Memprediksi Kapan Kita Akan Mati, Bisakah?

Suwarjono

Rabu, 03 Agustus 2016 | 19:42 WIB
Memprediksi Kapan Kita Akan Mati, Bisakah?
Ilustrasi Lalat Buah

Suara.com - Pendapat umum mengatakan kematian adalah rahasia Tuhan. Namun sejumlah peneliti mempunyai pendapat berbeda setelah melakukan eksperimen untuk mengungkap  fase terpenting kehidupan ini dengan melakukan eksperimen terhadap lalat buah.  Para peneliti beranggapan, apa yang terjadi pada kehidupan lalat itu juga bisa terjadi pada manusia.

Hingga kini pakar biologi beranggapan hanya ada dua fase fundamental dalam makluk hidup, yaitu masa kecil dan masa dewasa.  Masa kecil ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan pesat, sebuah tahap sebelum kita dewasa secara seksual. Dalam fase ini, potensi kematian secara konstan berada pada posisi paling rendah.

Nah, pada masa dewasa pertanda dimulai ketika mencapai kedewasaan secara seksual. Potensi kematian juga rendah ketika kita memulai kehidupan dewasa - ini ketika kita berada dalam tahap paling prima dan punya kemungkinan besar memiliki anak. Tetapi selagi waktu berjalan, tubuh kita mulai menua dan menurun. Setiap tahun berganti, potensi kematian meningkat  lebih cepat ketika kita bertambah tua. Saat orang berusia 60 tahun memiliki potensi kematian lebih besar dari orang berusia 50 tahun, orang berumur 90 tahun tetap memiliki potensi mati yang sama dengan orang berusia 100 tahun. "Laju potensi kematian berhenti dan Anda akan melihat garis yang stabil," kata Laurence Muellerat dari University of California di Irvine seperti dilansir BBC.

Laurence Muellerat mulai meneliti masalah itu dalam populasi lalat buah Drosophila. “Kami mengambil 2.828 lalat betina dan meletakannya masing-masing dalam botol kecil bersama dua lalat jantan," kata Mueller. "Setiap hari kami pindah setiap perempuan ke botol baru dan menghitung berapa banyak telur yang telah mereka tinggalkan. Dan, kami terus melakukan hal ini sampai mereka semua mati."

Lalat umumnya memiliki masa hidup selama beberapa pekan. "Ini adalah eksperimen besar," kata Mueller. Dia mengakui bahwa ini juga menjemukan: memindahkan begitu banyak lalat tiap hari - dan menghitung jumlah telur-telur kecil mereka - bisa membuat Anda cepat lelah. Mahasiswa pascasarjana Rose, Casandra Rauser, dan lusinan mahasiswa sarjana lain mengambil alih tugas itu.

Dan, setelah segala upaya, hasil awalnya tampak mengecewakan. Kesuburan tampaknya tidak secara jelas berhenti ketika lalat memasuki 'masa akhir'.  Kesimpuln awal, laju kesuburan lalat - jumlah telur yang dia hasilkan perhari - anjlok dua minggu sebelum dia mati.

Bahkan lebih luar biasa, penurunan kesuburan ini terjadi tidak tergantung pada usia berapa lalat tersebut pada saat kematian. Jika lalat berusia 60 hari sedang mendekati kematian tingkat kesuburannya menurun drastis - tapi begitu pula tingkat kesuburan lalat yang baru berusia 15 hari yang kebetulan akan mati muda.

Ini adalah fitur universal kehidupan, fase keempat baru yang berbeda baik dari masa kecil, dewasa atau akhir kehidupan. Mueller dan Rose menyebutnya "spiral kematian".

Itu pada tahun 2007 di tahun-tahun berikutnya mereka mencari lebih banyak bukti soal spiral kematian ini. Pada tahun 2012, misalnya, mereka menemukan bahwa lalat buah jantan mengalami penurunan kesuburan yang sama di hari-hari menjelang kematian. Pengumpulan data berulang ketika itu diambil oleh mahasiswa pascasarjana Parvin Shahrestani.

"Selagi lalat jantan menua, kemampuannya untuk membuahi betina semakin buruk dan buruk," kata Mueller. "Tapi ketika laki-laki akan mati - apakah berusia muda, setengah baya atau tua- kemampuan mereka untuk mereproduksi jauh lebih rendah dari pejantan pada usia yang sama yang akan hidup beberapa pekan lagi."

Baru-baru ini, pada 2016, Mueller dan Rose mengambil data dari serangkaian percobaan tentang umur panjang dan kesuburan lalat buah yang telah dilakukan oleh para peneliti yang bekerja secara independen di empat laboratorium berbeda. Sekali lagi, dataset gabungan mengungkapkan kehadiran spiral kematian, kata Mueller.

Lalat betina, berapapun usianya, mengalami penurunan drastis terkait kesuburan mereka pada dua pekan sebelum kematian. Dua peneliti ini dan kolega mereka bahkan menemukan bahwa mungkin saja, dalam tingkat yang terbatas, untuk memprediksi hari apa lalat akan mati dengan melihat seberapa subur lalat itu dalam tiga hari sebelumnya - dan mengabaikan data lain termasuk usia lalat. "Kami memprediksi sekitar 80% kematian dengan tepat," kata Mueller.

Rose dan Mueller tidaklah sendiri dalam upaya menyelidiki kaitan kesuburan dan kematian. James Curtsinger di University of Minnesota telah melakukan eksperimennya sendiri terhadap penuaan dan kematian lalat buah - yang baru-baru ini didiskusikan dalam makalah 2016 - dan penelitiannya juga mengungkap penurunan kesuburan dalam periose sebelum kematian, sejalan dengan temuan Mueller dan Rose.

Secara signifikan, Curtsinger juga menemukan bahwa penurunan kesuburan jelang kematian tidak tergantung pada usia: lalat yang relatif muda dan lalat tua keduanya mengikuti pola yang sama.

Tapi, penelitian Curtsinger memiliki perbedaan dari Mueller dan Rose dalam beberapa hal penting. Untuk satu hal, dia tidak berpikir pengamatan ini adalah bukti dari fase keempat yang berbeda dan universal dalam kehidupan - dia tidak yakin bahwa manusia atau spesies lain yang secara biologis berbeda dari lalat buah akan mengalami penurunan kesuburan yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Politisi Nasdem Kecam RS Muhammad Husin Tolak Pasien

Politisi Nasdem Kecam RS Muhammad Husin Tolak Pasien

News | Kamis, 12 Mei 2016 | 08:44 WIB

Terkini

Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang

Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru

Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:29 WIB

PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun

PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:26 WIB

5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan

5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:17 WIB

30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital

30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Sepotong Rendang Pelepas Rindu

Sepotong Rendang Pelepas Rindu

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar

Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?

Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?

Video | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika

Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:59 WIB

×