Duo Perempuan Minang tak Kalah Hebat dari Kartini dalam Urusan Emansipasi

Ranah

Kamis, 21 April 2022 | 12:35 WIB
Duo Perempuan Minang tak Kalah Hebat dari Kartini dalam Urusan Emansipasi
Foto: Ist

Roehana Koeddoes (ejaan lama) - Ruhana Kudus (ejaan baru) dengan nama Siti Roehana, lahir pada 20 Desember 1884 di Kotogadang, anak seorang jaksa Mohamad Rasjad, sebapak dengan Sutan Sjarir. 

Ia menyuarakan ketidakadilan pada perempuan di Minangkabau terutama yang dirasakannya di Kotogadang melalui surat kabar (koran). Gagasan dan pesan yang dia sampaikan bermuara pada perjuangan persamaan.

Ruhana merasa, menyampaikan buah pikirannya tentang perempuan tidak cukup hanya dengan mengajar kepada murid-muridnya di Sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS), tapi lebih tepat melalui medium koran.

Terlebih, koran-koran yang beredar di masa itu, lebih banyak memuat perempuan yang teraniaya. Hal yang membuat Ruhana semakin pilu bercampur geram.

“Menulis… ya… menulis, dengan menulis di surat kabar dia bisa berbuat banyak. Bisa mengamalkan ilmunya dan mengabarkan bahwa perempuan juga bisa berbuat sesuatu untuk membela nasibnya agar lebih baik, bangkit dari keterpurakan yang menyedihkan,” tulis Fitriyanti, dalam buku Roehana Koeddoes: Perempuan Sumatera Barat.

Tulisan Ruhana yang beredar melalui Sunting Melayu cukup kritis untuk tidak mengatakan keras. Dia menyinggung soal sistem Matriakat di Minangkabau, Ruhana berpandangan, sistem matriakat secara warisan mungkin baik, tapi dari segi kasih sayang hendaknya tidak boleh ada diskriminasi.

Sebagai perempuan yang terlahir dari kungkungan adat yang masih kaku, Ruhana nyatanya berpikir terbuka. Tidak primordial. Bukan hanya Minangkabau, untuk isu perempuan, Ruhana juga berbicara nasib perempuan di Jawa, bagaimana perempuan diperlakukan buruk di perkebunan Deli.

Bahkan, melalui bacaannya yang luas, Ruhana juga menyoroti kondisi perempuan di Hindustan dan belahan dunia ketiga lainnya.

Mari simak buah pikiran Ruhana dengan mengutip Sunting Melayu, 23 Mei 1913. Tulisan dengan judul Setia Gerakan Perempuan di Zaman Ini, Ruhana melihat perempuan jauh terbelakang dari laki-laki bila dilihat dari gerakan-gerakan seperti pendirian organisasi atau perkumpulan.

Dia mendorong kaum perempuan untuk berani minta pembelaan atau pun mendirikan perkumpulan agar terlepas dari kegelapan. Dia cukup merasa bangga, karena di Minangkabau masa itu, sudah muncul beberapa perserikatan.

Di akhir tulisan itu, Ruhana mengingatkan bangsa Melayu untuk terus belajar untuk kemajuan dan keselamatan negeri, bangsa dan tanah air.

Emansipasi wanita yang lebih kongkret di Minangkabau juga ditunjukan Rahma el Yunusiah pada tahun 1923. Wanita kelahiran Padang Panjang tahun 1900 ini, mendirikan Diniyah School Putri, sekolah khusus perempuan.

Sekolah tersebut masih berdiri tegak hingga sekarang. Alumninya tak hanya berasal dari Nusantara, tapi juga Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Siti Fatimah mengatakan, kepedulian Rahma terhadap pendidikan bagi perempuan, tak terlepas dari kebijakan Diniyah School, sekolah yang didirikan kakaknya Zaenuddin Labay. Di sekolah tersebut, siswi perempuan kurang diberi keterbukaan segala hal menyangkut keperempuan.

“Beberapa murid Rahma menjadi wanita berpengaruh dan terlibat dalam kemerdekaan Malaysia,” tukas Siti Fatimah.

Dia menambahkan, Rahma memutuskan bercerai dengan suaminya untuk fokus berjuang demi pendidikan perempuan. Berbeda dengan Kartini yang menyerah pada nasibnya jadi istri kesekian, walau hatinya tak menerima.

Antara Kartini dan duo Minang diatas, jelas menapaki emansipasi wanita yang berbeda. Hal ini tak luput dari pengaruh lingkungan dan budaya sekitar.

