Bank BTPN Catatkan Peningkatan Penyaluran Kredit 5 Persen

Tantrum

Rabu, 03 Mei 2023 | 17:48 WIB
Bank BTPN Catatkan Peningkatan Penyaluran Kredit 5 Persen
Bank BTPN

TANTRUM - PT Bank BTPN Tbk (BTPN) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp805 miliar atau tumbuh 7 persen secara tahunan pada kuartal I-2023.

“Bank BTPN berhasil menorehkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal awal 2023. Pencapaian awal tahun ini akan mendukung kinerja baik Bank BTPN untuk terus tumbuh,” ungkap Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Pertumbuhan laba bersih ini terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan operasional sebesar 3 persen secara tahunan dan penurunan biaya kredit sebesar 4 persen.

Peningkatan pendapatan operasional didorong oleh naiknya pendapatan bunga sebesar 26 persen year on year dan naiknya pendapatan operasional lainnya sebesar 4 persen.

Total kredit yang disalurkan Bank BTPN per akhir Maret 2023 mengalami peningkatan sebesar 5 persen secara tahunan menjadi Rp149,90 triliun.

Kredit di segmen korporasi dan usaha kecil menengah masing-masing meningkat sebesar 7 persen dan 14 persen secara tahunan, sementara pembiayaan syariah tumbuh sebesar 11 persen.

Adapun kualitas kredit tetap dijaga dengan nilai gross non performing loan (NPL) berada di level 1,38 persen di akhir Maret 2023 atau turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1,40 persen.

Biaya kredit menurun 4 persen menjadi Rp416 miliar pada kuartal I 2023.

Pertumbuhan kredit BTPN pun mendukung peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 3 persen secara tahunan menjadi Rp2,94 triliun sepanjang tiga bulan pertama 2023.

baca juga

DPK BTPN tercatat tumbuh sebesar 9 persen secara tahunan menjadi Rp116,37 triliun pada akhir Maret 2023 untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pendanaan kredit dan likuiditas.

Pertumbuhan DPK disebabkan oleh peningkatan saldo deposito sebesar 10 persen secara tahunan menjadi Rp76,81 triliun dan peningkatan saldo current account savings account (CASA) sebesar 7 persen menjadi Rp39,57 triliun.

Bank BTPN juga melaporkan peningkatan aset sebesar 6 persen secara tahunan menjadi Rp204 triliun pada akhir kuartal I 2023.

“Bank BTPN juga menjaga rasio likuiditas dan pendanaan berada di tingkat yang sehat, dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 240,66 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 126,65 persen pada 31 Maret 2023. Adapun rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) 29,3 persen,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KNPI Minta Nasionalisasi Blok Tangguh

KNPI Minta Nasionalisasi Blok Tangguh

Tantrum | Rabu, 03 Mei 2023 | 16:56 WIB

Wamenkumham Janji Setor Draf RUU Perampasan Aset ke DPR pada 16 Mei

Wamenkumham Janji Setor Draf RUU Perampasan Aset ke DPR pada 16 Mei

News | Rabu, 03 Mei 2023 | 13:37 WIB

Kimia Farma Raup Laba Bersih Rp 24,62 Miliar di Kuartal I 2023

Kimia Farma Raup Laba Bersih Rp 24,62 Miliar di Kuartal I 2023

Bisnis | Rabu, 03 Mei 2023 | 14:02 WIB

Terkini

Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat

Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat

Sulsel | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:55 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Perbasi Surakarta 2026-2030 Dilantik, Bidik Sapu Bersih Emas Porprov Jateng 2026

Perbasi Surakarta 2026-2030 Dilantik, Bidik Sapu Bersih Emas Porprov Jateng 2026

Surakarta | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:32 WIB

Pencurian 22 Gerai Alfamart di Lombok Terungkap

Pencurian 22 Gerai Alfamart di Lombok Terungkap

Bali | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

Anak Merah Putih di Ujung Sabah

Anak Merah Putih di Ujung Sabah

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:05 WIB

Kejagung Arahkan Pemkab Bekasi Kelola Stadion Skema Begini

Kejagung Arahkan Pemkab Bekasi Kelola Stadion Skema Begini

Bekaci | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:01 WIB

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:00 WIB

Prambanan Jazz 2026: Hemat Liburan dengan Promo Hotel & Kuliner dari BRImo

Prambanan Jazz 2026: Hemat Liburan dengan Promo Hotel & Kuliner dari BRImo

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:59 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

×