Banyak Jenazah Pulang, Komnas HAM Sebut Perdagangan Orang Darurat di NTT, Mahfud MD Malah Bilang Begini

Serang

Kamis, 25 Mei 2023 | 22:15 WIB
Banyak Jenazah Pulang, Komnas HAM Sebut Perdagangan Orang Darurat di NTT, Mahfud MD Malah Bilang Begini
Konferensi pers penangkapan Bareskrim Polri terhadap lima tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) jaringan Indonesia, Amman, Jordania, dan Arab Saudi di Gedung Bareskrim Polri. (Suara.com/Yasir)

Serang.Suara - Ketua Tim Monitoring Efektivitas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Komnas HAM, Anis Hidayah, mengeluarkan pernyataan bahwa permasalahan TPPO di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini telah mencapai tingkat darurat yang mengkhawatirkan.

Dalam sebuah konfirmasi dari Jakarta pada hari Kamis, Anis mengungkapkan, "Indikatornya terlihat dari makin rentannya masyarakat menjadi korban, terutama di daerah perbatasan." Masalah ini menunjukkan eskalasi serius yang membutuhkan perhatian segera, sambungnya.

Anis menjelaskan bahwa pada tahun 2022, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat adanya 120 jenazah warga NTT yang telah pulang ke tanah air. Hingga tanggal 25 Mei 2023, tercatat 56 jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT telah dipulangkan melalui Bandara El Tari, Kupang.

Ia menyoroti bahwa permasalahan TPPO di NTT tidak terlepas dari tingkat kemiskinan yang tinggi dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di wilayah tersebut. Dalam konteks pencegahan, Tim TPPO Komnas HAM menemukan bahwa belum terdapat koordinasi yang intensif antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab di dalam Gugus Tugas TPPO.

Terdapat pula masalah terkait ekonomi dan kekurangan proses reintegrasi sosial, yang berpotensi meningkatkan kemungkinan terjadinya kasus serupa di masa depan.

Anis menekankan perlunya peningkatan peran pemerintah desa dalam melakukan pendataan, penyediaan informasi, layanan, dan pengawasan terhadap warganya yang akan bekerja di luar negeri. "Kasus pemalsuan dokumen untuk persyaratan keberangkatan masih sering terjadi," tambah Anis.

Berdasarkan situasi yang mengkhawatirkan ini, Komnas HAM merekomendasikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap implementasi Undang-Undang TPPO baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk kelengkapannya. 

Tujuan evaluasi ini adalah untuk mengidentifikasi hambatan dan praktik yang perlu diperbaiki, baik dalam pencegahan maupun penanganan kasus TPPO.

Selain itu, Komnas HAM juga mendorong penyediaan alokasi anggaran yang memadai dalam pencegahan dan penanganan kasus TPPO di Provinsi NTT. 

baca juga

Hal ini sejalan dengan upaya untuk mencapai persamaan persepsi di antara aparat penegak hukum, serta penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh instansi-aparatur penegak hukum.

"Kami juga menggarisbawahi pentingnya penguatan fungsi dan peran pemerintah desa dalam upaya pencegahan TPPO," tegas Anis.

Peringatan darurat ini menekankan kebutuhan mendesak akan tindakan koordinatif dan langkah-langkah strategis yang komprehensif guna mengatasi krisis TPPO di NTT. 

Semua pihak diharapkan bekerja sama untuk mencegah dan memberantas perdagangan orang yang merugikan dan mengancam hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Menteri Mahfud MD: Keadilan Restoratif Tidak Berlaku dalam Kasus TPPO

Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD (sumber:)

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menegaskan bahwa konsep penyelesaian hukum keadilan restoratif tidak berlaku dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) jika pelakunya sudah tertangkap.

"Kejahatan TPPO adalah kejahatan serius yang tidak bisa diselesaikan dengan damai, pelakunya harus dihukum," kata Mahfud kepada media setelah memimpin Pertemuan Ke-26 Dewan Masyarakat Politik-Keamanan ASEAN (APSC) di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada hari Selasa.

Pertemuan Ke-26 APSC merupakan bagian dari rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN yang berlangsung dari tanggal 9 hingga 11 Mei 2023.

Lebih lanjut, Presiden RI Joko Widodo telah menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia akan serius membahas upaya pemberantasan perdagangan manusia dalam KTT Ke-42 ASEAN.

Mahfud menyatakan bahwa TPPO akan menjadi fokus perhatian utama dalam KTT Ke-42 ASEAN. "Ini sudah menjadi penyakit yang sangat mengancam bagi kehidupan masyarakat. Negara-negara ASEAN akan memutuskan bentuk kerja sama dalam hal ini," katanya.

