Orang Tua dari Siswi SD yang Pingsan mengaku Sedang Terhimpit Ekonomi Semenjak Pandemi

Sukabumi | Suara.com

Rabu, 12 Oktober 2022 | 10:30 WIB
Orang Tua dari Siswi SD yang Pingsan mengaku Sedang Terhimpit Ekonomi Semenjak Pandemi
Orang tua dari siswi kelas 6 SD yang pingsan saat upacara karena perutnya yang kosong (Sukabumiupdate.com)

Sukabumiupdate.com - Siswi Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pingsan saat mengikuti upacara pada Senin (3/10/2022) di Sekolah. 

Diketahui jika siswi kelas 6 tersebut berangkat sekolah dengan perut yang kosong karena tidak sarapan. Keluarga dari siswi tersebut sedang dalam himpitan ekonomi sejak pandemi Covid-19. 

Soni Yhumanuel yang merupakan ayah dari siswi tersebut merupakan sales pakaian yang menawarkan berbagai macam pakaian ke toko-toko yang ada di pasar, salah satunya yaitu pasar Cicurug dan Pasar Palabuhanratu. 

Sony mengaku sejak pandemi pendapatan yang dari pekerjaannya menurun drastis. Sedangkan sang istri Yeni Susanti hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. 

Soni dan Yeni memiliki 4 orang anak, anak pertama duduk di kelas 2 SMA, anak kedua kelas 2 SMP, anak ketiga kelas 6 SD dan anak keempat kelas 2 SD. 

Sony menjelaskan jika saat anaknya pingsan di sekolah, hari itu dia hanya memegang uang 10 ribu rupiah. Sehingga ia meminta anak-anaknya untuk tidak sekolah karena tidak memiliki bekal. 

Tetapi sang anak yang berada di kelas 6 SD tetap ingin sekolah karena tidak ingin tertinggal pelajaran. Uang yang sebelumnya untuk beli beras disisihkan 3 ribu rupiah untuk sang anak berangkat sekolah. 

Hari itu sebenarnya sang ibu memasak nasi goreng seadanya dengan sisa nasi kemarin untuk sarapan. Tapi sang anak berangkat tanpa sarapan.

Sesampainnya di sekolah, dan melaksanakan upacara, sang anak jatuh pingsan karena perutnya yang kosong. Cerita siswi yang pingsan mendadak viral di media sosial. 

"Waktu pingsan saya tidak tahu karena sedang di pasar, pas sore saya pulang dapat kabar dari tetangga bahwa anak saya pingsan di sekolah saat upacara," ujar Soni.

Sony mengatakan jika sebelum pandemi keadaan ekonominya baik-baik saja. Namun keadaan berubah setelah pandemi. Dari sebelumnya pendapatan usaha dapat menutupi biaya hidup mereka, tetapi sekarang tidak bisa. 

"Dari sepotong baju paling dapat untung Rp 1.000 atau Rp 2.000 saja. [pemasukan] sehari dari pagi sampai sore kalau sekarang rata-rata dapat Rp 20 ribuan," ucapnya.

Pemasukan yang pas-pasan itu harus dibagi untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, bekal sekolah serta jajan anak, serta membayar kontrakan. 

Soni mengaku saat ini ia dan keluarga telah menerima banyak bantuan dari sejumlah pihak yang langsung mendatangi kontrakannya.

"Keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah berdatangan dari beberapa pihak yang sudah menyempatkan datang mengunjungi kami," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terdapat 27 Kasus Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Selama 2022 di Kota Sukabumi

Terdapat 27 Kasus Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Selama 2022 di Kota Sukabumi

| Rabu, 12 Oktober 2022 | 09:50 WIB

Krisis Saat Ini Magnitude-nya Lebih Besar Dibanding Krisis Ekonomi 98

Krisis Saat Ini Magnitude-nya Lebih Besar Dibanding Krisis Ekonomi 98

| Rabu, 12 Oktober 2022 | 08:46 WIB

Indonesia Waspada, Jokowi Beberkan Antrian 28 Negara Menjadi Pasien Hutang IMF

Indonesia Waspada, Jokowi Beberkan Antrian 28 Negara Menjadi Pasien Hutang IMF

| Rabu, 12 Oktober 2022 | 02:09 WIB

Terkini

Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush

Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush

Sumsel | Kamis, 02 April 2026 | 23:26 WIB

Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih

Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih

Sumsel | Kamis, 02 April 2026 | 23:04 WIB

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Bupati Bogor: Tidak Ada Ruang Bagi Narkoba, Sikat Hingga ke Akar!

Bupati Bogor: Tidak Ada Ruang Bagi Narkoba, Sikat Hingga ke Akar!

Bogor | Kamis, 02 April 2026 | 22:47 WIB

Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering

Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering

Jakarta | Kamis, 02 April 2026 | 22:45 WIB

1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend, Tak Daftar SLHS dan Tanpa IPAL

1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend, Tak Daftar SLHS dan Tanpa IPAL

Jakarta | Kamis, 02 April 2026 | 22:22 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Cilandak, Senjata Tajam Disembunyikan di Cirendeu

Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Cilandak, Senjata Tajam Disembunyikan di Cirendeu

Banten | Kamis, 02 April 2026 | 22:07 WIB

20 Tahun Berkarya, Maudy Ayunda Ungkap Momen Emosional saat Casting Pertama

20 Tahun Berkarya, Maudy Ayunda Ungkap Momen Emosional saat Casting Pertama

Video | Kamis, 02 April 2026 | 22:05 WIB

Penolakan Menguat, Gus Ipul Dinilai Tak Netral Pimpin Muktamar NU

Penolakan Menguat, Gus Ipul Dinilai Tak Netral Pimpin Muktamar NU

Jawa Tengah | Kamis, 02 April 2026 | 22:01 WIB