Hoki RI Tak Boleh Main di SEA Games 2019 karena Dualisme, PHSI Ogah 'Damai'

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Hoki RI Tak Boleh Main di SEA Games 2019 karena Dualisme, PHSI Ogah 'Damai'
Sejumlah atlet timnas hoki berlatih di Lapangan Hoki, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (23/3/2018), guna persiapan Asian games 2018. [Antara/Akbar Nugroho Gumay]

Masalah dualisme ini membuat Timnas Hoki Indonesia dilarang tampil di SEA Games 2019.

Suara.com - Ketua Umum Persatuan Hoki Seluruh Indonesia (PHSI) Raj Kumar Singh kukuh tak mau berunding guna menyelesaikan dualisme di tubuh induk olahraga hoki Tanah Air.

Sebagaimana diketahui, masalah dualisme ini berefek buruk bagi Timnas hoki Indonesia di kancah internasional.

Teranyar, Timnas hoki Indonesia dilarang bertanding di SEA Games 2019 lantaran Federasi Hoki Asia (AHF) menganggap masalah dualisme belum terselesaikan.

Timnas hoki Indonesia yang berangkat ke SEA Games 2019 diketahui berada di bawah naungan Federasi Hoki Indonesia (FHI), kendati didaftarkan menggunakan nama National Olympic Committe (NOC) Indonesia.

FHI diketahui hanya mendapat pengakuan dari pihak NOC Indonesia dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Namun, terkait keanggotaan di Federasi Hoki Internasional (FIH), masih dipegang PHSI.

Kendati dualisme ini mengancam eksistensi timnas hoki Indonesia di level internasional, Raj Kumar Singh mengaku tetap enggan 'berdamai'.

"Tak bisa (kami berunding). FHI ini tak kuasai hoki, (pengurusnya) bukan pemain hoki. Waktu mereka bikin FHI, federasi ini pun formator segera kirim dua surat, minta restu saya," ujar Kumar saat dihubungi Suara.com, Kamis (5/12/2019).

"Saya bilang kalau dia orang hoki, saya tak setuju. Kedua, dia harus punya duit (untuk memutar roda organisasi)," sambungnya.

 Tim Hoki Indoor RI Timba Ilmu di Republik Ceko. (Dok Istimewa)
Tim Hoki Indoor RI. [Ist]

Lebih jauh, PHSI disebut Kumar bersikeras agar NOC Indonesia untuk mengakui mereka sebagai federasi yang sah. Hal itu lantaran keanggotaan di FIH dipegang oleh PHSI.

"Iya tetap. Tidak mungkin, karena kalau kita minta (mereka) diakui, kita akan dikeluarkan dari FIH sebagai anggota," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS