Monkeypox Berganti Jadi Clades, WHO Doyan Ganti Nama Penyakit

Tantrum

Senin, 15 Agustus 2022 | 14:51 WIB
Monkeypox Berganti Jadi Clades, WHO Doyan Ganti Nama Penyakit
Ilustrasi virus monkeypox. (Samuel F. Johanns from Pixabay)

TANTRUM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengganti nama penyakit cacar monyet atau monkeypox menjadi Clades

WHO kemudian menambahkan angka Romawi untuk membedakan varian virus. Penggantian nama ini karena diskriminasi yang banyak dialami monyet di beberapa negara.

Virus cacar monyet pada awalnya dinamai seperti itu karena ditemukan pertama kali pada 1958 pada monyet yang sedang diteliti di salah satu laboratorium di Denmark. 

Dilansir dari situs resmi WHO, Senin (15/8/2022) sejak saat ini, nama cacar monyet digunakan. 

Namun, kini nama tersebut dianggap sudah tidak relevan karena penularan virus tidak lagi akibat monyet. 

"Penamaan virus yang baru diidentifikasi, penyakit terkait, maupun varian virus harus diberi nama dengan tujuan untuk menghindari pelanggaran terhadap kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional, atau etnis dan meminimalkan dampak negatif pada perdagangan, perjalanan, pariwisata, dan kesejahteraan hewan," kata WHO dicuplik dari Sindo News.

Untuk mencapai kesepakatan ini, para ahli virologi cacar, biologi evolusioner, dan perwakilan lembaga penelitian dari seluruh dunia dilibatkan untuk meninjau filogeni dan nomenklatur varian yang sudah ditemukan ataupun baru diselidiki. 

Mereka membahas karakteristik dan evolusi varian virus monkeypox, perbedaan filogenetik dan klinis yang jelas, serta konsekuensi potensial bagi kesehatan masyarakat dan penelitian virologi, pun evolusi di masa depan. 

Para ahli mencapai konsensus tentang nomenklatur baru untuk Clades virus yang sejalan dengan praktik terbaik. 

baca juga

Mereka sepakat tentang bagaimana Clades virus harus dicatat dan diklasifikasikan di situs repositori urutan genom. 

"Konsensus dicapai untuk sekarang merujuk ke bekas Clades Congo Basin (Afrika Tengah) sebagai Clade I dan yang di Afrika Barat Clade II. Additionally, disepakati juga bahwa Clade II terdiri dari dua subclade," jelas WHO.

Struktur penamaan yang tepat akan diwakili oleh angka Romawi untuk Clade, dan karakter alfanumerik huruf kecil untuk subclade. 

Dengan demikian, konvensi penamaan baru terdiri dari Clade I, Clade IIa, dan Clade IIb yang mana nama terakhir mengacu pada varian yang kini tengah mewabah secara global. 

Sebelumnya, dilaporkan di Brasil bahwa ada sekelompok masyarakat yang mendiskriminasi monyet hingga melakukan penyiksaan terhadap hewan tersebut setelah ditemukan kasus cacar monyet di sana. 

Hal ini memicu WHO bertindak cepat dengan mengubah nama penyakit itu menjadi Clade virus.

Sebelumnya saat pandemi corona yang diduga awalnya dari Wuhan, China, diubah oleh WHO. Awalnya bernama Corona Virus Disease 2019 Wuhan (Covid-19 Wuhan).

Tetapi akhirnya diganti dengan Covid-19. Pertimbangannya karena penyebaran awal virus corona belum tentu berasal dari daerah tersebut. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Simak! Ini Persyaratan Terbaru Naik Kereta Api Mulai 15 Agustus 2022

Simak! Ini Persyaratan Terbaru Naik Kereta Api Mulai 15 Agustus 2022

News | Senin, 15 Agustus 2022 | 11:54 WIB

Dokter Ungkap Cara Terbaik Terhindar dari Cacar Monyet

Dokter Ungkap Cara Terbaik Terhindar dari Cacar Monyet

Health | Senin, 15 Agustus 2022 | 09:57 WIB

Update Covid-19 Global: Shanghai Akan Kembali Buka Sekolah Pada Awal September

Update Covid-19 Global: Shanghai Akan Kembali Buka Sekolah Pada Awal September

Health | Senin, 15 Agustus 2022 | 08:11 WIB

Terkini

Anya Taylor-Joy Kembali ke Layar Kaca Lewat Serial Lucky, Tayang 15 Juli

Anya Taylor-Joy Kembali ke Layar Kaca Lewat Serial Lucky, Tayang 15 Juli

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:50 WIB

Sana TWICE Resmi Debut Akting, Jadi Pemeran Utama Film Korea-Jepang Nyangi

Sana TWICE Resmi Debut Akting, Jadi Pemeran Utama Film Korea-Jepang Nyangi

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:50 WIB

Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis

Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:49 WIB

2 Rekomendasi Tablet dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta Terbaik

2 Rekomendasi Tablet dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta Terbaik

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:48 WIB

Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik

Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:45 WIB

Bulog Sumut Salurkan 18,11 Juta Liter Minyakita, Harga Tetap Sesuai HET

Bulog Sumut Salurkan 18,11 Juta Liter Minyakita, Harga Tetap Sesuai HET

Sumut | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:43 WIB

Ulasan Novel "Lotus Taxi", Perjalanan Malam yang Membuka Rahasia Hidup

Ulasan Novel "Lotus Taxi", Perjalanan Malam yang Membuka Rahasia Hidup

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:31 WIB

MotoGP Jerman 2026: Kembali ke Sachsenring, Marc Marquez Siap Juara Lagi?

MotoGP Jerman 2026: Kembali ke Sachsenring, Marc Marquez Siap Juara Lagi?

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:25 WIB

3 Sepatu Running BRODO untuk Lari 5-10K, Cek Harga dan Perbedaannya

3 Sepatu Running BRODO untuk Lari 5-10K, Cek Harga dan Perbedaannya

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:20 WIB

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:19 WIB

×