Mangkir Latihan, Praveen Jordan Terancam Denda Rp 141 Juta

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Mangkir Latihan, Praveen Jordan Terancam Denda Rp 141 Juta
Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan di Hotel Century, Senayan, Jakarta. [Suara.com/Arief Apriadi]

Praveen Jordan juga kemungkinan terancam dicoret dari skuat SEA Games 2019 dan dua tur Eropa.

Suara.com - Tindakan indisipliner dengan mangkir latihan pada, Senin (7/10/2019) pagi, membuat Praveen Jordan terancam sanksi bertubi-tubi.

Bukan hanya kemungkinan dicoret dari keikutsertaan di SEA Games 2019 dan dua tur Eropa: Denmark Open (Super 750) dan French Open 2019 (Super 750).

Tapi, partner Melati Daeva Oktavianti itu juga terancam diharuskan membayar denda sebesar 10 ribu dolar atau sekitar Rp 141 juta.

Denda tersebut merupakan dampak dari pembatalan keikutsertaan pada dua tur Eropa tersebut.

Dalam aturannya, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memiliki aturan khusus bagi pemain sektor ganda yang menduduki peringkat Top 10 dunia.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, terhenti di babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 usai kalah dari Robin Tabeling/Selena Piek (Belanda), Kamis (22/8). [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, terhenti di babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 usai kalah dari Robin Tabeling/Selena Piek (Belanda), Kamis (22/8). [Humas PBSI]

Pasangan yang mundur dari turnamen BWF level 500 ke atas—di luar cedera, sakit, atau hukuman—akan dikenakan denda lima ribu dolar AS per turnamen.

Duet Praveen/Melati kini menempati peringkat tujuh dunia, tertinggi dibandingkan pasangan ganda campuran Indonesia lainnya.

Terkait denda, Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky membebankan pembayaran denda tersebut kepada Praveen Jordan.

"Saya belum tahu alasan dia bolos itu apa. Tapi kalau saya coret di tur Eropa, Praveen yang akan bayar dendanya. Karena tidak mungkin Melati yang patungan," ungkap Richard di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/10/2019).

Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/10/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/10/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Lebih jauh, selain kemungkinan dicoret dari tur Eropa dan skuat SEA Games 2019, Richard turut membuka opsi memberikan Surat Peringatan (SP) kepada Praveen Jordan.

"Bisa juga saya berikan SP2 atau SP3. Saya tak masalah. Kita lupakan saja. Banyak kok kita stok pemain, ada Rinov (Rivaldy)/Pitha (Haningtyas Mentari), dan Winny (Oktavina Kandow). Biarkan saja, nanti saya tinggal bilang ke Susy (Susanti, Kabid Binpres PBSI) seperti apa (hukumannya)," ujar Richard.

Praveen Jordan kedapatan tidak mengikuti latihan sesi pagi skuat ganda campuran di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jawa Timur, Senin (7/10/2019).

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, menjajal lapangan Istora Senayan, Jakarta, yang menjadi lokasi perhelatan Indonesia Masters 2019, Senin (21/1). [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, menjajal lapangan Istora Senayan, Jakarta, yang menjadi lokasi perhelatan Indonesia Masters 2019, Senin (21/1). [Humas PBSI]

Richard mengaku belum mendapat info terkait alasan absennya pebulutangkis berusia 26 tahun itu.

Terlepas logis tidaknya alasan soal aksi indisipliner tersebut, Richard memastikan akan memberikan pelajaran bagi Praveen Jordan.

"Praveen Jordan semalam izin ke saya, mau antar mamanya ke bandara. Tapi saya bilang jam 8 pagi sudah ada di lapangan (PBSI). Di asrama absennya ada. Tapi pagi tak datang. Saya kurang bijak di mana?" tukas Richard.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS