Ilmuwan Bingung, Kenapa Puluhan Ikan Paus Mati Kelaparan di Pasifik

Agung Pratnyawan, Rezza Dwi Rachmanta

Selasa, 07 Mei 2019 | 06:20 WIB
Ilmuwan Bingung, Kenapa Puluhan Ikan Paus Mati Kelaparan di Pasifik
Ilustrasi ikan-ikan paus (Shutterstock).

Suara.com - Ditemukan puluhan ikan paus abu-abu atau Eschrichtius robustus yang mati kelaparan. Puluhan ikan ini terdampar di pantai wilayah Pasifik Utara.

Hewan malang itu ditemukan oleh ilmuwan dari Marine Mammal Center yang bekerja sama dengan peneliti dari California Academy of Sciences.

Baca Juga : Diduga Senjata Rahasia Rusia, Paus Misterius Ini Punya Tingkah Aneh

Pada April 2019, dua ekor paus abu-abu ditemukan mati di Teluk San Francisco, California, Amerika.

Itu melengkapi 31 kematian ikan paus abu-abu yang ditemukan di sepanjang Pantai Barat sejak Januari 2019.

Berdasarkan data ilmuwan, catatan kematian ini merupakan kematian paling banyak sejak tahun 2000.

Pada tahun 2000 ilmuwan menemukan 86 ikan paus mati.

Baca Juga : Paus Hamil Mati Setelah Memakan Sampah Plastik 22 Kilogram

Namun apabila kematian paus berlangsung terus menerus, bukan tidak mungkin rekor kematian paus abu-abu di tahun 2000 terpecahkan.

baca juga
Ilustrasi paus mati di pinggir pantai. (Marine Mammal Center)
Ilustrasi paus mati di pinggir pantai. (Marine Mammal Center)

Dalam nekropsi (autopsi versi binatang) yang dilakukan pada paus mati, ilmuwan menyimpulkan bahwa hewan itu mati karena menderita kekurangan gizi yang parah.

Mereka menemukan kekurangan lemak yang signifikan pada paus serta mendapati bahwa perut paus kosong.

Baca Juga : Terdampar di Pantai Filipina, Isi Perut Paus Mati Ini Mengejutkan

Itu merupakan tanda umum malnutrisi dan diprediksi masih banyak paus lain yang saat ini sedang kelaparan.

Para ahli mengatakan bahwa setidaknya ada sekitar 27 ribu ikan paus abu-abu di seluruh dunia.

Para peneliti sedang mengamati paus abu-abu yang terdampar di pantai. (Marine Mammal Center)
Para peneliti sedang mengamati paus abu-abu yang terdampar di pantai. (Marine Mammal Center)

Kematian puluhan ikan paus abu-abu tidak menghadirkan ancaman serius bagi spesies tersebut.

Namun ilmuwan tetap menyelidiki hal ini karena mereka menganggap saat ini sesuatu sedang terjadi di laut.

Baca Juga : Paus Langka Terlihat Mengobrol dengan Lumba-lumba, Sangat Jarang Terjadi

Mereka mencurigai ikan paus abu-abu kekurangan gizi karena mereka tidak makan secara cukup di Pasifik Utara dan Arktik musim panas lalu.

Dikutip dari Seattle Times, periode musim panas adalah waktu yang cukup krusial bagi paus untuk makan sebanyak mungkin agar perjalanan mereka ke Amerika Utara dapat lancar.

Pasifik Utara dicurigai sebagai tempat paus abu-abu mati kelaparan. (Research Gate)
Pasifik Utara dicurigai sebagai tempat paus abu-abu mati kelaparan. (Research Gate)

Peneliti masih kebingungan mencari penyebab ikan paus abu-abu mati kelaparan.

''Apakah itu tidak cukup mangsa, paus terlalu banyak, atau habitatnya yang bermasalah. Itulah yang sedang kami selidiki saat ini, terlalu dini untuk mengambil kesimpulan sekarang,'' kata Justin Greenman, peneliti lain dari NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration).

Ikan paus abu-abu sangat berperan dalam keseimbangan ekosistem di Pasifik, penyebab kematiannya juga ikut menentukan langkah apa yang akan diambil oleh ilmuwan dalam mencegahnya terulang. (HiTekno.com)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Whalefall: Saat Penderitaan Manusia Menjadi Tontonan di Bioskop

Review Whalefall: Saat Penderitaan Manusia Menjadi Tontonan di Bioskop

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Gigantic: Paus Kecil yang Membuktikan Keberanian Tak Kenal Ukuran

Gigantic: Paus Kecil yang Membuktikan Keberanian Tak Kenal Ukuran

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 18:00 WIB

Gelaran BATIC 2026 Kukuhkan Indonesia Sebagai Hub Kolaborasi Digital Asia Pasifik

Gelaran BATIC 2026 Kukuhkan Indonesia Sebagai Hub Kolaborasi Digital Asia Pasifik

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 13:00 WIB

Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Berapa Harga Gift Paus di TikTok? Ini Daftar Harga dari Termahal hingga Termurah

Berapa Harga Gift Paus di TikTok? Ini Daftar Harga dari Termahal hingga Termurah

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:53 WIB

Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster

Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Rencana Hibah Kapal Induk Bekas Italia Disorot, Pengamat Minta Pemerintah Hitung Ulang Kebutuhan

Rencana Hibah Kapal Induk Bekas Italia Disorot, Pengamat Minta Pemerintah Hitung Ulang Kebutuhan

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:01 WIB

Geger Kelompok Society of Saint Pius X Angkat 4 Uskup Tanpa Persetujuan Paus Leo, Siapa Mereka?

Geger Kelompok Society of Saint Pius X Angkat 4 Uskup Tanpa Persetujuan Paus Leo, Siapa Mereka?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:59 WIB

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

Terkini

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×