Duo Minang hidup dalam alam Minangkabau yang berciri dinamis, demokratis, terbuka, egaliter, dan bertauhid. Sementara Kartini tumbuh dalam lingkungan yang feodal, involutif, dan sinkretik. Akan tetapi, semuanya sama-sama tumbuh di era kolonial, zaman yang penuh tekanan.

“Kartini tumbuh dalam alam feodal dan kolonial, sehingga perjuangannya terlalu berat. Sementara Ruhana, Rahma, tumbuh dan hidup di alam demokratis. Tapi fakta perjuangan mereka lebih bagus dan jelas,” terang Siti Fatimah.

Sebab itu, sambung Fatimah, pemikiran dan gagasan-gagasan Kartini tentang perempuan, harus dituangkan kedalam surat karena tekanan lingkungan sekitar.“Untuk melihat peran masing-masing, kita harus membaca inner reality, yang hanya bisa dibaca dengan kajian metodologis yang agak tinggi,” jelasnya.

Menurut Siti Fatimah, sejarah yang benar tak boleh menghakimi, tapi harus menginterpretasikan dari fakta yang ada. “Melihat sosok Kartini itu harus secara mendalam. Harusnya banyak lagi digali tokoh-tokoh perempuan yang masih banyak sebetulnya berbuat untuk mengangkat derajat perempuan,” tuturnya.

Hari Kartini perlu ditinjau ulang, bukan harga mati,” katanya.

Mengkultuskan Kartini dengan beragam perayaaan hari ini, bisa mengarah pada pengebirian perjuangan perempuan yang se-zaman dengannya. Duo Minang hanya contoh dari segelintir perempuan yang berjuang untuk emansipasi di masa itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perempuan Harus Terus Membuktikan Diri: Tanda Emansipasi Setengah Jalan?

Perempuan Harus Terus Membuktikan Diri: Tanda Emansipasi Setengah Jalan?

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:20 WIB

Dorong Pemberdayaan Perempuan, Pegadaian Dukung Kartini Race 2026: Tonggak Baru Motorsport Indonesia

Dorong Pemberdayaan Perempuan, Pegadaian Dukung Kartini Race 2026: Tonggak Baru Motorsport Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:21 WIB

Dari Karya hingga Kolaborasi, Srikandi Vol. 2 Rayakan Peran Perempuan di Industri Kreatif

Dari Karya hingga Kolaborasi, Srikandi Vol. 2 Rayakan Peran Perempuan di Industri Kreatif

Lifestyle | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:46 WIB

Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita

Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 21:38 WIB

Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April

Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April

Your Say | Jum'at, 24 April 2026 | 19:05 WIB

Ratusan Perempuan Berkebaya Meriahkan Jalanan Bandung Bersama Repsol Lubricants

Ratusan Perempuan Berkebaya Meriahkan Jalanan Bandung Bersama Repsol Lubricants

Otomotif | Jum'at, 24 April 2026 | 14:14 WIB

Memahami Kembali Perjuangan Kartini: Saat Emansipasi Mulai Disalahpahami

Memahami Kembali Perjuangan Kartini: Saat Emansipasi Mulai Disalahpahami

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Perjuangan 75 Kartini Penjelajah Pakai Kebaya, Kibarkan Merah Putih Raksasa di Puncak Gunung

Perjuangan 75 Kartini Penjelajah Pakai Kebaya, Kibarkan Merah Putih Raksasa di Puncak Gunung

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 18:55 WIB

Perempuan Dominasi Posisi Strategis di BRI, Bukti Nyata Kesetaraan di Sektor Perbankan

Perempuan Dominasi Posisi Strategis di BRI, Bukti Nyata Kesetaraan di Sektor Perbankan

Bri | Rabu, 22 April 2026 | 15:06 WIB

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:57 WIB

Terkini

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:28 WIB

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:26 WIB

Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:25 WIB

Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun

Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:24 WIB

Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru

Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:17 WIB

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB

Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review

Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB

Sibuk Bolak-Balik Jakarta-Bali, Ini Standar Hunian Nyaman dan Fungsional Versi Christian Sugiono

Sibuk Bolak-Balik Jakarta-Bali, Ini Standar Hunian Nyaman dan Fungsional Versi Christian Sugiono

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:11 WIB

Praktis Dibawa Berpergian! 4 Brightening Cleansing Wipes Buat Wajah Cerah

Praktis Dibawa Berpergian! 4 Brightening Cleansing Wipes Buat Wajah Cerah

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:10 WIB

Tanpa Pelantikan, Prabowo Resmi Angkat Kuntadi sebagai Jampidsus

Tanpa Pelantikan, Prabowo Resmi Angkat Kuntadi sebagai Jampidsus

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:08 WIB

×