Sukabumi.suara.com - Sebelumnya diketahui bahwa Erti (54) dan Tursini (42) pada Minggu (2/10/2022) menyeberangi bendungan Rewod sekitar pukul 14.00 WIB.
Jenazah Erti pun ditemukan meninggal dunia satu jam setelahnya. Ia ditemukan dalam keadaan tersangkut bambu yang berada pada pinggir sungai di Kampung Pasirceuri, Desa Cikangkung yang berjarak 1 kilometer dari tempat kejadian. Sedangkan Tursini masih dalam pencarian.
Tursini ditemukan meninggal pada Senin (3/10) sekitar pukul 08.00 WIB. Ia ditemukan oleh tim SAR gabungan di Leuwi Biru Kampung Citangkil, yang masih berada di aliran Sungai Cibelengbeng dan berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian yaitu bendungan Rewod.
Ruli Budiana selaku Kepada Desa Cikangkung mengatakan jika Tursini ditemukan di Sungai Cibelengbeng dekat bebatuan dengan tangan kiri tersangkut batang kayu yang ada di sungai.
"Posisinya telentang miring, terlihat tangan dan sebagian wajah, sedangkan tubuh dan kaki tertutup ranting bambu," ucap Ruli Budiana.
Menurut keterangan Usep Supelita selaku Camat Ciracap mengatakan jika jenazah Tursini langsung di evakuasi ke rumah duka.
Pihak keluarga menerimanya dengan lapang dada, karena kejadian ini murni kecelakaan. Pada jenazah keduanya sama-sama memiliki luka pada bagian pelipis yang diduga akibat benturan batu.
"Kedua korban terdapat luka pada pelipis, dari pihak medis Puskesmas Ciracap itu kena benturan batu sungai," kata Usep. "Terima kasih kepada tim gabungan Polsek Ciracap, Koramil Surade, Satpol PP Ciracap, Koramil Surade, Sarda, BPBD, TRC Rapi 013, Damkar Surade, Karang Taruna, relawan, dan warga," jelas Usep Supelita.
Sumber: sukabumiupdate.com
Baca Juga: Beberapa Hal yang Bisa Membuat Kondom Bocor