Bangun lebih sore dari biasanya akan meningkatkan risiko perilaku bulimia, depresi, dan seasonal affective disorder (SAD).
Salah satu penelitian pada pekerja di Jepang menemukan, tidur terlalu larut memiliki kaitan signifikan dengan prevalensi yang tinggi pada gejala depresi.
5. Bangun lebih pagi memberikan manfaat baik untuk tubuh
Sebuah penelitian mengungkapkan kalau bangun pagi membantumu merasa lebih positif dan jadi proaktif. Tubuh segar pastinya akan membuat seseorang menjadi lebih semangat bekerja.
6. Menjaga waktu tidur secara konsisten
Memiliki pola tidur yang konsisten sangat penting untuk dilakukan karena dapat memengaruhi kesehatan mental, misalnya selalu tidur pukul 10 malam dan bangun pukul 5 dini hari.
Studi lain yang meneliti pola tidur siswa sekolah menemukan kalau siswa dengan jadwal istirahat di malam yang teratur memiliki prestasi akademik lebih baik, dibandingkan mereka yang tidur nggak teratur.
7. Perbaiki jika waktu tidur berantakan
Sangat memungkinkan jika pekerjaan atau kegiatan bisa mengganggu jadwal tidur, bahkan mengurangi waktu istirahat.
Kalau terjadi seperti ini, diperlukan menyiasati ini dengan meluangkan waktu untuk tidur siang singkat pada jam kerja.
Jangan takut tidur terlalu cepat atau terlalu sore, yang terpenting adalah durasi tidur dan menjaga jadwal istirahat reguler. Setelah semuanya kembali normal, benahi kembali waktu tidur itu.
8. Tidur selama 7 - 8 jam untuk menghindari risiko kesehatan
Orang dewasa pada umumnya membutuhkan 8 jam lamanya tidur. Namun, angka ini bervariasi untuk masing-masing orang.
Sebagian dapat merasa cukup dengan tidur selama 6-7 jam, sementara yang lainnya butuh 8 jam. Pada kategori usia anak-anak dan lanjut usia pun berbeda.
Itulah jam terbaik dan ideal untuk tidur malam. Mulai saat ini buat jadwal tidur dan menjalaninya secara teratur! Istirahat yang ideal. Tujuannya agar lebih semangat menjalani aktivitas sehari - hari.