4. Mudah Depresi
Orang yang memiliki berat badan berlebih akibat kelebihan lemak lebih mungkin mengalami depresi dibanding orang dengan berat badan normal.
Kondisi ini terjadi akibat aktivitas inflamasi di dalam tubuh, perubahan sekresi (pengeluaran) kortisol atau hormon stres, resistensi insulin, dan tekanan sosial. Faktor-faktor ini dapat membuat orang yang memiliki banyak lemak tubuh lebih mudah depresi.
5. Mengganggu Proses Reproduksi
Dampak kelebihan lemak juga bisa terjadi pada sistem reproduksi, termasuk kehamilan dan penurunan kualitas aktivitas seksual.
Selama kehamilan, ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih sangat rentan mengalami keguguran dini hingga komplikasi selama persalinan. Pada pria, obesitas menyebabkan turunnya kualitas sperma.
Akibat kelebihan lemak lainnya adalah menurunkan aktivitas dan kepuasan seksual selama berhubungan intim.
6. Penyakit Pernapasan
Fungsi pernapasan juga dapat terganggu akibat kelebihan berat badan. Dua penyakit pernapasan yang sering dikaitkan akibat kelebihan lemak adalah asma dan sleep apnea obstruktif.
Baca Juga: Petani Milenial Diminta Jangan Mau Kalah Dengan Petani Kolonial
Kedua penyakit tersebut juga nantinya dapat mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, daya tahan tubuh orang yang kelebihan lemak bisa menurun karena tidak cukup istirahat.
7. Risiko Alzheimer
Alzheimer adalah penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi otak, sehingga mengganggu kemampuan berbicara, berpikir, dan aktivitas kognitif lainnya. Umumnya penyakit ini dialami lansia di atas 65 tahun.
Berdasarkan penelitian dalam jurnal Obesity Reviews, orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas memiliki risiko 42 persen lebih tinggi mengalami alzheimer.
8. Masalah Tulang
Kelebihan berat badan juga bisa menyebabkan ketegangan pada tulang, otot, dan sendi. Salah satu contoh penyakit tulang dan sendi yang dapat terjadi akibat kelebihan lemak atau berat badan adalah osteoarthritis, khususnya pada lutut dan pinggul.