Hidup Menyedihkan Suharto Setelah 32 Tahun Berkuasa, Tinggal Sendiri di Rumah Cendana yang Bocor

Suara Sumatera Suara.Com
Jum'at, 20 Januari 2023 | 10:07 WIB
Hidup Menyedihkan Suharto Setelah 32 Tahun Berkuasa, Tinggal Sendiri di Rumah Cendana yang Bocor
Ilustrasi Suharto. Kehidupan Suharto setelah berhenti jadi Presiden RI. (Instagram Jejak Soeharto)

Suara Sumatera - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menceritakan kehidupan Suharto setelah tidak lagi menjadi Presiden RI.

Yusril baru bertemu Suharto enam bulan kemudian sejak Pak Harto menyatakan berhenti sebagai Presiden RI pada 21 Mei 1998.

Saat itu pertemuan tidak begitu lama karena kondisi Suharto yang sudah sakit-sakitan. Yusril mengaku hanya ngobrol sebentar dengan Pak Harto.

Pertemuan antara Yusril dengan Suharto kembali terjadi ketika Yusril menjadi Menteri Kehakiman di era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Sejak itu Yusril sering menyambangi Suharto di rumahnya di Jalan Cendana. Pun ketika Yusril menjadi Mensesneg di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Yusril mengaku ada perasaan kasihan ketika melihat Suharto yang hanya duduk sendiri di kursi goyang tanpa ada yang menemani di rumah Cendana.  

"Kadang-kadang ada perasaan kasihan saya. Orang tua ini saya pikir 30 tahun menguasai Republik ini tiba-tiba di rumahnya sendirian duduk di kursi goyang," kata Yusril dikutip dari Youtube Total Politik.

Pernah suatu hari, ajudan Suharto menelepon meminta Yusril datang. Kepada Yusril, Suharto meminta jatah rumah bagi orang yang pernah menjadi Presiden RI.

"Ril begini saya kan sakit-sakit, saya belum dikasih rumah saya sama Setneg. Saya perlu rumah untuk bikin rumah sakit jantung untuk melaksanakan maunya Ibu Tien," ucap Suharto ditirukan Yusril.

Baca Juga: Ngakak! Kylian Mbappe Tertawakan Ronaldo Memar Ditinju Keylor Navas sampai Muka Bengep

Suharto menginginkan sebuah rumah di ujung Jalan Teuku Umar. Namun harga rumah itu mencapai Rp74 miliar. Sedangkan anggaran rumah untuk Presiden RI yang tidak lagi menjabat hanya Rp20 miliar. 

Suharto lalu membandingkan dengan Megawati yang mendapat rumah di Jalan Teuku Umar. Yusril menjelaskan bahwa rumah Megawati itu seharga Rp25 miliar.

"Ya saya bilang itu harganya Rp25 miliar, Ibu Meganya nambahin Rp5 miliar kalau Pak Harto mau itu nanti nombokin Mbak Tutut," cerita Yusril.

Sampai akhirnya Pak Harto meminta diberikan saja uang Rp20 miliar itu untuk memperbaiki rumahnya yang sudah mulai rusak.

"Dia (Suharto) bilang uda Ril kasih aja uang yang Rp20 miliar, ini rumah sudah bocor. Betul waktu saya datang hujan, banyak air. Rumah kan sederhana itu. Kelihatan bagus yang depan itu yang ada harimau. Sudah rusak rumahnya," kata Yusril.

Yusril lalu melapor ke Presiden SBY dan akhirnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan cek senilai Rp20 miliar untuk Suharto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI