"Pak Kapolri yang di dalam pengarahannya kita ikuti juga kan, ada stretching soal pekat, dan di rapat tadi kita bahas soal pekat. Maksudnya dimasukan di sini apakah...," beber Habiburokhman.
Namun, peserta rapat tiba-tiba terdiam mendengar ada suara perempuan memanggil "sayang' dari mikrofon.
Sejurus kemudian, peserta rapat pun terdengar tertawa karena mendengar suara dari mikrofon bocor itu.
Tak mau disalahkan, Habiburokhman pun langsung menepis kalau suara tadi bukan dari mikrofon miliknya,
"Maaf itu bukan dari hp saya, bukan dari hp saya," katanya.
Lantas terdengar suara dari mikrofon lainnya yang berseloroh kalau hal itu harus dilaporkan kepada Mahkaman Kehormatan Dewan (MKD).
"Kita laporkan ke MKD, kita lapor ke MKD," ujarnya.
Suasana pun makin tak kondusif di mana gelak tawa terdengar di rapat itu. Sementara itu, Listyo tampak terdiam dan tak berkomentar apa-apa. Ia hanya menyandarkan punggungnya ke kursi yang didudukinya.
"Sebentar, sebentar tenang dulu, ini tenang dulu. Ini interupsi yang bikin ketawa, jadi mohon dimaafkan, karena ini interupsi yang secara tiba-tiba bikin hati berdebar-debar, kan. Adinda, Habib," kata Pacul--sapaan Bambang.