Perempuan Bergosip untuk Berebut Lelaki

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 05 Oktober 2017 | 10:46 WIB
Perempuan Bergosip untuk Berebut Lelaki
Ilustrasi tiga orang perempuan sedang berbincang. [Shutterstock]

Suara.com - Gosip bukan hanya monopoli perempuan, karena lelaki juga dikenal sering menggunjingkan nama orang lain secara diam-diam. Tetapi sebuah penelitian baru-baru ini menyebut bahwa perempuan dan lelaki memiliki tujuan berbeda dalam bergosip.

Menurut penelitian Adam Davis dari University of Ottawa di Kanada, gosip adalah salah satu taktik perempuan untuk merebut perhatian lelaki atau calon pasangan ideal.

Di sisi lain lelaki ketika bergosip lebih banyak bertujuan untuk menguasai sumber daya, misalnya kekayaan atau jabatan, dan soal atletisme tubuh pesaing mereka.

Penelitian Davis yang diterbitkan pada jurnal Evolutionary Psychological Science, Rabu (3/10/2017), bermula dari sebuah survei yang melibatkan 290 mahasiswa dan mahasiswi berusia 17-30 tahun. Mereka diminta untuk mengisi tiga kuesioner.

Kuesioner pertama berisi pertanyaan untuk mengukur tingkat persaingan responden terhadap rekan sejenis kelamin, terutama dalam perebutan akses ke lawan jenis.

Dua kuesioner lain berkutat soal tingkat kecenderungan bergosipisi gosip, isi gosip, pandangan mereka soal apakah gosip memiliki nilai sosial, dan apakah menurut mereka menggunjingkan orang lain itu benar atau salah.

Hasilnya ditemukan bahwa mereka yang senang bersaing dengan rekan dari jenis kelamin yang sama lebih cenderung suka bergosip. Mereka juga lebih nyaman bergosip ketimbang kelompok yang lain.

Lebih jauh ditemukan bahwa perempuan lebih cenderung bergosip ketimbang lelaki. Perempuan juga lebih menikmati gosip dan beranggapan bahwa gosip itu memiliki peran penting dalam lingkungan sosial.

Sementara di sisi lain lelaki lebih suka bergosip tentang pencapaian lelaki lain.

Gosip para perempuan lebih banyak membahas soal tampilan fisik rekan mereka dan soal informasi sosial lainnya. Gosip bagi perempuan sangat penting untuk mengumpulkan informasi tentang pesaing mereka dalam memperebutkan calon pasangan potensial.

"Temuan ini menunjukkan bahwa gosip sangat berkaitan erat dengan persaingan untuk memperebutkan pasangan," kata Davis, sembari menekankan bahwa gosip memang bukan monopoli perempuan.

Selain itu Davis juga mengatakan bahwa gosip bukanlah cacat karakter seseorang, tetapi lebih dari itu merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting dalam membangun hubungan antarpersonal. (Phys.org)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI