SuaraTasikmalaya.id - Anne Ratna Mustika mulai melayani permainan Dedi Mulyadi yang sejak gugatan cerai mencuat, selalu menguasai opini di media sosial.
Hasilnya, Anne Ratna Mustika melakukan manuver yang justru dinilai sebagai bumerang.
Penyebabnya, opini yang dilontarkan Anne Ratna Mustika tentang bagaimana kinerja Bupati Purwakarta sebelum dirinya, malah disangkut pautkan dengan masalah keluarga.
Dan mau tidak mau, saat ini karena Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi memiliki basis massa di medsos cukup banyak, masalah pribadi ini jadi gorengan di medsos.
Saat ini yang awalnya hanya sekadar gugat cerai, kini malah konflik rumah tangga antara Dedi Mulyadi dan istrinya yang merupakan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika semakin meruncing.
Mereka berdua baik Dedi Mulyadi maupun Anne Ratna Mustika, saling sindir di media sosial terkait dengan apa yang pernah dilakukan.
Misalnya saat Kang Dedi Mulyadi selesai menjadi Bupati Purwakarta, disebut malah meninggalkan beban utang sekitar Rp28 miliar untuk Pemkab Purwakarta.
Bukan itu saja, Dedi Mulyadi yang sudah tidak memiliki jabatan di Purwakarta, selama ini malah mendiami aset pemkab yang diduga sepihak.
Lantaran kini hubungan dengan istrinya memanas, akhirnya Dedi Mulyadi diusir dari Gedung Kembar yang selama ini digunakan untuk kantor kedua.
Seolah tak mau tersudutkan, Kang Dedi Mulyadi membalas sindiran istrinya yang saat ini menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
Dedi Mulyadi melempar sindiran soal kebiasaan Anne sebagai Bupati Purwakarta lebih memilih berkegiatan di hotel dibanding dengan di gedung milik Pemkab Purwakarta sendiri.
Dikatakan Dedi Mulyadi, di eranya membangun banyak gedung untuk berkegiatan seluruh masyarakat termasuk pejabatnya.
nah, yang menarik adalah tentang sosok Kang Dedi Mulyadi yang disebut-sebut kemungkinan besar maju sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat pada 2024 nanti.
Apakah elektabilitas Dedi Mulyadi masih tinggi terkait dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024?
Tentang hal itu, Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Arlan Siddha menyebut, saat ini yang ada dalam sosok Kang Dedi Mulyadi adalah masalah konflik keluarga.
Aksi saling sindir antara Dedi Mulyadi dan Anne Ratna dinilai Arlan akan mempengaruhi opini publik.
Apalagi kata dia, baik Anne Ratna Mustika maupun Dedi Mulyadi sama-sama kader Partai Golkar.
"Kalau kedua ini saling melempar sindiran ini akan membuat publik bertanya-tanya hal tersebut bisa mempengaruhi opini publik yang pada akhirnya akan membuat konstituen menjadi kecewa," ujar Arlan.
Arlan melihat jika kisruh dua pejabat publik itu tidak akan berdampak signifikan terhadap elektabilitas Partai Golkar.
Begitupun elektabilitas Dedi Mulyadi yang menurut Arlan masih memiliki peluang tinggi untuk maju pada Pilgub Jabar 2024.
Meski ada dampak dari konflik rumah tangga yang sampai keluar ke publik, namun kata dia jika hal itu tidak signifikan dampaknya.
"Untuk di Jabar pengamatan saya masih masuk unggulan," ungkapnya dilansir dari Suara.com dan Suara Jabar.
Saat ini Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika masih berproses di Pengadilan Agama Purwakarta terkait perkara perceraian.
Sudah enam kali sidang digelar, dari agenda mediasi hingga kini sudah memasuki agenda materi gugatan perceraian.
Perkara perceraian ini sudah didaftarkan sejak 19 September 2022 lalu atau sudah dua bulan lebih berlalu. (*)
Artikel ini juga tayang di denpasar.suara.com berjudul Konflik Rumah Tangga Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Terus Meruncing, Bagaimana Elektabilitas di Pilgub 2024? Ini Kata Pengamat Politik