Saraf Terjepit akibat Gaya Hidup Masa Kini

Tantrum Suara.Com
Senin, 30 Mei 2022 | 13:08 WIB
Saraf Terjepit akibat Gaya Hidup Masa Kini
Kindel media/Pexels

TANTRUM - Nyeri punggung bagian bawah merupakan masalah kesehatan yang mengganggu aktivitas. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebabnya, diantaranya ketegangan otot, osteoporosis (keropos tulang), tumor, infeksi dan Herniasi Nukleus Pulposus (HNP).

Namun, salah satu yang banyak dirasakan masyarakat saat ini adalah penyakit terkahir yaitu HNP alias saraf terjepit.

Menurut dokter spesialis ortopedi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Ahmad Ramdan, nyeri pinggang merupakan keluhan yang sering didapatkan pada pasien yang berobat ke rumah sakit dipicu oleh saraf terjepit.

Jumlah penderita saraf terjepit ini semakin meningkat seiring dengan adanya pergeseran pola penyakit.

"Dulu sebagian besar penyakit yang dialami oleh masyarakat Indonesia adalah penyakit infeksi, sekarang sudah bergeser ke penyakit degeneratif. Dulu HNP banyak diderita oleh orang tua, namun saat ini banyak anak muda (usia produktif) yang sudah terdiagnosa HNP," kata Ahmad ditulis, Bandung, Senin, 30 Mei 2022.

Pergeseran pasien saraf terjepit ke usia lebih muda disebabkan oleh gaya hidup dan pola kerja tidak baik. Pada usia muda, saraf terjepit diakibatkan oleh pola kerja yang tidak tepat.

Diantaranya duduk terlalu lama, berdiri terlalu lama, naik turun tangga terlalu sering, tubuh mengalami getaran kuat terlalu lama (seperti operator mesin, driver, dan lain lain) atau bisa jadi karena jatuh dalam posisi duduk.

Pada usia lanjut sebut Ahmad, HNP atau dikenal dengan sebutan saraf kejepit disebabkan oleh  penuaan.

"Seiring bertambahnya usia, bantalan sendi akan kehilangan kadar air. Kondisi ini mengakibatkan bantalan sendi menjadi rapuh, pecah-pecah, bergeser dan tidak fleksibel," sebut Ahmad.

Saraf terjepit merupakan penonjolan atau pergeseran bantalan tulang belakang yang menekan saraf tulang belakang.

Gejala yang sering dirasakan oleh penderita saraf terjepit adalah sakit di punggung bagian bawah atau pada bahu yang menjalar ke bagian lengan, kesemutan, lemah atau kaku otot pada salah satu tangan, dan rasa panas seperti terbakar.

"Jika dibiarkan, akan mengakibatkan gangguan sistem gerak bahkan kelumpuhan. Jika merasakan gejala tersebut sebaiknya di periksakan ke dokter, jangan dulu dipijat oleh orang yang tidak ahli dibidangnya, karena pijatan yang salah dapat memperburuk keadaan," jelas Ahmad.

Saraf terjepit dapat terdiagnosa dengan pemeriksaan CT Scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Proses pengobatannya bertahap, dimulai dengan pencegahan, selanjutnya pemberian obat-obatan.

Apabila obat-obatan tidak berpengaruh, ditambah dengan melakukan fisioterapi, intervensi nyeri dan terakhir operasi.

Beberapa hal yang mendasari tindakan operasi adalah jika semua modalitas terapi tidak terasa dampaknya atau gejala-gejalanya tambah berat.

Jika dalam waktu 3-6 bulan pengobatan yang efektif tidak ada perbaikan atau jika sudah ada gangguan saraf berat.

"Mencegah saraf terjepit dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku hidup sehat, lakukan pola kerja yang baik, istirahat yang cukup, kurangi berat badan yang berlebih. Untuk yang bekerja duduk di depan komputer atau berdiri terus menerus selama berjam-jam, lakukan peregangan setiap 3 jam," ungkap Ahmad.

Hal ini telah disosialisasikan oleh Kementerian Kesehatan RI. Peregangan diantara waktu bekerja merupakan pembiasaan aktivitas fisik di tempat kerja untuk melancarkan sirkulasi darah.

Manfaatnya dapat membantu mengendurkan ketegangan syaraf dan melatih otot agar lebih kuat sehingga tidak mudah lelah saat bekerja serta menurunkan risiko cedera tulang punggung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI