PURWASUKA - Ketinggian air banjir yang melanda pemukiman di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang membuat warga mulai meninggalkan tempat pengungsian di bawah Fly Over Pamanukan pada Senin, 13 Februari 2023.
Secara berangsur warga mulai kembali ke rumahnya untuk membersihkan sisa-sisa banjir yang terjadi sejak pekan lalu. Namun demikian, masih ada lima keluarga yang bertahan, mengungsi di bawah jembatan layang.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Subang, Rahmat Effendi, menyampaikan kalau pihaknya memastikan untuk memenuhi kebutuhan para korban banjir di wilayah Pamanukan.
Banjir yang merendam pemukiman warga di Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan dan Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari itu terjadi sejak Sabtu malam (11/2).
Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang disusul dengan meluapnya saluran pembuang Sungai Cigadung.
Dia menyampaikan untuk memenuhi kebutuhan logistik, sejak Minggu (12/2), pihaknya telah memberikan 100 paket nasi bungkus, kue dan air mineral dari donatur untuk warga yang mengungsi.
Selain itu, Puskesmas Pamanukan juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pengungsi.
"Mudah-mudahan malam ini air mulai surut. Sehingga para pengungsi bisa kembali ke rumah masing masing," katanya melansir dari Antara.
Disebutkan, Pemerintah Kabupaten Subang telah bekerja terpadu dengan Dinas Sosial yang telah memberikan bantuan logistiknya dan BPBD yang telah melakukan supervisi serta terus memonitoring kondisi wilayah setempat.
Baca Juga: Ratusan Keluarga Terdampak Banjir di Pamanukan Subang, BPBD Pastikan Ini Terpenuhi
Untuk mengatasi banjir saat ini salah satunya ialah membuat embung-embung yang ada di Mulyasari Bobos dan Rancahilir.