Protes Soal Makanan, Atlet Inggris Raya Singgung Duit Untung Panitia Olimpiade 2020

Irwan Febri Rialdi Suara.Com
Selasa, 03 Agustus 2021 | 09:59 WIB
Protes Soal Makanan, Atlet Inggris Raya Singgung Duit Untung Panitia Olimpiade 2020
Atlet tim Inggris Raya, Tom Bosworth. (Instagram/@tombosworth)

Suara.com - Kekecewaan mendalam diungkapkan atlet lari Olimpiade Tokyo 2020 perwakilan Inggris Raya, Tom Borsworth soal makanan yang disediakan panitia.

Bintang tim Inggris Raya, Tom Bosworth mengecam panitia Olimpiade Tokyo 2020 usai menyebut akomodasi yang diberikan seperti di penjara dan kualitas makanan yang buruk.

Lintasan lari dan maraton untuk atlet putra serta putri memang dipinahkan 500 mil ke utara Tokyo guna mengantisipasi perubahan cuara.

Cara itu dilakukan untuk menghindari cuaca musim panas Jepang yang kemungkinan besar membuat para atlet kewalahan sebelum bertanding.

Kondisi tersebut memaksa para atlet lari berada jauh dari perkampungan atlet yang telah disediakan sebagai tempat istirahat selama ajang digelar.

Usut punya usut pemilihan tempat istirahat atlet lari di Sapporo mendapat kecaman keras dari salah satu bintang Inggris Raya, Tom Bosworth.

Pemilik peringkat keenam Olimpiade Rio 2016 di nomor 20 km itu mengecam keras pelayanan dan akomodasi buruk untuk para atlet lari pesaing tuan rumah.

Melalui akun Twitter pribadi, Bosworth menunjukkan makanan yang dikonsumsi atlet selama di Sapporo yang menurutnya sudah tidak layak konsumsi karena dingin.

Panitia olimpiade pun diseret, ia mempertanyakan keuntungan dari gelaran olahraga dunia empat tahunan itu digunakan untuk apa.

Baca Juga: Profil Nurul Akmal, Atlet Angkat Besi Wanita Indonesia

Akibat kondisi yang dirasakan itu, Bosworth menilai perkampungan atlet lari di Sapporo bagaikan penjara.

"Hei IOC Media, Anda tahu jutaan kantong uang yang Anda hasilkan dari Olimpiade?" tulis Tom Bosworth.

"Apakah ada peluang di pekan kami bertanding, kami bisa mendapatkan makanan? makanan sesungguhnya.

"Bukan slop dingin, bawang kukus atau pasta setengah matang. Ini adalah puncak olahraga, Sapporo terasa seperti penjara.

"Selamat dayang di ruang makan sekolah yang penuh keringat dan didapat dari kerja keras seumur hidup." tulisnya lagi.

Buntut dari keluhan Boswort, The Sun melaporkan bahwa tim Inggris Raya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai hal itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI