Silaturahim yang dilakoni Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Yogyakarta, mendapat tanggapan dari pengamat politik Rocky Gerung.
Rocky mengatakan, jika publik melihat fenomena silaturahmi Jokowi dan Prabowo menunjukkan kemesraannya menuju Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
Pasalnya, keduanya didukung oleh JakPro yang menginginkan Jokowi masih berada dilingkaran kepresidenan walaupun kastanya turun satu baris menjadi Wakil Presiden dari Calon Presiden Prabowo Subianto.
Rocky Gerung menilai apa yang dilihat publik dengan tawa karena tidak adanya korelasi silaturahmi Jokowi dan Prabowo dengan Pilpres 2024.
“Ini sudah nggak jelas ini usulan itu. Usulan dari Projo atau dari mana pun bahwa Prabowo dan Jokowi dipasangkan atau tukar tempat,” kata Rocky Gerung di akun YouTube pribadinya, Rocky Gerung Official, dikutip dari Hops.id - jaringan Suara.com, Rabu (4/5/2022).
“Kalau tuker tempat mestinya Pak Prabowo Presiden dan Pak Jokowi Menteri Pertahanan kan begitu. Atau Pak Jokowi jadi Menteri Agama atau Menteri Sosial, itu lebih masuk akal,” katanya lagi.
Pria lulusan Universitas Indonesia (UI) tersebut melihat Prabowo sebagai Calon Presiden di 2024 agar bisa melakukan pembenahan arah politik dan pilihan alternatif masyarakat di Pilpres.
Rocky juga melihat arah politik Pilpres dengan mesranya Jokowi dan Prabowo sebagai pembatal perjanjian dengan Ketua Umum Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati dan mantan Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) yakni memasangkan Prabowo dan Puan Maharani di 2024.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana menerima kedatangan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan putranya, Didit Hediprasetyo, di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta, hari pertama lebaran.
“Pagi siang hari ini saya ketamuan Pak Prabowo dan Mas Didit dalam rangka silaturahmi di hari yang fitri ini, di hari raya Idulfitri ini,” ujar Presiden dalam keterangannya selepas pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo berbincang-bincang beragam hal yang ringan, tidak ada obrolan tentang politik maupun ekonomi. Menurut Presiden, hal terpenting dari pertemuan tersebut adalah silaturahmi dan saling bermaafan.
“Tadi kami banyak berbincang-bincang tetapi hal-hal yang ringan-ringan. Bukan baik politik ndak, ekonomi juga ndak, ringan-ringan semua yang kita bicarakan. Saya rasa yang paling penting sudah saling silaturahmi, dan juga saling bermaafan. Yang paling penting itu,” imbuhnya.
Sementara itu, Menhan Prabowo mengaku mendapatkan kehormatan besar bisa diterima oleh Presiden Jokowi dan keluarga pada hari Idulfitri ini. Menurutnya, sudah menjadi tradisi saat hari pertama Lebaran untuk bersilaturahmi dengan pemimpin.
“Pada hari Idulfitri memang sudah tradisi kami hari pertama kita silaturahmi kepada pemimpin kita, kepada Presiden kita, dan saya mendapatkan kehormatan diterima pagi hari ini. Juga tadi Ibu Iriana, kemudian Mas Kaesang menerima kami, saya dan Mas Didit, kemudian kita berbincang-bincang secara ringan. Kita sama-sama cocok tinggal di Bogor,” ungkap Menhan Prabowo, sebagaimana dicuplik dari Setkab.go.id.
Tak hanya berbincang-bincang, pada momen tersebut Kepala Negara juga mengajak Menhan Prabowo menyantap hidangan khas Lebaran, salah satunya adalah opor. Menhan Prabowo menambahkan, dirinya turut menyantap menu lain, yaitu bakso dan tempe bacem.
“Saya tadi makan bakso dan tempe bacem, opor, ada dua macam opornya tadi. Saya rasa itu, terima kasih Bapak Presiden berkenan menerima kami, kehormatan besar, dan kami optimistis menghadapi tahun yang akan datang ini,” tandasnya.