjang 2022, Dinas Bilang Begini
Ia mengajak para pemuda Indonesia untuk menjadi great player, bukan pemain lokal atau pemain cadangan, bukan konsumen tapi produsen.
“Bermimpi besarlah, great dreamer, karena dengan mimpi itulah lahir semangat dan sikap militan. Mimpi akan berkolerasi dengan kreatifitas, tapi jangan berhenti sebatas mimpi karena akan hidup dalam fatamorgana sebatas angan-angan,” kata dia.
“Selalu bersikap dan berlaku focus on (fokus pada) target, jangan melenceng dan berusaha maksimal. Kedepannya yang akan memenangkan persaingan adalah orang-orang yang spesial, karena itu jadilah profesional atau spesialis pada bidang tertentu,” sambung dia.
Tak kalah penting kata dia, tetap optimis. Sebagaimana pepatah yang mengatakan, tak ada yang mudah tetapi tak ada yang tak mungkin.
“Sumber daya sangat banyak, belajar bisa dimana saja. Tetapi memang tak ada yang mudah, karena itu sikap optimis harus dikembangkan. Selain itu action (beraksi), segeralah bertindak, jangan hanya omong saja. Negara ini butuh aksi nyata, bukan sekedar bicara dan retorika,” tegas dia.
Tak lupa dalam kuliah umum yang diikuti oleh mahasiswa kurang lebih 500 tersebut. Ia pun mengingatkan terkait Sumatera Barat, tempat lahirnya para pendiri bangsa Indonesia. Seperti Muhammad Hatta, Muhammad Yamin, H. Agus Salim dan yang lainnya.
Ditempat yang sama, Rektor Universitas Baiturrahmah Musliar Kasim dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat senang atas kedatangan Pangdam III/Siliwangi ke kampusnya dan diakuinya kunjungan ini sudah lama ditunggunya.
Ia mengatakan, Baiturrahmah ini Universitas yang kecil, hanya lebih kurang 1.800 mahasiswa dengan dosen 118 orang.
Namun dirinya sangat berharap perguruan Baiturrahmah akan menjadi Kampus besar seperti lainnya.***