Pembalap Ini Bongkar Rahasia Marc Marquez Taklukkan Rival, Bisa Ditiru nih

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Gagah Radhitya Widiaseno
Pembalap Ini Bongkar Rahasia Marc Marquez Taklukkan Rival, Bisa Ditiru nih
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez (tengah), merayakan keberhasilannya memenangi balapan MotoGP Valencia, Minggu (9/11/2014). Diikuti kemudian oleh Valentino Rossi (Movistar Yamaha/kiri) yang finis kedua dan rekan setimnya Dani Pedrosa. [AFP/Jaime Reina]

Ternyata begini cara Marc Marquez taklukkan para rival di MotoGP

Suara.com - Marc Marquez memang dikenal sebagai pembalap dengan prestasi yang luar biasa. Dia bahkan mampu mengalahkan para pembalap-pembalap berpengalaman seperti Valentino Rossi di umur yang cukup muda.

Ternyata ada rahasia di balik kesuksesan The Baby Alien ini menaklukkan para rival, tak terkecuali Valentino Rossi. Hal ini diungkapkan oleh Alex Rins, salah satu pembalap tim Suzuki Ectstar.

"Marc adalah rival yang harus dikalahkan, rivalitas kami sangat sengit. Saya sudah beberapa kali bertarung dengannya, dan jelas saya marah tiap kali ia menang atau finis di depan saya," jelas Rins, dikutip dari MotoGP.

"Saya ingin mengalahkannya, tapi ia juga pasti begitu. Saya ingat betul saat saya menang di Silverstone, Marc sangat marah," imbuh Rins.

Ia menganggap Marquez mempunyai teknik unik untuk meruntuhkan mental para pembalap MotoGP lainnya.

Rider Repsol Honda, Marc Marquez (kedua kanan) bertarung ketat dengan pebalap Suzuki Ecstar, Alex Rins pada MotoGP Inggris 2019 yang dihelat di Sirkuit Silverstone, Minggu (25/8/2019) malam WIB. [Adrian DENNIS / AFP]
Rider Repsol Honda, Marc Marquez (kedua kanan) bertarung ketat dengan pebalap Suzuki Ecstar, Alex Rins pada MotoGP Inggris 2019 yang dihelat di Sirkuit Silverstone, Minggu (25/8/2019) malam WIB. [Adrian DENNIS / AFP]

Hal ini berdasarkan pengalaman yang ia rasakan ketika di MotoGP Ceko tahun lalu. Usai insiden, Rins menyebut Marquez tak punya rasa hormat pada rider lain.

Namun beberapa hari kemudian keduanya berdamai dan saling meminta maaf.

"Marc sangat baik dalam perang mental, ia bermain-main dengan banyak rider. Contohnya, Brno tahun lalu," sambung Rins.

"Saya menjalani lap yang cepat, dan ia melihat saya. Ia membuka ruang tapi tak terlalu lebar, saya pun berkendara di garis kering dan kami bersenggolan," tuturnya.

"Pada akhirnya, di chicane terakhir di Brno, sebelum berbelok ke kiri, ia menyalip saya dengan begitu dekat dan membuat kami nyaris terjatuh, kemudian ia malah masuk pit," tambah Rins.

"Peristiwa itu selalu ada di kepala saya, dan saya tahu Marc melihat saya sebagai ancaman," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS