SUARA SEMARANG -- Masyarakat baru-baru ini digegerkan oleh penemuan mayat terbungkus plastik hitam di kolong Tol Becakayu, Bekasi. Jasad yang diketahui bernama Ade Yunia Rizabani atau Icha merupakan korban pembunuhan.
Tak lama kemudian, masyarakat makin dibikin bergidik dengan beredarnya rekaman CCTV yang merekam pelaku pembunuhan tersebut.
Dalam rekaman CCTV tersebut tampak pelaku mendorong troli masuk ke dalam lift di sebuah apartemen di wilayah Jakarta Timur. Di troli tersebut terdapat sejumlah barang, di antaranya plastik yang berisi jasad korban.
Alih-alih menunjukkan gestur panik, pelaku justru terlihat santai. Bahkan sempat senyum-senyum dan menyapa orang lain saat berada di dalam lift.
Pelaku pembunuhan tersebut telah ditangkap oleh polisi. Pelaku bernama Christian Rudolf Tobing.
Dikutip dari Suara.com, polisi menyebut pelaku berprofesi sebagai terapis anak berkebutuhan khusus. Bahkan, Rudolf pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat.
"Kerjaan tersangka ini sekarang adalah salah satu terapis untuk anak berkebutuhan khusus," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Jumat (21/10/2022).
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Indriwienny Panjiyoga menuturkan, Rudolf bersekolah di Amerika Serikat pada tahun 2004. Kemudian melanjutkan kuliah di salah satu universitas di sana. Namun pada tahun 2006, ia dideportasi karena melanggar aturan visa.
Gagal menuntaskan pendidikannya di Amerika, Rudolf melanjutkan ke Sekolah Tinggi Teologi di Jakarta Pusat. Kemudian dia menjadi pelayan hingga pendeta di salah satu gereja di Bogor, Jawa Barat.
"Berdasarkan keterangan pelaku, dia pernah menjadi pendeta muda di salah satu gereja di Bogor," kata Panji.
Banyak warganet yang geram dengan Christian Rudolf Tobing. Akun Instagram Christian Rudolf Tobing pun langsung diserang oleh warganet.
Christian Rudolf Tobing diketahui memiliki akun Instagram bernama @rudolftobing_. Akun Christian Rudolf Tobing tersebut diserang beragam komentar dan hujatan dari warganet.