Roberth lagi-lagi menyangkal dengan memberikan informasi bahwa hanya ada satu pintu keluar di ruang rapat.
"Nggak ada pintu lain lagi bu, satu pintu saja," kata Roberth yang disusul kembali dengan tawa.
"Oh saya pikir ada, berarti hanya, sebetulnya sebaiknya dua tapi oke lah. Mungkin kita, kita anu aja dulu, kita jalan dulu aja. Nanti kalau ada lagi, sembunyi lagi (di bawah meja). Terima kasih," jawab Dwikorita.
Imbauan untuk keluar meninggalkan ruangan kali ini didengarkan Roberth. Ia memutuskan melakukan skors rapat, namun masih tetap cengengesan. (Irumacezza)