NASA Akan Kobarkan Api Raksasa di Luar Angkasa

Liberty Jemadu

Jum'at, 18 Maret 2016 | 06:12 WIB
NASA Akan Kobarkan Api Raksasa di Luar Angkasa
Ilustrasi api (Shutterstock).

Suara.com - Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan akan menyalakan api raksasa di luar angkasa, yang merupakan eksperimen terbarunya yang bertujuan untuk mempersiapkan misi antariksa yang lebih aman di masa depan.

"Riset ini penting bagi keamanan misi antariksa masa depan," kata Gary Ruff, salah satu insinyur NASA yang memimpin eksperimen tersebut.

Tujuan dari eksperimen itu secara khusus adalah untuk mengukur besarnya kobaran api, seberapa cepat ia menyebar, panas yang dihasilkan, dan seberapa banyak gas yang dihasilkan dari pembakaran.

Eksperimen itu rencananya akan digelar di dalam kapsul Cygnus, yang akan diluncurkan ke Stasiun Antariksa Internasinoal (ISS) dari Cape Canaveral, Florida, AS pada 23 Maret nanti. Kapsul itu akan diangkut oleh roket Atlas 5.

Rencananya api akan dikobarkan di dalam Cygnus, setelah kapsul itu melepas diri dari ISS. Api akan dipicu dari pusat kendali di Bumi, demikian jelas Ruff.

Hasil eksperimen yang dinamai Saffire-1 ini akan digunakan untuk mengukur kekuatan pesawat antariksa dan baju pelindung astronot terhadap kobaran api. Riset itu juga akan membantu NASA mengembangkan sistem pendeteksi dini api dan sistem pemadam kebakan di pesawat antariksa masa depan.

Selain itu, eksperimen tersebut akan digunakan untuk mengukur pengaruh gaya gravitasi yang sangat kecil dan minimnya jumlah oksigen terhadap besarnya kobaran api di antariksa.

"Memahami perilaku api di antariksa telah menjadi fokus banyak eksperimen kami selama beberapa tahun terakhir," kata Ruff.

Sebelumnya para ilmuwan telah mencoba menyalakan api di antariksa, tetapi besar kobarannya masih terbatas.

"Untuk benar-benar memahami sifat api, Anda harus mengukur api pada ukuran yang lebih realistis," ujar Ruff.

Dalam eksperimen itu Cygnus akan dilengkapi dengan kamera serta sensor suhu, oksigen, dan karbon dioksida yang tersambung dengan pusat kendali di Bumi. Api raksasa itu diperkirakan akan menyala selama 20 menit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setahun di Antariksa, Kelly: Mars Bisa Didarati Manusia

Setahun di Antariksa, Kelly: Mars Bisa Didarati Manusia

Tekno | Minggu, 06 Maret 2016 | 18:44 WIB

NASA Terkejut, Lebih dari 18.000 Orang Melamar Jadi Astronot

NASA Terkejut, Lebih dari 18.000 Orang Melamar Jadi Astronot

Tekno | Sabtu, 20 Februari 2016 | 16:05 WIB

Amerika Bentuk Lembaga Penangkis Asteroid

Amerika Bentuk Lembaga Penangkis Asteroid

Tekno | Selasa, 12 Januari 2016 | 14:27 WIB

Ternyata, Lubang Hitam Bisa 'Bersendawa' Usai 'Menyantap' Bintang

Ternyata, Lubang Hitam Bisa 'Bersendawa' Usai 'Menyantap' Bintang

Tekno | Kamis, 07 Januari 2016 | 09:52 WIB

Wow, NASA Temukan "Lightsaber" Star Wars di Ruang Angkasa

Wow, NASA Temukan "Lightsaber" Star Wars di Ruang Angkasa

Tekno | Sabtu, 19 Desember 2015 | 06:44 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×