Jepang Jadi Negara Tujuan Utama Ekspor Perikanan Indonesia

Tantrum Suara.Com
Selasa, 01 Agustus 2023 | 19:55 WIB
Jepang Jadi Negara Tujuan Utama Ekspor Perikanan Indonesia
Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki melakukan kunjungan ke perusahaan perikanan Marusen Suisan di Jepang, Selasa (1/8/2023). ANTARA/HO-KemenKopUKM.

TANTRUM - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menjajaki potensi kerja sama bidang pengolahan hasil perikanan dengan Jepang usai melakukan kunjungan ke perusahaan perikanan terbesar di Jepang yakni Marusen Suisan.

“Kita menjajaki kemungkinan kolaborasi teknologi untuk meningkatkan kualitas dan keragaman produk olahan seafood, seperti saus untuk campuran seafood dan asinan ikan,” kata MenKopUKM Teten Masduki dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Teten menjelaskan produksi perikanan tangkap di Indonesia khususnya perikanan laut tumbuh 2,23 persen dan perairan umum darat 2,71 persen pada 2020.

Selain itu, perdagangan bilateral untuk produk perikanan Indonesia diperkirakan memiliki nilai ekspor sebesar 6,24 miliar dolar AS dengan volume sebesar 1,22 juta ton pada 2022.

Jepang pun dinilainya merupakan salah satu negara tujuan utama ekspor perikanan Indonesia dengan total ekspor sebesar 1.431,5 ton.

“Kemitraan ini dapat menghasilkan keuntungan bersama, memanfaatkan keahlian masing-masing untuk menciptakan produk yang inovatif dan ramah pasar,” sebutnya.

Teten mengatakan, tujuan kunjungan kerjanya tersebut juga untuk memperluas jaringan informasi perdagangan bagi komoditas perikanan.

Menurutnya, berbagi wawasan pasar dan data perdagangan dapat meningkatkan pemahaman Indonesia tentang preferensi konsumen dan pola permintaan yang mengarah pada keputusan perdagangan yang lebih strategis dan potensi pertumbuhan di sektor perikanan.

Selain berkunjung ke Marusen Suisan, MenKopUKM juga mendatangi Nagasaka Unagi Farm yang merupakan salah satu peternakan sidat terbesar di Jepang. Sidat merupakan ikan seperti belut yang panjangnya berkisar 80-125 cm.

Baca Juga: Viral PT BME Dipailitkan, Ini Kata Pakar

Menurutnya, Indonesia juga dapat mengambil peran dalam kerja sama dengan Jepang terkait komoditas sidat.

Utamanya di Pulau Jawa khususnya Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Cilacap merupakan sentra produksi belut dengan kapasitas produksi yang cukup besar.

Namun, meskipun permintaan sidat di pasar luar negeri masih terbuka lebar mencapai 300.000 ton per tahun, Indonesia belum dapat sepenuhnya memenuhi permintaan tersebut.

“Jepang sebagai salah satu negara tujuan ekspor utama di sektor perikanan dan pasar yang signifikan untuk produk perikanan, khususnya sidat, menjadi salah satu negara yang peluangnya sangat baik untuk kita ajak kerja sama terkait ini,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI