Inilah Telegram, Aplikasi Andalan ISIS Berbagi Informasi Rahasia

Ruben Setiawan

Kamis, 19 November 2015 | 14:00 WIB
Inilah Telegram, Aplikasi Andalan ISIS Berbagi Informasi Rahasia
Militan ISIS. (Reuters)

Suara.com - Sebuah layanan aplikasi pengiriman pesan disinyalir sebagai sarana promosi dan media rekrutmen yang afektif bagi kelompok ISIS. Telegram, aplikasi tersebut, dibangun oleh pendiri situs media sosial terpopuler di Rusia, VKontakte.

Meski baru dibangun dua tahun yang lalu, Telegram sudah dikenal di seluruh dunia sebagai salah satu sarana paling aman untuk mengunggah dan membagikan pesan teks, video, dan pesan suara. Saat ini, Telegram sudah memiliki 60 juta pengguna aktif.

Sebuah fitur baru yang diperkenalkan Telegram pada September lalu menjadi metode andalan bagi ISIS untuk menyiarkan berita dan berbagi video tentang aksi maupun pertemuan. ISIS juga menggunakan Telegram untuk menyatakan diri sebagai dalang aksi teror Paris yang menewaskan 129 orang, serta pengeboman pesawat Metrojet Rusia yang menewaskan 224 orang.

Telegram jadi pilihan karena media sosial mainstream macam Twitter makin gencar melakukan penutupan akun yang berkaitan dengan ISIS. Analis anti-terorisme dari perusahaan intelijen swasta New York, Flashpoint, Alex Kassirer, mengatakan bahwa ISIS menggunakan kanal broadcast Telegram untuk mengirim rilis tentang perekrutan, inspirasi, dan motivasi.

Rita Katz, direktur Bethesda, layanan monitoring gerakan ekstrimisme SITE, ISIS kini memiliki tiga puluh sampai empat puluh kanal di Telegram yang berfungsi sebagai layanan rilis pers. Beberapa kanal bahkan menarik hingga puluhan ribu pengikut.

Tidak seperti Twitter yang menutup ribuan akun terkait ISIS karena dinilai melanggar aturan perusahaan, sejauh ini Telegram masih membiarkan para simpatisan ISIS beroperasi tanpa khawatir ditutup, apalagi dilacak.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Telegram terkait isu tersebut. Namun, menyusul publikasi laporan ini, Telegram, lewat situs resminya, menyatakan akan memblokir kanal-kanal ISIS.

Telegram dibangun oleh Pavel (31) dan Nicolay Durov (34), kakak beradik asal Rusia yang membangun VKontakte, media sosial terkenal Rusia yang terinspirasi Facebook. Pada tahun 2014, VKontakte jatuh ke tangan sekelompok pengusaha yang memiliki kedekatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah melawan kebijakan pemerintah memblokir para petinggi oposisi Rusia.

Pavel dan Nicolay pindah ke Berlin, Jerman dan membuat Telegram dengan dana mereka sendiri. Telegram mengatakan, tidak akan semata-mata mengejar keuntungan. Jika kehabisan dana, mereka mengaku akan meminta donasi dan menjual aplikasi tambahan.

Keunggulan Telegram adalah kemampuannya untuk mengenkripsi pesan tanpa memungut bayaran, ke banyak gadget pengguna. Hal ini amat bermanfaat bagi orang-orang yang kerap bergonta-ganti perangkat komunikasi. Fitur pesannya juga memungkinkan pengguna berbagi video dan pesan suara berukuran besar tanpa perlu takut terdeteksi pihak ketiga. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia

Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:10 WIB

Sosok Abdul Ballout, Penabrak Kerumunan Orang di Parade Gay Pride di Berlin

Sosok Abdul Ballout, Penabrak Kerumunan Orang di Parade Gay Pride di Berlin

News | Senin, 27 Juli 2026 | 10:34 WIB

Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

News | Senin, 27 Juli 2026 | 07:33 WIB

Anak 16 Tahun Mau Bakar Gereja, Diduga Diperintahkan ISIS

Anak 16 Tahun Mau Bakar Gereja, Diduga Diperintahkan ISIS

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:36 WIB

Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?

Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:31 WIB

Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV

Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:57 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

Jual Video Asusila via Telegram, Pasangan Muda di Kediri Ditangkap Polisi

Jual Video Asusila via Telegram, Pasangan Muda di Kediri Ditangkap Polisi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:21 WIB

Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom

Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

Telegram Karya Putu Wijaya: Kabar Duka dari Dunia yang Tak Pernah Pasti

Telegram Karya Putu Wijaya: Kabar Duka dari Dunia yang Tak Pernah Pasti

Your Say | Minggu, 12 April 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 08:27 WIB

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:22 WIB

50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB

Grand Blue Dreaming Umumkan Season 4, Kehidupan Percintaan Iori Makin Rumit

Grand Blue Dreaming Umumkan Season 4, Kehidupan Percintaan Iori Makin Rumit

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:12 WIB

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 08:10 WIB

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 08:04 WIB

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

×