PURWOKERTO.SUARA.COM - Simpang siuar wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak Bersubsidi (BBM) akhirnya terjawab.
Siang ini pemerintah remsi menaikan Harga BBM subsidi dan nonsubsidi. Pengumuman harga baru BBM ini berlaku mulai pukul 14.30 WIB.
Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000/liter. Kemudian harga solar subsidi naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800/liter. Pertamax juga ikut naik hari ini dari Rp 12.500 jadi Rp 14.500/liter.
Pemerintah kenaikan harga BBM tersebut mempertimbangkan naiknya harga minyak dunia dan kenaikan subsidi energi yang terus meningkat.
Dikutip Antara, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa harga BBM bersubsidi dipastikan naik.
Menurut Luhut, pemerintah nantinya akan meminimalisir dampak dari kenaikan harga BBM di masyarakat, satu di antaranya dengan skema bantuan sosial seperti BLT.
"Kita bakal menyiapkan semuanya seperti BLT, bagaimana memberikannya. Jadi nanti begitu mau diumumkan, udah dibagikan (BLT)," kata Luhut.
Luhut mengakui kenaikkan harga BBM akan berdampak pada harga komoditas lain, namun itu lebih baik ketimbang tidak menaikkan harga BBM.
"Ini menimbulkan masalah, yes. Sementara memang dalam periode waktu tertentu akan timbul rasa sakit. Tapi setelah beberapa bulan tidak akan lagi sama," ungkapnya.
Baca Juga: Jokowi Umumkan Kenaikan Harga BBM, Pertalite Jadi Rp 10 Ribu Solar Rp 6.800
Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan perhitungan dengan baik, sehingga kebijakan menaikkan harga BBM adalah opsi terbaik dibanding menahan harga BBM diharga semula.
Data Pemerintah anggaran subsidi dalam Perpres 98 Tahun 2022 sudah naik tiga kali lipat dalam bentuk subsidi BBM dan LPG, yang tadinya Rp 77,5 triliun menjadi Rp 149,4 triliun namun semuanya dirasa tidak mencukupi.* (ANIK AS)