SuaraTasikmalaya.id – Jelang persidangan Ferdy Sambo dkk yang akan digelar pekan depan. Kabar terbarunya, muncul fakta baru bahwa Kuat Ma'ruf memiliki peran besar pada aksi Putri Candrawathi yang melaporkan Brigadir J ke Ferdy Sambo.
Kuat Ma'ruf ternyata mendesak Putri Candrawathi untuk melapor ke Ferdy Sambo tentang Yosua.
Hal tersebut terungkap dalam petikan surat dakwaan jaksa ini dilihat di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2022).
Diketahui Kuat Ma’ruf memprovokasi istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi untuk melaporkan dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J ke suaminya.
"Saksi Kuat Ma'ruf mendesak Saksi Putri Candrawathi untuk melapor kepada Terdakwa Ferdy Sambo dengan berkata: 'Ibu Harus Lapor Bapak, biar di rumah ini tidak ada duri dalam rumah tangga ibu'," bunyi petikan dakwaan jaksa dilihat di SIPP PN Jakarta Selatan.
![Kuat Ma'ruf supir keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. [Suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/tasikmalaya/thumbs/1200x675/2022/10/13/1-kuat-maruf-supir-keluarga-ferdy-sambo-dan-putri-candrawathi.jpg)
Ketika Kuat Ma’ruf yang saat itu mencoba provokasi Putri Candrawathi lapor ke Ferdy Sambo, ia diketahui belum mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di kamar tersebut.
Meskipun saat itu saksi Kuat Ma'ruf masih belum mengetahui secara pasti kejadian yang sebenarnya," lanjut jaksa.
Mulanya Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR bersama Bharada Richard Eliezer yang saat itu di Mesjid Agung Magelang ditelepon Putri Candrawathi untuk ke rumahnya di Magelang.
Kemudian Bripka RR diminta istri Ferdy Sambo untuk memanggil Brigadir J untuk menghadap ke kamar pribadi Putri Candrawathi di rumah Magelang.
Brigadir J yang sebelumnya sempat menolak, akhirnya mau menemui istri Ferdy Sambo usai dibujuk oleh Bripka RR.
Kemudian jaksa menyebut dalam dakwaannya jika RR meninggalkan Brigadir J dan Putri Candrawathi di kamar tersebut.
"RR meninggalkan Putri Candrawathi dan korban Brgadir J berdua berada di dalam kamar pribadi Putri Cabdrawathi sekira 15 (lima belas) menit lamanya," bunyi petikan dakwaan jaksa dilihat di SIPP PN Jaksel.
Usai Brigadir J keluar, saat itulah diketahui alasan provokasi dilancarkan Kuat Ma’ruf kepada Putri Candrawathi untuk melaporkannya ke Ferdy Sambo.
“Ibu harus lapor bapak, biar di rumah ini tidak ada duri dalam rumah tangga ibu," kata Kuat pada Putri.
Dipengaruhi Kuat Ma'ruf, Putri Candrawathi disebut menelepon Ferdy Sambo pada hari Jumat, 8 Juli 2022, hingga akhirnya menimbulkan kemarahan dan terjadi pembunuhan terhadap Brigadir J.