Kisah Aipda Agus Miswanto, Anggota Polres Purbalingga yang Dirikan Pondok Pesantren untuk Semua Usia

Purwokerto

Selasa, 08 Agustus 2023 | 18:53 WIB
Kisah Aipda Agus Miswanto, Anggota Polres Purbalingga yang Dirikan Pondok Pesantren untuk Semua Usia
Aipda Agus Miswanto mengajar anak-anak mengaji di musalanya, Senin 7 Agustus 2023. (Dokumentasi Polres Purbalingga)

PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Komarudin duduk bersila selepas salat isya Kamis malam, 3 Agustus 2023 yang lalu. Ia dan bapak-bapak yang lain tak langsung pulang setelah salat karena hendak belajar membaca Alquran dalam jamaah pengajian yang diasuh Aipda Agus Miswanto, anggota Polres Purbalingga pendiri Pondok Pesantren Daruttaqwa, Desa Brobot, Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga.

Komarudin memang bukan anak-anak lagi. Namun masa anak-anaknya ia lewatkan tanpa belajar membaca Alquran sehingga hingga dewasa ia belum juga lancar membaca Alquran.

Ia bersyukur di lingkungan tempat tinggalnya di Desa Brobot, ada Aipda Agus yang berinisiatif mengadakan aktivitas belajar membaca Alquran untuk wsrga lansia. Ia dan bapak-bapak lain mendapat jadwal mengaji tiap malam Jumat.

Sejak pengajian dibuka, ia hampir tidak pernah absen mengikuti majelis ngaji bersama warga lain. Selain belajar membaca Alquran, jamaah pengajian ini juga berimbas positif bagi peningkatan rasa kebersamaan dan guyub rukun antar-warga.

"Sangat bersyukur, dengan kegiatan yang dilakukan oleh Mas Agus ini. Dulunya yang sini jarang ada kegiatan ngaji, sekarang setiap sore selalu ramai ngaji," katanya.

Warga lain, Hartinah, juga bersyukur karena di usianya yang sudah senja, masih bisa belajar membaca Alquran di majelis Pondok Pesantren Daruttaqwa. Ia juga mengaku dulu tidak belajar membaca huruf hijaiyah dengan baik sehingga kini terbata-bata saat membaca Alquran.

"Belajar baca Alqurannya telat, masih nggrandet-nggrandet. Tapi tetap semangat ngaji bersama Mas Agus. Sekarang sudah tua, paling sekarang tinggal ibadah, semoga yang mengajarkan mendapatkan pahala dari Allah," ujarnya.

Di Polres Purbalingga Aipda Agus Miswanto bekerja di Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Purbalingga. Tugasnya antara lain mengurus berkas pengurusan pensiun, pembinaan kerohanian dan mental serta mediasi permasalah rumah tangga para anggota Polres Purbalingga.

Ia mulai beraktivitas di musala yang dibangun ayahnya setelah pulang kerja. Jarak rumah ke kantor ditempuh dalam 10 menit.

baca juga

Sepulang dari kantor, biasanya di musala depan rumahnya sudah menanti beberapa anak dan orangtua. Mereka menunggu Agus untuk salat ashar berjamaah. 

Dalam kondisi masih berseragam polisi, Agus datang ke musala dengan mengenakan peci. Setelah mengambil air wudlu, dia lalu memimpin jamaah salat asar. 

Usai salat, dia mulai mengajari anak-anak membaca huruf hijaiyah dan hafalan surat pendek serta doa sehari-hari. Setelah anak-anak selesai giliran ibu-ibu di sekitar rumahnya yang belajar mengaji hingga menjelang maghrib. 

Agus mengajar baca Alquran menggunakan Yanbua, salah satu metode membaca huruf hijaiyah untuk anak-anak.

"Beginilah keseharian saya sepulang kerja, setelah pulang dari bertugas di Polres Purbalingga, di rumah mengajar ngaji," katanya, Senin (7/8/2023).

Aipda Agus Miswanto menjadi anggota Polri pada tahun 2003. Pria kelahiran Purbalingga, 30 Agustus 1984 ini menikah dengan Rahayu Murfisari yang berprofesi sebagai bidan. 

Agus saat ini menjabat sebagai PS Kepala Urusan Watpers Bagian SDM Polres Purbalingga. Selain sebagai anggota Polri, Aipda Agus Miswanto juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Daruttaqwa yang berada di kompleks rumahnya. 

Baginya, mengajarkan ilmu agama adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa, negara, agama dan gurunya. Menurutnya, setelah mendapat ilmu dari guru-gurunya, ia harus mengajarkan sehingga ilmu itu bermanfaat.

Agus belajar ilmu agama dari beberapa ulama, antara lain almarhum KH Arifin Ilham di Gunung Sindur, KH Umar Kedungparuk Purwokerto, Kiai Khotibul Umam Sirandu dan Kyai Ibrahim Kalimanah Purbalingga.

Keinginannya mengajar ngaji tumbuh pada 2016 silam. Di lingkungan sekitarnya tidak ada kegiatan mengaji dan keagaman rutin. 

Musala sekitar juga sepi dari kegiatan mengaji. Dengan bekal ilmu agama yang dimiliki, Agus lalu membuka majelis baca Alquran di musala itu. 

