SUARA SEMARANG - Menjalani profesi sebagai Sales Promotion Girl (SPG) merupakan pekerjaan yang banyak dijalani di kota besar khususnya, meskipun punya sisi gelap.
Memang banyak sisi gelap yang dialami SPG, meski demikian peran mereka sangat penting bagi toko/brand tempat bekerja.
SPG juga sangat membantu masyarakat dalam proses berbelanja baik di toko maupun mall besar, lantas apa sisi gelap SPG?
Salah seorang mantan SPG, panggil saja Anggi, mengaku banyak hal-hal yang tidak diketahui oleh khalayak umum.
Di luar dandanan cantik, dan keramahan sebagai tanggung jawab profesi, nyatanya apa yang dialami SPG tak seperti yang dibayangkan.
Hal itu diungkapkan Anggi melalui laman Quora, berikut 8 sisi gelap SPG yang pernah dialami.
"Berikut adalah hal buruk di belakang layar yang menurut saya menjadi sisi gelap dari profesi SPG," kata Anggi.
1. Di Balik Layar
Menurut Anggi, meskipun terlihat cantik dan berpenampilan menarik di depan layar alias "backstage”, namun ruangan mereka sempit, lusuh, cramped.
Baca Juga: Jalan Pemuda Semarang Ramai Mall, 3 Mall Baru Dibangun di 2023
"Untuk duduk selonjoran SPG buru-buruan tag kardus sebagai alas duduk, kalau tidak nanti bisa masuk angin karena duduk di ubin dingin. Cari tempat se-pewe mungkin. Jika sisa tempatnya kecil ya sudah bertahanlah dengan posisi seperti itu," kata dia.
2. Tak Ada Ruang Ganti
Menurutnya tidak ada ruangan khusus untuk ganti baju seorang SPG di tempatnya pernah belerja.
"Saya pernah datang dengan baju bebas. Ternyata tidak ada ruang ganti. Dan memang SPG hanya bisa ganti baju di belakang pintu," katanya.
Diapun harus sembunyi-sembunyi untuk berganti baju.
"Jadi pintu dibuka setengah lalu kami ngumpet nyempil-nyempil ganti baju di sela-sela pintu dan tembok, supaya tidak tertangkap kamera CCTV," tulisnya.
3. Tergesa-gesa
Apabila waktu jam pulang kerja, semua akan lari-lari buru-buru mencari barisan supaya mereka bisa menjadi orang-orang awal yang diperiksa satpam lalu dipersilakan pulang.
"Pemeriksaaan tas lumayan lama karena satpam tidak mau SPG mencuri barang toko. Kadang ada SPG yang suka menyerobot, di situlah pertikaian terjadi," sebut Anggi.
3. Antre dengan Tas
Bilamana mereka belum selesai ganti seragam ke baju bebas untuk pulang, mereka tetap buru-buru mengantri dengan cara menaruh tasnya sebagai pengganti badan yang mengantre.
"Bila sudah dapat posisi antri yang bagus dengan tasnya, barulah mereka ganti baju di mana di belakang pintu itu tadi. Karena banyak yang mau ganti baju, harus buru-buru," katamya.
4. Loker Junior dam Senior
Prasarana loker untuk SPG yang bisa dikunci jumlahnya terbata.
Biasanya yang bisa dapat loker dengan kunci hanya SPG senior atau yang sudah langganan di sana.
"Kalau SPG junior dapat loker tanpa kunci. Berdoa saja tidak ada klepto," ujarnya.
5. Copot Sepatu
SPG harus atau sangat sering mencopot sepatunya.
"Jadi jika anda kurang beruntung, mungkin akan tercium aroma-aroma tidak sedap," kata dia.
6. Jajan Warkop
Ada penjual makanan kecil seperti warkop yang sering dikunjungi SPG.
"Namun jangan kaget kalau tiba-tiba ada lalat, semut, atau kecoak yang lewat," sebut Anggi.
7. Dapat Sanksi
Seorang SPG harus aktif untuk menanyakan peraturan di ruangan tersebut, termasuk peraturan yang tidak ditulis dengan jelas.
"Bila SPG tidak sengaja melakukan kesalahan, SPG akan tetap kena sanksi," kata Anggi.
8. Makeup Pribadi Disita
Anggi bercerita pernah dimarahi satpam karena ada makeup pribadi yang tidak distempel.
"Mereka langsung mengambil dan mau menyita bb cream, bedak, lipstik Tony Moly dan parfum Victoria Secret yang jelas-jelas tidak dijual di toko itu," kata Anggi.
Anggi berusaha membela diri, meskipun tetap dimaarahi satpam akhirnya diizinkan membawa kembali barang pribadinya.
"Mungkin sisi gelap ini bisa berbeda di tempat lainnya. Tapi itulah yang saya ketahui dan alami," kata Anggi.
Itulah salah satu pengalaman Anggi mengenai sisi gelap menjadi SPG yang pernah dialaminya.
Pengalaman Anggi sebagai SPG tentu tidak sama dengan profesi serupa di tempat lain, yang mungkin sangat berbeda.***