Suara Sumatera - Pengamat politik Rocky Gerung menjadi perbincangan usai pernyataannya yang kontroversi dinilai menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Rocky Gerung pun dilaporkan sejumlah pihak terkait kasus dugaan penghinaan presiden. Seiring dengan itu, beredar kabar Presiden Jokowi memanggil Rocky Gerung ke Istana untuk mengklarifikasi ucapannya beredar di media sosial.
Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 15 Agustus 2023. Dalam video berdurasi 10 menit 36 detik itu menampilkan gambar thumbnail Jokowi yang tengah berjalan bersama putranya, Kaesang Pangarep dan Rocky Gerung.
"BREAKING NEWS
JOKOWI UNDANG ROCKY GERUNG KE ISTANA
KLARIFIKASI UCAPAN B*J*NG*N T*L*L LANGSUNG DILAKUKAN
"J0K0W! P4NGG!L R0CKY GERVNG KE !ST4N4 VNTVTK D!M!NT4! KL4R!F!K4S! S04L VC4P4N B*J*NG*N T*L*L!" tulis akun Facebook tersebut.
Lantas benarkah video yang diklaim Jokowi memanggil Rocky Gerung ke Istana?
PENJELASAN
Dari penelusuran yang dilakukan, tidak ada informasi valid terkait kabar yang menyebut Jokowi memanggil Rocky Gerung ke Istana untuk mengklarifikasi ucapannya.
Terntara, hasilnya terdapat foto identik di artikel berjudul "10 Gaya Sederhana Kaesang Pangarep, Gak Jaim Meski Anak Presiden" yang dimuat situs idntimes.com pada 22 November 2017.
Dalam foto itu, terlihat Jokowi sedang berjalan sambil berbincang dengan Kaesang Pangarep, namun tidak ada sosok Rocky Gerung.
Setelah melihat video itu secara menyeluruh, dalam video itu tidak ada informasi tentang Jokowi memanggil Rocky Gerung ke Istana.
Baca Juga: Indonesia vs Thailand: Taktik Shin Tae-yong Bocor Jelang Semifinal Piala AFF U-23 2023?
Sebagian besar klip menampilkan momen ketika Rocky Gerung diwawancarai soal pernyataannya yang dianggap menghina Jokowi.
Klip tersebut identik dengan video berjudul "Gamblang! Rocky Gerung Jelaskan soal Kritikan yang Berbuntut Dugaan Penghinaan | Fakta" yang dimuat channel YouTube tvOneNews pada 14 Agustus 2023 lalu.
KESIMPULAN
Berdasarkan keterangan di atas, video dengan klaim Presiden Jokowi memanggil Rocky Gerung ke Istana untuk mengklarifikasi ucapannya ternyata tidak benar alias hoaks.
Dengan demikian, video yang dibagikan akun Facebook tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.