Studi: Simpanse Miliki Kemampuan untuk Memasak

Liberty Jemadu

Jum'at, 05 Juni 2015 | 06:41 WIB
Studi: Simpanse Miliki Kemampuan untuk Memasak
Ilustrasi kelompok simpanse (Shutterstock).

Suara.com - Simpanse mempunyai sebagian besar kemampuan mental yang diperlukan untuk memasak makanan, demikian hasil penelitian terbaru di Amerika Serikat yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society edisi 3 Juni kemarin.

Studi itu bertujuan untuk membuktikan bahwa kemampuan untuk memasak sudah tertanam dalam otak oleh nenek moyang manusia sejak jutaan tahun silam. Selain itu studi itu juga menyimpulkan bahwa manusia sudah mulai memasak makanan segera setelah mengetahui cara mengendalikan api.

Dalam penelitian itu, Felix Warneken dari Universitas Harvard menggelar serangkaian eksperimen yang melibatkan beberapa ekor simpanse. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah primata itu memiliki kemampuan mental untuk memasak.

Warneken menggelar serangkaian eksperimen. Ia mengamati apakah simpanse lebih memilih makanan yang sudah dimasak atau yang masih mentah. Ia juga memantau apakah simpanse bisa menunggu makanan mentah dimasak hingga matang.

Sementara dalam sebuah eksperimen ditemukan bahwa saat diberi makanan mentah, simpanse akan menyimpannya di dalam sebuah kotak, yang oleh para ilmuwan kemudian digantikan dengan makanan yang sudah matang dimasak.

Nah, pertanyaannya kini, mengapa simpanse tidak memasak makanannya sendiri?

Menurut Warneken ada dua alasan simpanse tak memasak makanannya sendiri. Pertama binatang itu belum bisa mengendalikan api. Kedua memasak membutuhkan keterampilan sosial dan ini juga tak dimiliki simpanse.

Yang dimaksud dengan keterampilan sosial oleh Warneken adalah kemampuan simpanse untuk mempercayai rekan dalam kelompoknya tidak akan mencuri makanan mentah yang ia siapkan untuk dimasak.

Warneken mengatakan bahwa eksperimennya menunjukkan bahwa sebagian besar keterampilan mental yang dibutuhkan untuk memasak sudah dimiliki nenek moyang manusia sejak 5 sampai 7 juta tahun silam. Jadi memasak mulai dipraktikan oleh manusia ketika sudah bisa mengendalikan api dan saat sudah ada rasa percaya bahwa manusia lain tak akan mencuri makanannya.

"Rasa percaya adalah komponen penting agar memasak bisa dipraktikan dalam kelompok sosial," kata Warneken.

Motivasi di balik studi Warneken itu adalah untuk membuktikan sebuah teori lain yang mengatakan bahwa memasak adalah faktor yang membuat otak manusia menjadi lebih besar.Teori itu ditelurkan oleh pakar primata, Richard Wrangman, rekan Warneken di Harvard.

Menurut Wrangman dengan memasak manusia purba bisa memeroleh lebih banyak protein dan asupan itu yang membuat otak manusia bertumbuh lebih besar. Dengan demikian hasil studi Warneken ini mendukung teori Wrangman.

"Agar hipotesis (Wrangman) terbukti, maka manusia harus sudah mengenal praktik memasak sejak awal evolusi," kata Warneken.

Sejumlah pakar dalam evolusi manusia mengatakan studi Warneken ini menarik karena simpanse dan manusia mempunyai kemampuan psikologi yang sama, meski studi ini tak menambah banyak informasi terkait sejarah evolusi manusia. (BBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi Terbaru: Hobit Flores Bukan Spesies Baru Manusia

Studi Terbaru: Hobit Flores Bukan Spesies Baru Manusia

Tekno | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 11:38 WIB

Upss, 'Mr P' Pun Berevolusi

Upss, 'Mr P' Pun Berevolusi

Lifestyle | Kamis, 13 Maret 2014 | 14:59 WIB

Terkini

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:00 WIB

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:53 WIB

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

×