Danau Mematikan yang Siap Meledak! Kamerun Dikepung Fenomena Alam Ini

Tantrum | Suara.com

Sabtu, 17 September 2022 | 17:53 WIB
Danau Mematikan yang Siap Meledak! Kamerun Dikepung Fenomena Alam Ini
Lake Nyos Danau Indah di Kamerun yang membuat mati 1800 jiwa manusia tahun 1986. (ensiklo.com))

TANTRUM - Peneliti dari Bournemouth University menyebutkan Kamerun saat ini dikepung oleh danau-danau mematikan yang siap meledak kapan saja. 

Tidak main-main sebanyak 13 danau kawan dari 43 yang ada di Kamerun bisa jadi senjata pembunuh massal apabila meledak. 

Kamerun diketahui punya cerita pilu mengenai danau yang meledak dan membuat ribuan orang Kamerun meninggal. 

Tepatnya peristiwa itu terjadi pada 21 Agustus 1986 saat permukaan Danau Nyos meledak. Saat itu sebanyak 1.700 orang dan 3.500 hewan meninggal dunia. 

Disebutkan IFL Science, dicuplik dari Sindo News, Sabtu, 17 September 2022, letusan permukaan Danau Nyos itu didorong oleh gelombang gas mematikan yang, telah dilepaskan dari mantel bumi, telah menumpuk di dasar danau selama ratusan tahun. 

Ledakan di danau itu melepas 1,24 juta ton karbon dioksida (CO2). Gas beracun itu kemudian tersebar ke wilayah sekitar Danau Nyos dan membuat ribuan orang dan binatang langsung meninggal.

Henry Ngenyam Bang, peneliti dari Bournemouth Univeristy mengatakan sebelum Danau Nyos meledak, peristiwa yang sama juga terjadi di Danau Kuk yang juga ada di Kamerun. Hanya saja kasualitas yang disebabkan Danau Kuk tidak begitu besar.

Hanya saja hal itu justru mencuatkan fakta bahwa Kamerun dikepung oleh danau-danau kawah yang siap meledak. 

"13 dari 43 danau kawah yang ada merupakan senjata yang siap meledak kapan saja," ujar Henry Ngenyam Bang. 

Untuk mencegah hilangnya nyawa lebih lanjut, rekomendasi Bang adalah agar danau-danau di wilayah tersebut diuji lagi dengan pemeriksaan awal untuk sebagian besar badan air di Jalur Vulkanik Kamerun yang telah terjadi lebih dari tiga dekade lalu.

Indikator seperti profil termal, konsentrasi gas terlarut, luas permukaan, volume air, dan kedalaman, menurutnya dapat digunakan untuk menilai kemungkinan danau menyimpan endapan CO2 dalam jumlah besar. 

Dia mengatakan pengujian itu memang jadi tantangan besar. Hanya saja itu tetap perlu dilakukan guna mempersiapkan diri dan mencegah ledakan danau di masa depan terjadi. 

Metode lainnya menurut dia adalah menempatkan detektor CO2 di dekat danau yang mengkhawatirkan seperti Kuk dan Nyos. 

Alat itu nantinya dapat mendeteksi kondisi yang berubah di danau. Alat itu akan dilengkapi dengan alarm gunamemperingatkan orang-orang yang tinggal di dekatnya untuk pergi ke tempat yang lebih tinggi di mana CO2 berat berjuang untuk mencapainya. 

"Jika pihak berwenang tidak proaktif, skenario bencana Danau Nyos dapat berulang di mana ribuan orang dan ternak tiba-tiba terbunuh,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menyeramkan! Imuwan Temukan Virus Raksasa di Danau Arktik

Menyeramkan! Imuwan Temukan Virus Raksasa di Danau Arktik

| Senin, 12 September 2022 | 12:08 WIB

5 Doa Pagi Hari agar Mendapatkan Rezeki

5 Doa Pagi Hari agar Mendapatkan Rezeki

| Selasa, 30 Agustus 2022 | 05:49 WIB

Ingin Tahu Asal Usul Air di Bumi? Misi Ruang Angkasa Ini Mengungkapnya

Ingin Tahu Asal Usul Air di Bumi? Misi Ruang Angkasa Ini Mengungkapnya

| Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:08 WIB

Naik, Harga Batu Bara Acuan Agustus 2022

Naik, Harga Batu Bara Acuan Agustus 2022

| Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:07 WIB

BNPB Berharap Banyak Warga Manfaatkan Air Hujan

BNPB Berharap Banyak Warga Manfaatkan Air Hujan

| Kamis, 23 Juni 2022 | 07:10 WIB

Terkini

Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah

Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:52 WIB

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

Sagu Papua Go International! Begini Strategi Japamo Maksimalkan Dukungan BRI

Sagu Papua Go International! Begini Strategi Japamo Maksimalkan Dukungan BRI

Bri | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

Usung Aksi Mecha Epik, Anime Vertex Force Umumkan Tayang Oktober 2026

Usung Aksi Mecha Epik, Anime Vertex Force Umumkan Tayang Oktober 2026

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:45 WIB

Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib

Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:45 WIB

Lelaki yang Membawaku Naik Kapal dan Kabur ke Singapura

Lelaki yang Membawaku Naik Kapal dan Kabur ke Singapura

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:42 WIB

15.425 Orang Kena PHK hingga April 2026, Jawa Barat Urutan Pertama

15.425 Orang Kena PHK hingga April 2026, Jawa Barat Urutan Pertama

Sumut | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:41 WIB

Timnas Indonesia U-17 Terjepit di Grup B Piala Asia 2026, Ini Skenario Lolos ke Perempat Final

Timnas Indonesia U-17 Terjepit di Grup B Piala Asia 2026, Ini Skenario Lolos ke Perempat Final

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:38 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Resmi! PB Padel Indonesia Jadi Anggota NOC, Buka Jalan Menuju Pentas Dunia

Resmi! PB Padel Indonesia Jadi Anggota NOC, Buka Jalan Menuju Pentas Dunia

Sport | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB