SUARA SEMARANG - Kasus rasisme terjadi di Liga Korea Selatan melibatkan pemain local pride ke atlet Asia Tenggara, Asnawi Mangkualam bicara ke media setempat.
Pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia Asnawi Mangkualam turut soroti rasisme yang terjadi di Liga Korea Selatan.
Asnawi Mangkualam yang membela Jeonnam Dragons di K League 2, tak habis pikir soal kasus rasisme yang terjadi kepada pemain asal Asia Tenggara.
Asnawi Mangkualam juga baru mengetahui ada rasisme dari pemain lokal K League kepada pemain Asia Tenggara asal Thailand.
Atlet asal Thailand yang mendapat rasisme yakni Sasalak Haiprakhon, pemain yang bermain Jeonbuk Hyundai di K League 1, Asnawi Mangkualam buka suara.
Media Korea Selatan Newsis, mewartakan adanya kontroversi rasisme mela di Liga Korea Selatan ke pemain Asia Tenggara, yakni Sasalak Haiprakhon.
Newsis merinci pemain Ulsan Hyundai dari atlet Sepak Bola profesional K League 1, menyebut warna kulit pemain dari Asia Tenggara sebagai lelucon.
Disebutkan bila kekhawatiran diskriminasi rasial meluas di K-League.
Namun demikian ada pemain Asia Tenggara yang bermain di lapangan diperlakukan sebagai sesuatu yang berharga.
Newsis melanjutkan, Komite Penghargaan dan Hukuman Liga Sepak Bola Profesional Korea (KFA) mengadakan pertemuan di Aula Sepak Bola di Sinmun-ro, Jongno-gu, pada 22 Juni lalu.
Hasil pertemuan itu KFA memberi skorsing satu pertandingan dan denda 15 juta won pada Park Yong-woo , Lee Myeong-jae, dan Lee Kyu-seong dari Ulsan.
Di mana mereka yang menyatakan pernyataan rasis dalam sebuah perbincangan di media sosial.
Klub Ulsan yang kini sedang memuncaki klasemen sementara K League 1 juga didenda 30 juta won atas pernyataan rasis, manajer tim dan tanggung jawab untuk mengelola tim.
Dalam proses mengolok-olok warna kulit gelap Lee Myung-jae, para pemain menyebut Asia Tenggara dan menyebut nama asli Sasalak Hyfrakorn, pemain Thailand yang bermain untuk Jeonbuk Hyundai di K-League 1.
Namun demikian, ada reaksi dari para pemain Asia Tenggara di K-League yang diperlakukan layak di Korea Selatan tanpa rasisme.