Secara khusus, Mahfud juga mengingatkan bahwa KTT Ke-42 ASEAN dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur, salah satu daerah di mana warganya kadang-kadang menjadi korban perdagangan manusia.

Sebelumnya, dalam pidato pembukaan Pertemuan Ke-26 APSC, Mahfud menyatakan bahwa ASEAN akan mengadopsi deklarasi bersama untuk pemberantasan perdagangan manusia di kawasan tersebut.

"Para pemimpin kita besok akan mengadopsi Deklarasi Pemberantasan Perdagangan Manusia Akibat Penyalahgunaan Teknologi," ujarnya saat memberi sambutan dalam Pertemuan Ke-26 APSC.

Deklarasi ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan komprehensif dalam mencegah praktik perdagangan manusia dan memberikan perlindungan bagi para korban.

Selain itu, deklarasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antara negara-negara ASEAN dalam melawan penyalahgunaan teknologi.

Pada waktu yang sama, Mahfud juga mendorong percepatan perundingan mengenai Perjanjian Ekstradisi ASEAN yang telah terhenti untuk mendukung semangat pemberantasan perdagangan manusia.

Di hari sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo telah menyatakan bahwa Indonesia akan mengusulkan pembahasan pemberantasan perdagangan manusia dalam KTT Ke-42 ASEAN dengan penekanan pada penipuan daring atau online scams.

"Ini adalah hal yang penting dan saya usulkan dengan sengaja karena korbannya adalah rakyat ASEAN dan sebagian besar adalah warga negara Indonesia," kata Jokowi. [*]

Kontak Media: Serang.Suara.com
Kontributor:
Kariadil Harefa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cek Fakta: Deddy Mahendra Desta Meninggal Akibat Kecelakaan Tragis, Benarkah?

Cek Fakta: Deddy Mahendra Desta Meninggal Akibat Kecelakaan Tragis, Benarkah?

Serang | Kamis, 25 Mei 2023 | 20:52 WIB

Komnas HAM: Perdagangan Orang di NTT Sudah Darurat!

Komnas HAM: Perdagangan Orang di NTT Sudah Darurat!

News | Kamis, 25 Mei 2023 | 20:05 WIB

Ekonomi Ambruk, Jerman Resmi Alami Resesi

Ekonomi Ambruk, Jerman Resmi Alami Resesi

Bisnis | Kamis, 25 Mei 2023 | 16:00 WIB

Terkini

Doraemon Rayakan Ulang Tahun dengan Episode Spesial, Tayang 6 September

Doraemon Rayakan Ulang Tahun dengan Episode Spesial, Tayang 6 September

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 13:17 WIB

Banyak Korban Kebakaran Maut Bar Bangkok Tewas di Kamar Mandi, Pintu Darurat Terblokir

Banyak Korban Kebakaran Maut Bar Bangkok Tewas di Kamar Mandi, Pintu Darurat Terblokir

News | Senin, 13 Juli 2026 | 13:15 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

Kisah Anak Pengemudi Ojek dan Buruh Tani: Tetap Bisa Sekolah Meski Terhambat Ekonomi

Kisah Anak Pengemudi Ojek dan Buruh Tani: Tetap Bisa Sekolah Meski Terhambat Ekonomi

Jawa Tengah | Senin, 13 Juli 2026 | 13:11 WIB

Abaikan Sejarah 'Tangan Tuhan', Scaloni Minta Rivalitas Argentina vs Inggris Tak Dibesar-besarkan

Abaikan Sejarah 'Tangan Tuhan', Scaloni Minta Rivalitas Argentina vs Inggris Tak Dibesar-besarkan

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 13:07 WIB

4 Acne Cleansing Tissue, Solusi Sat-set Bersihkan Makeup dan Lawan Jerawat

4 Acne Cleansing Tissue, Solusi Sat-set Bersihkan Makeup dan Lawan Jerawat

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 13:05 WIB

Polisi Bongkar Laboratorium Narkotika di Semarang, Diduga Sudah Produksi Jutaan Butir dalam 4 Bulan

Polisi Bongkar Laboratorium Narkotika di Semarang, Diduga Sudah Produksi Jutaan Butir dalam 4 Bulan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate

5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

Paket Santet Rilis Trailer Perdana, Horor Kiriman Misterius Siap Hantui Bioskop Mulai 27 Agustus

Paket Santet Rilis Trailer Perdana, Horor Kiriman Misterius Siap Hantui Bioskop Mulai 27 Agustus

Entertainment | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

×