RanahSuara.id - Penyanyi Justin Bieber membatalkan beberapa konsernya. Justin Bieber mengumumkan bahwa dirinya didiagnosis sindrom ramsay hunt.
Hal itu diumumkan Justin Bieber melalui postingan di Instagram pribadinya @justinbieber.
Ia mengungkapkan bahwa sindrom ramsay hunt tersebut mengakibatkan kelumpuhan di sebagian wajahnya.
Sindrom tersebut memengaruhi saraf di telinga dan wajah. Sehingga, separuh wajah Justin Bieber kini alami kelumpuhan.
"Saya nggak bisa tersenyum di sisi wajah saya ini. Lubang hidung ini juga nggak bisa bergerak. Jadi ada kelumpuhan total di sisi wajah saya ini," ujar Justin Bieber dikutip dari suara.com, Sabtu (11/6/2022).
Dengan kondisi seperti itu, tak mungkin jika Justin Bieber tetap melanjutkan rangkaian tur dunianya.
Pihak manajemen lantas memutuskan untuk menunda beberapa konser hingga keadaan kembali membaik.
"Ini cuma soal waktu. Kita nggak tau berapa lama lagi," ucapnya.
Sebelum ini, Justin Bieber lebih dulu mengumumkan kalau kondisinya lagi sakit sehingga membatalkan beberapa konser.
Suami Hailey Bieber ini seharusnya tampil di Scotiabank Arena Toronto selama dua malam berturut-turut pada 7 dan 8 Juni. Kemudian aksnya dilanjutkan di Washington DC dan New York.
Ketika itu, Justin Bieber tak menjelaskan secara detail tentang sakitnya.
"Saya tidak percaya harus mengatakan ini. Saya telah melakukan segala hal untuk menyembuhkan sakit saya, namun sakitku malah semakin parah," bebernya.
Sementara itu mengutip Insider, Sabtu (11/6/2022) sindrom ramsay hunt adalah kondisi kelumpuhan wajah sebagai gejala khas dari infeksi virus varicella zoster yang menginfeksi wajah.
Nama lain dari sindrom ini disebut juga sebagai zoster geniculate, herpes zoster oticus, dan herpes geniculate ganglionitis.
Virus ini juga dikaitkan dengan kejadian cacar air pada manusia, tapi bisa juga disebabkan herpes zoster yaitu reaktivasi virus atau virus kembali aktif setelah seseorang sembuh dari cacar air.
Untuk mengurangi infeksi ini, sebagian besar anak-anak sudah divaksinasi rutin cacar air, sudah tersedia di AS sejak 1995.
Kondisi ini menyebabkan munculnya ruam kulit yang terasa sakit di sekitar telinga, wajah, atau mulut.
Sindrom ramsay hunt juga bisa menyebabkan gangguan pendengaran, telinga berdenging, dan rasa menyakitkan di dekat telinga. Sindrom ini terjadi pada 5 dari 100 ribu orang di AS per tahun.
Dalam beberapa kondisi tertentu, kelumpuhan ini bisa permanen, tapi beberapa gejala bisa sembuh dengan beberapa obat-obatan seperti antivirus maupun kortikosteroid.
Namun dengan pengobatan lebih awal dan cepat, bisa mengurangi risiko komplikasi seperti lemahnya otot wajah dan hilangnya pendengaran secara permanen.