Dia ingin agar anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya menjadi anak yang salih dan salihah. Awalnya jamaah yang mengaji paling banyak 10 orang. Namun dia tetap konsisten mengajari anak-anak dan orang tua membaca Alquran.

Jumlah jamaah semakin banyak dan musala tempatnya mengajar tak cukup menampung jamaah. Pada 2022 orang tuanya mewakafkan tanah dan dibangunlah masjid kecil di sebelah rumahnya. 

Di situlah dia melanjutkan mengajar ilmu agama. Pada tahun itu juga, dia membuat yayasan dan mendirikan Pondok Pesantren Daruttaqwa. Di sebelah musala juga sudah ada rumah dengan sejumlah kamar untuk santri mukim.

"Sebagian santri dari lingkungan sekitar. Tapi juga ada dari desa lain dan mukim di sini," katanya.

Tadinya ia mengajar mengaji sendiri, namun sekarang sudah dibantu oleh tiga ustadzah dan seorang hafidz. Santri pun semakin banyak.

Kegiatan di pesantren ini antara lain belajar baca tulis Alquran untuk anak-anak setiap hari. Untuk ibu-ibu setiap Senin, Kamis dan Sabtu. Sedangkan untuk bapak-bapak setiap malam Jumat selepas Isya.

Dari sebagian santri, ada beberapa yang yatim piatu dan difabel. Menurutnya, mereka yang punya kekurangan harus disemangati. 

Mereka harus mendapatkan bekal agama dan baca Alquran. Tidak hanya itu, yayasan juga menyekolahkan gratis untuk santri dari yatim piatu.

"Harus bisa membagi waktu dengan baik. Tugas menjadi polisi dan ngajar ngaji sama-sama penting. Sama-sama mengabdi dan ibadah, untuk bangsa, negara dan agama," katanya.

Adapun visi misi Pondok Pesantren Daruttaqwa yaitu membentuk generasi yang qurani, siap menghadapi tantangan zaman dengan cinta bangsa dan negara dan berakhlak karimah. 

Sebab, menurutnya, di era globalisasi saat ini, setiap orang sangat mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif terutama melalui media sosial. Karena itu anak-anak harus dibekali dan dibentengi dengan ilmu agama dan rasa nasionalisme. 

Dengan mengaji, mereka bisa mengurangi interaksi dengan gawai yang kurang bermanfaat. Mereka juga diajarkan akhlak dan berbakti kepada orang tua sehingga setinggi apapun ilmu mereka kelak, akan lebih bermanfaat dan berkah. 

Kegiatan lain di pesantren asuhan Aipda Agus Miswanto ada bakti sosial seperti pengobatan ala Rosululloh bekam setiap Minggu Pon, wirausaha warung santri yang mana manajemennya dikelola dari, oleh dan untuk santri, juga ziarah ke makam pahlawan dan ulama menanamkan rasa cinta terhadap pejuang dan Tanah Air.

Dia berharap, ke depan pondok pesantren yang tengah ia rintis bisa semakin baik, maju, berkembang dan berkah. Karena itu dia meminta doa restu dari seluruh masyarakat, Kapolri, Kapolda, Kapolres dan seluruh insan Polri di Indonesia agar dia bisa istikomah menjalani perannya sebagai anggota Polri sekaligus pengasuh pondok pesantren.

Apa yang dilakukannya bukan untuk mencari simpati dan apresiasi dari orang lain. Namun semata-mata karena mengharap restu dari para guru yang telah memberinya ilmu agar ilmu itu bermanfaat bagi orang lain serta rida dari Allah sebagai ladang ibadah. Selain itu, apa yang dilakukannya merupakan panggilan hati sesuai dengan harapan Kapolri bahwa anggota Polri sebagai contoh yang baik di masyarakat. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Santri Ponpes Minthol Purbalingga Mendunia, Sabet Perunggu di Kontes Robot Internasional IYRC

Santri Ponpes Minthol Purbalingga Mendunia, Sabet Perunggu di Kontes Robot Internasional IYRC

Purwokerto | Selasa, 08 Agustus 2023 | 04:47 WIB

Satu Anggota Polres Purbalingga Diberhentikan Tidak dengan Hormat

Satu Anggota Polres Purbalingga Diberhentikan Tidak dengan Hormat

Purwokerto | Selasa, 08 Agustus 2023 | 13:43 WIB

Putra Mahkota Siap Mengemban Tahta Purbalingga

Putra Mahkota Siap Mengemban Tahta Purbalingga

Purwokerto | Senin, 07 Agustus 2023 | 21:24 WIB

Asih Trianawati Sulap Daun Strawberry Jadi Peluang Usaha

Asih Trianawati Sulap Daun Strawberry Jadi Peluang Usaha

Purwokerto | Senin, 07 Agustus 2023 | 18:11 WIB

Perolehan Medali Emas Porprov Jateng 2023: Purbalingga Menempati Posisi di Bawah Banyumas dan Banjarnegara

Perolehan Medali Emas Porprov Jateng 2023: Purbalingga Menempati Posisi di Bawah Banyumas dan Banjarnegara

Purwokerto | Senin, 07 Agustus 2023 | 14:12 WIB

Terkini

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:53 WIB

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

×