Berbeda Pendapat Secara Damai? Ini 3 Tipsnya Menurut Sains

Liberty Jemadu

Selasa, 07 Februari 2017 | 20:35 WIB
Berbeda Pendapat Secara Damai? Ini 3 Tipsnya Menurut Sains
Ilustrasi berdebat (Shutterstock).

Suara.com - Suhu politik menjelang pemilihan kepala daerah, khususnya Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 15 Februari mendatang, memang sedang tinggi. Ini perparah dengan tak terkendalinya informasi palsu atau hoax di media sosial.

Hampir setiap hari kita melihat adu argumentasi di media sosial. Perang kata-kata di Twitter, yang beken dikenal sebagai twitwar, sudah jadi menu harian di Tanah Air.

Sayang seringkali yang terjadi bukan adu argumentasi, tetapi saling maki, ejek, dan risak yang tidak sehat. Ruang publik akhirnya berubah menjadi etalase untuk memamerkan kata-kata kotor dan kedangkalan pikiran.

Tetapi bisakah berdebat atau berbeda pendapat secara damai dan cerdas? Tentu saja bisa.

Michelle Kinder, seorang pakar kesehatan emosi dari Momentous Institute di Dallas, Amerika Serikat punya tiga tips agar perdebatan dan perbedaan pendapat bisa dilakukan dengan damai dan sopan.

Berikut tips dari Kinder, seperti diulas Time:

1. Waspadai "amygdala hijack"
Yang berlebih-lebihan itu tidak baik, termasuk reaksi yang lebay ketika berdebat. Tetapi dengan memahami fenomena neurobiologi di balik reaksi yang berlebihan, kita diharapkan untuk lebih bisa mengendalikan diri.

Ketika perbedaan pendapat tak bisa dijembatani lagi, amygdala - bagian otak yang memproses emosi - bisa membajak pre-frontak cortex, area otak yang bertanggung jawab atas proses berpikir rasional.

Jika ini sudah terjadi, maka kita akan sukar melihat atau membedah satu masalah dengan jernih.

Tetapi kita juga bisa melatih otak untuk memberikan peringatan saat ini terjadi. Misalnya saat berdebat, perhatikan tanda-tanda pada tubuh, seperti kecepatan detak jantung. Jika sudah terlalu cepat, itu tandanya emosi kita sudah lebih dominan.

Karenanya berusahalah untuk kembali tenang agar bisa berpikir lebih jernih. Dengan ini kita mungkin tak segera bisa memenangkan debat atau menyelesaikan masalah, tetapi setidaknya bisa mengendalikan kata-kata agar lebih sopan.

2. Hadapi perbedaan dengan rasa ingin tahu yang tulus
Ketika menghadapi orang baru, otak kita akan memutuskan apakah mereka "orang lain" atau bagian dari kelompok "kita" hanya dalam sepersekian detik. Penilaian seperti ini bisa mengurangi kemampuan untuk mendengarkan pendapat orang lain dengan pikiran terbuka.

Biasakan untuk mendengarkan pendapat orang lain tanpa lebih dulu menghakimi atau memberikan label tertentu. Kebiasaan ini akan mengubah cara kita menilai orang lain, menjadi lebih berwarna dan menyeluruh sebagai manusia.

Dengan cara ini kita akan lebih mudah menerima kesalahan atau kelemahan orang lain, termasuk kelemahan kita sendiri.

3. Tegas soal prinsip
Untuk menciptakan keluarga, komunitas, atau bangsa yang menerima serta terbiasa dengan perbedaan pendapat, maka kita harus kokoh memegang prinsip-prinsip dasar kemanusiaan seperti menolak rasisme dan sikap menggeneralisasi.

Tegaslah saat menolak aksi intoleran, baik dalam ruang publik maupun dalam kehidupan pribadi. Lawanlah sindiran atau lelucon yang merendahkan kelompok, etnis, atau gender tertentu. Toleransi harus dibudayakan dalam masyarakat dan dalam keluarga.

Pelajari konteks dan sejarah masa lalu dengan melakukan riset yang memadai, sehingga kita dan anak-anak kita memahami latar belakang perbedaan dan sejarah kelam pertikaian antara kelompok di masa lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

7 Zodiak Paling Dominan saat Berdebat, Argumen Sulit Dikalahkan Lawan

7 Zodiak Paling Dominan saat Berdebat, Argumen Sulit Dikalahkan Lawan

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:14 WIB

Sebut Ucapan 'Ndasmu' Perbuatan Tercela, Fedi Nuril: Berarti Prabowo Bisa Kena Pasal 7A UUD 1945

Sebut Ucapan 'Ndasmu' Perbuatan Tercela, Fedi Nuril: Berarti Prabowo Bisa Kena Pasal 7A UUD 1945

News | Rabu, 26 Februari 2025 | 16:01 WIB

Usai Diledek Mirip Bocah, Fedi Nuril Kini Kuliti Jejak Prabowo saat Kabur ke Yordania: Gue Punya Bukti...

Usai Diledek Mirip Bocah, Fedi Nuril Kini Kuliti Jejak Prabowo saat Kabur ke Yordania: Gue Punya Bukti...

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 16:14 WIB

Fedi Nuril Terlibat Twitwar! Kuliti Cuitan Lawas Akun Kurawa Sindir Kaesang Empire

Fedi Nuril Terlibat Twitwar! Kuliti Cuitan Lawas Akun Kurawa Sindir Kaesang Empire

Video | Senin, 16 September 2024 | 19:35 WIB

Twitwar hingga Trending! Fedi Nuril Kuliti Cuitan Lawas Akun Kurawa Sindir Kaesang Empire: Bohir - Gurita Solo Diungkit

Twitwar hingga Trending! Fedi Nuril Kuliti Cuitan Lawas Akun Kurawa Sindir Kaesang Empire: Bohir - Gurita Solo Diungkit

News | Kamis, 12 September 2024 | 16:18 WIB

Pandai Berdebat, Ini 4 Zodiak yang Suka Bertengkar dengan Orang Lain

Pandai Berdebat, Ini 4 Zodiak yang Suka Bertengkar dengan Orang Lain

Your Say | Senin, 05 Juni 2023 | 10:03 WIB

4 Alasan Pasangan Memilih Menolak Berdebat Ketika Ada Konflik

4 Alasan Pasangan Memilih Menolak Berdebat Ketika Ada Konflik

Your Say | Sabtu, 18 Februari 2023 | 15:31 WIB

Etika Berdebat yang Bijak dalam Buku 'Enaknya Berdebat dengan Orang Goblok'

Etika Berdebat yang Bijak dalam Buku 'Enaknya Berdebat dengan Orang Goblok'

Your Say | Minggu, 04 Desember 2022 | 13:15 WIB

Enggak Perlu Pakai Emosi, Ini 3 Tips Berdebat Secara Elegan

Enggak Perlu Pakai Emosi, Ini 3 Tips Berdebat Secara Elegan

Your Say | Jum'at, 18 November 2022 | 16:20 WIB

Gus Miftah Tak Gentar Dilaporkan Persatuan Dukun Indonesia

Gus Miftah Tak Gentar Dilaporkan Persatuan Dukun Indonesia

Foto | Rabu, 14 September 2022 | 17:25 WIB

Terkini

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

Sumsel | Jum'at, 11 September 2026 | 21:50 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:20 WIB

Gabung Floor Inc, Cecil Yang Kawinkan Musik, Fashion dan Kecantikan Jadi Satu

Gabung Floor Inc, Cecil Yang Kawinkan Musik, Fashion dan Kecantikan Jadi Satu

Entertainment | Jum'at, 11 September 2026 | 20:52 WIB

Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor

Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor

Bogor | Jum'at, 11 September 2026 | 20:48 WIB

Kajian KPK: Biaya Pilgub Tembus Rp100 Miliar, 65 Persen Kepala Daerah Siap 'Layani' Donatur

Kajian KPK: Biaya Pilgub Tembus Rp100 Miliar, 65 Persen Kepala Daerah Siap 'Layani' Donatur

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:45 WIB

Pengasuh Pesantren di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak

Pengasuh Pesantren di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:39 WIB

×