alexametrics

Kisah Pilu Suami Tanam Ganja untuk Obat Sang Istri Jadi Viral

Reza Gunadha
Kisah Pilu Suami Tanam Ganja untuk Obat Sang Istri Jadi Viral

"Kita telah melawan Nak, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."

Suara.com - Setiap suami yang baik, tentu akan melakukan segala hal untuk membahagiaan sang istri, termasuk melakukan hal yang dianggap terlarang sekali pun ketika perempuan teman hidupnya itu sakit. Begitulah juga yang ada di benak Fidelis Ari, warga Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Fidelis hanya ingin istri yang dikasihinya, Yeni Riawati, sembuh dari penyakit langka bernama syringomyelia. Bahkan, ia nekat menanam pohon ganja agar bisa mengekstraknya dan memberikannya ke Yeni sekadar untuk menjaga kondisi yang terlampau lemah.

Namun, hukum memang buta, Fidelis justru ditangkap dan dijebloskan dalam terungku polisi. Tragis, 32 hari Fidelis di dalam sel, sang istri menghembuskan nafas terakhir.

Kisah itu bertambah pilu tatkala Fidelis diperkenankan polisi melihat untuk kali terakhir sang istri yang sudah tak bernyawa.

Baca Juga: Djan Dilaporkan karena Diduga Bagikan Duit Saat Kampanyekan Ahok

Sebuah foto momen itu menunjukkan Fidelis tengah memegang kedua pundak putra bungsunya yang masih kecil dan tampak murung lantaran harus mengikhlaskan kepergian sang ibu, sekaligus merelakan ayahnya berada di penjara. Peristiwa ini juga diberitakan oleh media lokal, deliknews.com. 

Kisah Fidelis serta fotonya dengan sang anak, beberapa hari terakhir viral di media sosial Facebook. Adalah Gunawan Mashar, warganet, yang menarasikan kisah sendu itu sehingga mengundang banyak simpati terhadap Fidelis, seperti berikut:

Pagi tadi, saya membaca kabar tentang Fidelis Ari, seseorang yang sesungguh-sungguhnya suami. Ia rela menanam ganja, melanggar hukum di republik ini untuk menolong istrinya yang dilanda penyakit langka. Ejaannya pun susah kita lafalkan: Syringomyelia.

Wikipedia menjelaskan bahwa penyakit ini merujuk pada tumbuhnya kista dalam sumsum tulang belakang. Kista ini bisa bertambah luas dan memanjang.

Pada tingkatan tertinggi, dampaknya pada kelumpuhan dan nyeri yang hebat. Penderita pula akan kehilangan kemampuan merasai panas dan dingin. Peluang sembuhnya sangat tipis.

Baca Juga: Mangkir, Polisi Panggil Ulang Tommy Soeharto di Kasus Makar

Sejak istrinya didera penyakit, Fidelis telah menempuh banyak cara, menghalau rasa sakit dengan beribu upaya.