Merujuk penjelasan Imam Fakhruddin ar-Razi dalam kitab Tafsir Mafatihul Ghaib, ayat ini Allah swt turunkan kepada Nabi Muhammad untuk menjawab pengakuan-pengakuan orang yang mengaku cinta kepada Allah namun enggan untuk mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad.
Misal, orang-orang Yahudi yang mengaku cinta kepada Allah, dan orang Nasrani yang mengakui bahwa pemuliaan mereka kepada al-Masih merupakan bukti cintanya kepada Allah.
Tidak hanya kepada Yahudi dan Nasrani saja, ayat ini juga diturunkan kepada semua orang-orang yang mengaku cinta kepada Allah swt, namun mereka tidak mengikuti semua yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, maka pengakuan cinta itu pada dasarnya merupakan pengakuan dusta yang tidak memiliki makna apa-apa.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Lantas, bagaimana cara agar kita bisa tergolong sebagai orang yang cinta kepada Allah?
Cara pertama adalah dengan mengikuti semua jejak langkah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad, dan ini bisa kita ikuti jika kita benar-benar tahu terhadap semua ajarannya, sikapnya, cara berdakwahnya, kesopanan dan keluhuran etikanya, serta semua teladan-teladan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad.
Salah satu cara untuk mengetahui semua itu adalah bisa kita temui dalam perayaan maulid nabi. Dalam perayaan tersebut, kita akan tahu betapa agung dan mulianya Nabi Muhammad. Ia merupakan sosok teladan terbaik yang pernah ada di dunia.
Ketika kita sudah tahu pada kemuliaan dan keluhuran nabi, maka akan tumbuh kecintaan kita kepadanya, sehingga kita akan mengikuti semua jejak langkahnya. Oleh karena itu, Sayyid Muhammad bin Umar al-Hadrami dalam kitab Hadaiqul Anwar wa Mathali’ul Asrar mengatakan bahwa mengadakan maulid nabi merupakan salah satu bukti kecintaan seorang umat kepada nabinya. Ia mengatakan:
Artinya: “Sungguh merayakan kelahiran Rasulullah merupakan bentuk pemuliaan dan pengagungan pada kedudukannya yang luhur, serta menjadi buktinya kecintaan manusia (umat Islam) kepada Nabi Muhammad.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Selain itu, dengan mengadakan maulid nabi atau menghadiri perayaan maulid, akan menjadikan kita semakin banyak bershalawat kepadanya. Sedangkan salah satu bukti cinta setiap orang adalah akan sering menyebut nama orang-orang yang mereka cinta.
Baca Juga: Bikin Haru, Ini Momen Sopir Taksi Online yang Sediakan Snack dan Obat Gratis bagi Penumpang
Dan orang-orang yang banyak bershalawat kepada nabi menunjukkan bahwa dalam dirinya terdapat cinta yang besar kepadanya. Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin mengatakan:
Artinya: “Siapa saja yang cinta pada sesuatu, maka dengan pasti ia akan memperbanyak menyebutnya dan menyebut hal-hal yang berkaitan dengannya.”
Inilah puncak kecintaan seorang umat. Umat Islam yang cinta kepada Nabi Muhammad akan menjadikan shalawat kepadanya sebagai satu-satunya ucapan yang paling sering keluar dari lisannya. Sebab, baginya tidak ada ucapan yang paling manis untuk disebutkan selain bershalawat kapada kekasihnya Nabi Muhammad.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Dari beberapa uraian materi khutbah Jumat ini, dapat disimpulkan bahwa merayakan maulid Nabi Muhammad atau menghadiri acara-acara maulid merupakan salah satu bukti kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad saw.
Dengan acara tersebut diharapkan bisa menjadi momentum untuk menjadikan nabi sebagai panutan dalam segala hal. Demikian khutbah perihal perayaan maulid nabi sebagai bukti cinta kepadanya yang akan membawa kita semakin mencintai Allah swt.
Semoga bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, dan digolongkan sebagai hamba yang istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amin ya rabbal alamin.***