ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga

Senin, 26 Januari 2026 | 15:08 WIB
ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga
Atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean Akmal, berhasil menjaga konsistensi untuk menyumbangkan medali di ASEAN Para Games 2025. [Dok NPC Indonesia]
Baca 10 detik
  • Atlet para renang Jendi Pangabean Akmal meraih tujuh medali emas di ASEAN Para Games 2025, menjadi penyumbang medali terbanyak kontingen Indonesia.
  • Jendi menjaga konsistensi berprestasi melalui disiplin ketat, asupan makanan teratur, dan dukungan penting dari keluarga yang hadir langsung.
  • Keberhasilan ini melampaui capaian edisi sebelumnya; pelatih berharap Jendi menjadi panutan regenerasi atlet renang potensial Indonesia di masa depan.

Suara.com - Atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean Akmal, berhasil menjaga konsistensi untuk menyumbangkan medali di ASEAN Para Games 2025.

Untuk edisi kali ini, ia sukses mempersembahkan total tujuh emas sekaligus menjadi penyumbang medali terbanyak untuk kontingen Indonesia.

Dari nomor individu, ada lima medali emas yang direngkuh atlet berusia 34 tahun itu, yakni nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra S9, 100 meter gaya punggung putra S9, 100 meter gaya kupu-kupu putra S9, 100 meter gaya bebas putra S9, dan 200 meter gaya ganti perorangan putra SM9. Selain itu, Jendi juga sukses menggondol emas dari sektor beregu pada nomor estafet 4x100 meter gaya bebas S1-S10, serta nomor estafet 4x100 meter gaya campuran S1-S10.

Pencapaian ini tidak hanya membuktikan konsistensi Jendi di level Asia Tenggara, tetapi juga melampaui prestasinya pada edisi-edisi sebelumnya. Di ASEAN Para Games 2017 Malaysia, ia meraih lima emas. Jumlah yang sama dicapai Jendi pada edisi 2022 di Solo. Adapun ketika terjun di APG Kamboja 2023, ia sukses merengkuh enam emas plus satu perunggu.

“Saya merasa senang sekaligus bangga, karena target pribadi sudah tercapai. Dari awal, saya memang berharap bisa menyapu bersih medali emas di nomor individu. Saya cukup puas dengan capaian di ASEAN Para Games 2025 ini,” kata Jendi saat ditemui, Minggu (25/1/2026).

Jendi mengakui, peta persaingan di klasifikasi S9 kian ketat. Menurut dia, semakin banyak atlet yang muncul dari negara-negara tetangga. Bahkan, beberapa atlet muda dari Indonesia kini mulai memperlihatkan potensi dan mendekati catatan waktunya.

Keberhasilan Atlet kelahiran Muara Enim, Sumatera Selatan, itu mengungkapkan sejumlah kunci di balik konsistensinya sebagai lumbung perolehan medali tim para renang Indonesia. Selain menjaga kedisiplinan dan asupan makanan, dukungan keluarga juga menjadi aspek yang menjaga motivasinya.

“Kunci menjaga konsistensi adalah kedisiplinan. Sebagai seorang atlet yang sudah masuk pelatnas, saya tentu memiliki tanggung jawab untuk memenuhi target. Bagi saya, kedisiplinan nomor satu. Setiap asupan yang masuk ke tubuh harus diperhatikan. Dukungan keluarga juga amat penting,” kata Jendi.

Di edisi ASEAN Para Games ke-13 ini, Jendi untuk pertama kalinya mendapatkan dukungan langsung dari keluarga kecilnya. Sebab, istrinya, Hana Resti, yang juga berstatus sebagai atlet para tenis meja, menyempatkan untuk hadir langsung mendukung perjuangan sang suami di gelanggang.

“Bagi saya, peran keluarga sangat tak ternilai. Apalagi, anak dan istri saya hadir langsung di Thailand untuk mendukung saya. Itu momen yang luar biasa bagi saya. Ini pertama kalinya mereka bisa menemani saya untuk berjuang di ajang internasional,” ujar lelaki kelahiran 10 Juni 1991.

Baca Juga: Piala Asia Futsal 2026: Kegilaan Timnas Futsal Indonesia, Unggul Head to Head Atas Semua Lawan

Secara khusus, Jendi ingin mempersembahkan pencapaian ini untuk membayar pengorbanan besar istrinya. Sebab, setelah berhasil mengukir prestasi membanggakan di cabor para tenis meja di ASEAN Para Games 2023, Hana tak bisa lagi berlaga di Thailand karena harus mengasuh putranya yang belum genap berusia satu tahun.

“Terakhir kali di Kamboja dia bisa mendapatkan tiga emas dan satu perak. Tapi, di APG Thailand ini, dia tidak bisa ikut karena harus mengurus anak. Menurut saya, justru dia pengorbanannya lebih besar dari saya. Secara spesial, medali-medali ini saya persembahkan untuk istri dan anak saya,” ujar lelaki kelahiran 10 Juni 1991.

Jendi di Mata Keluarga

Sementara itu, Hana Resti, merasa bangga dengan keberhasilan suaminya di ajang multievent ini. Sebab, menurut atlet kelahiran 21 Oktober 1994 itu, perjuangan Jendi yang sudah berlatih maksimal akhirnya terbayar dengan prestasi yang mengharumkan bangsa dan negara.

“Dia sampai harus meninggalkan anaknya sejak pagi saat belum bangun hingga malam hari ketika sudah mau tidur. Dia juga sampai jarang bermain dengan anak. Bagi saya, ini adalah prestasi yang hebat,” kata Hana.

“Semoga, Jendi masih bisa terus memberikan yang terbaik buat negara. Bagi saya, ini juga menjadi kesempatan bagi dia untuk mempersembahkan prestasi terbaik sebagai seorang ayah,” lanjut dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI