6 Jalan Tanjakan di Semarang Ini Ramai Dilalui, Ternyata Angker dan Makan Korban Kecelakaan, Salah Satunya Gunung Kelir Jatibarang

Semarang

Senin, 24 Juli 2023 | 16:41 WIB
6 Jalan Tanjakan di Semarang Ini Ramai Dilalui, Ternyata Angker dan Makan Korban Kecelakaan, Salah Satunya Gunung Kelir Jatibarang
6 Jalan Tanjakan di Semarang Ini Ramai Dilalui, Ternyata Angker dan Makan Korban Kecelakaan, Salah Satunya Gunung Kelir . (Dok @infokejadiansemarang)

SUARA SEMARANG - Kota Semarang selain sebagai daerah pesisir juga memiliki dataran tinggi dengan kontur jalan berupa tanjakan yang cukup curam dan berbahaya.

Terutama di Kota Semarang bagian atas, memiliki beberapa jalan tanjakan. Jalan tersebut juga ramai dilalui orang namun menyimpan misteri.

Tak hanya misteri, sebab beberapa kejadian kecelakaan juga pernah terjadi di jalan tanjakan yang dinilai masyarakat angker.

Sejumlah cerita masyarakatb atau urban legend menyebut jika ada enam jalan dan tanjakan yang angket di Kota Semarang namun tetap jadi pilihan favorit yang melaluinya.

Beberapa kode atau isyarat juga diyakini oleh pengendara yang melintas saat melalui jalan dan tanjakan yang angker tersebut.

Di antaranya ada yang wajib bunyikan klakson kendaraan hingga berdoa sebagai kewajiban pula.

Berikut 6 tanjakan dan jalan yang angker namun ramai dilalui oleh warga atau pengendara kendaraan yang kerap makan korban kecelakaan di Kota Semarang.

1. Jalan Tanjakan Sigar Bencah

Terletak di Jl. Imam Suparto, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang, tanjakan ini kerap dikait-kaitkan dengan kisah mistis dan angker.

Hal ini didukung dengan seringnya terjadi kecelakaan maut yang memakan banyak korban.

Warga sekitar kerap menyebut ada makhluk astral bernama Mbah Jalak yang menjadi penunggu Tanjakan Sigar Bencah.

Entah benar atau tidaknya mitos tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat melintas di jalan tersebut.

2. Jalan Tanjakan Gombel

Jalan yang sudah terkenal akan cerita mistisnya yaitu Tanjakan Gombel ada di Jatingaleh Semarang atas.

Di tanjakan yang berada di bukit Gombel ini sering terjadi insiden mobil/motor mogok, bahkan hingga kecelakaan. Insiden tersebut kerap dikaitkan dengan lokasi angker dan makhluk tak kasat mata.

Mitos lain yang terkenal yaitu dibonceng oleh wewe gombel, perempuan berambut panjang penunggu asli jalan tersebut.

Selain itu, adanya makam di sebelah kanan saat naik ke tanjakan gombel menambah suasana angker jalan tersebut.

3. Terowongan Bendan

Bagi warga Bendan Ngisor, Sampangan, Tinjomoyo, pasti sudah tidak asing dengan terowongan ini. Konon angker dan mencekam saat malam hari tiba.

Berada dekat dengan kampus Universitas 17 Agustus, terowongan ini kerap ramai dengan mahasiswa dan warga sekitar yang lewat.

Mendengar dari warga sekitar, dahulu pernah ada wanita yang dibunuh di sekitar terowongan tersebut. Konon, arwahnya tidak mau pergi dan masih menjadi penjaga di terowongan tersebut.

Jika melewati terowongan tersebut, pengendara diimbau untuk membunyikan klakson sebanyak 3x yang diartikan sebagai salam dan permisi kepada sang penjaga.

4. Jalan Bergota

Sesuai namanya, jalan Bergota merupaka komplek makam terbesar di Kota Semarang.

Di jalan Bergota kerapn terjadi penampakan pocong membuat masyarakat yang lewat pada malam hari harus mencari barengan pengendara lain.

Jalan Bergota ini meski ramai dilewati pengendara namun aroma mistis dan angker tetap kental terasa.

5. Jalan Tanjakan Silayur

Salah satu jalan dan tanjakan yang banyak menelan korban kecelakana adalah tanjakan Silayur.

Konon saking angker jalan tanjakan Silayur yang berada di Ngaliyan, Kota Semarang ada penampakan sosok tanpa kepala yang menampakan diri di pohon beringin, telebih sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Tidak hanya sosok tanpa kepala, pocong dan sosok hitam tinggi juga sering menampakan dirinya kepada para pengendara.

Tidak heran jika sosok astral sering muncul di kawasan tersebut kerena ada sebuah makam umum di ujung tanjakan.

Jalan tanjakan Silayur juga sangat ramai dilalui pengendara yang menuju BSB dan Boja Kendal.

6. Jalan Tanjakan Gunung Kelir

Terakhir ada jalan Gunung Kelir yang ada di dekar area TPA sampah Jatibarang Kota Semarang.

Jalan tanjakan Gunung Kelir ini sangat ramai dilalui pengendara terutrama yang memilih jalan pintas dari Semarang bawah ke atas (BSB dan Boja).

Jalan dan tanjakan Gunung Kelir ini punya kontur letter S atau menikung yang curam. Tak jarang banyak kendaraan yang mogok jika kondisi mesin tidak sehat.

Gunung Kelir juga menjadi jalan dan tanjakan yang ekstrem sebab selain curam juga terjadi patahan ruasnya. Beberapa kali dilakukan pengecoran jalan di sini.

Jalan tanjakan Gunung Kelir disebut salah satu yang angker, konon ceritanya jika malam hari ada penampakan dua bocah kecil yang berlari-lari di tebing dan kebun area itu.

Para pengendara, terutama warga Jatibarang atau yang sering melewati jalan tanjakan Gunung Kelir sudah paham saat melintas yakni membunyikan klakson saat lewat.

Terbaru di jalan tanjakan Gunung Kelir ini terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa disebabkan truk rem blong yang menabrak beberapa kendaraan saat menurun pada Senin 24 Juli 2023.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Melihat Anak-anak PAUD diTambakrejo Kota Semarang, Tetap Ceria Meskipun Gedung Sekolah Tak Layak

Melihat Anak-anak PAUD diTambakrejo Kota Semarang, Tetap Ceria Meskipun Gedung Sekolah Tak Layak

Jawa Tengah | Senin, 24 Juli 2023 | 15:51 WIB

Duh! Seorang Pengemudi Taksi Daring di Kota Semarang Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh Penumpangnya Sendiri

Duh! Seorang Pengemudi Taksi Daring di Kota Semarang Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh Penumpangnya Sendiri

Jawa Tengah | Senin, 24 Juli 2023 | 15:38 WIB

Belum Digusur, Penampakan Rumah di Tengah Proyek Jalan Tol Cijago Seksi 3B

Belum Digusur, Penampakan Rumah di Tengah Proyek Jalan Tol Cijago Seksi 3B

Foto | Senin, 24 Juli 2023 | 15:27 WIB

Terkini

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 07:00 WIB

Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026

Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026

Tekno | Minggu, 31 Mei 2026 | 06:50 WIB

Campus League 2026 Jakarta: Binus dan UPH Sapu Bersih Tiket Final Putra-Putri

Campus League 2026 Jakarta: Binus dan UPH Sapu Bersih Tiket Final Putra-Putri

Sport | Minggu, 31 Mei 2026 | 06:15 WIB

25 Link Poster Ucapan Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Download dan Dibagikan

25 Link Poster Ucapan Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Download dan Dibagikan

Lifestyle | Minggu, 31 Mei 2026 | 06:15 WIB

5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas

5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas

Bola | Minggu, 31 Mei 2026 | 02:37 WIB

Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara

Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara

Bola | Minggu, 31 Mei 2026 | 02:19 WIB

PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions

PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions

Bola | Minggu, 31 Mei 2026 | 00:04 WIB

Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'

Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'

Entertainment | Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:55 WIB

Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN

Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN

Lifestyle | Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:09 WIB

Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian

Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian

Lifestyle | Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:48 WIB