Mengenal Pin Astronot NASA dan Kisah Dibaliknya

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Minggu, 19 Januari 2020 | 13:08 WIB
Mengenal Pin Astronot NASA dan Kisah Dibaliknya
Pin NASA. [Space.com]

Suara.com - Pin astronot diberikan kepada para perempuan atau lelaki yang telah menyelesaikan pelatihan dan sukses melakukan penerbangan luar angkasa. Variasi dari pin astronot juga dikeluarkan untuk warga sipil yang dipekerjakan dengan NASA sebagai spesialis dalam misi luar angkasa.

NASA telah meluluskan 11 astronot baru pada Jumat (10/1/2020). Seluruhnya menerima pin astronot yang menandakan kelayakan mereka untuk melakukan penerbangan di masa depan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ataupun misi Artemis dan Mars.

Pin berharga yang juga terlihat sebagai "ijazah" ini memiliki bentuk bintang di bagian ujungnya dan berwarna perak. Pin ini sendiri telah menjadi bagian dari tradisi yang berlangsung selama hampir 60 tahun.

Kelompok astronot pertama NASA, Mercury Seven, adalah para astronot pertama yang menerima dan menjadikan pin sebagai simbol status mereka.

Sebagai pilot uji coba, para astronot yang tergabung dalam Mercury Seven mendapatkan lencana berbentuk sayap dari cabang masing-masing di militer Amerika Serikat.

Lencana itu memiliki dua sayap di masing-masing sisinya tetapi dimodifikasi dengan bagian tengahnya yang menampilkan bintang dengan tiga sinar melewati lingkaran cahaya.

Namun, ketika program luar angkasa NASA diperluas, badan antariksa membuat pin baru yang secara tidak resmi menandakan kesatuan dari tiga tim misi, yaitu Mercury, Gemini, dan Apollo.

"Desainnya menunjukkan trio lintasan yang menyatu dalam ruang tanpa batas, dibatasi oleh bintang yang bersinar terang dan dikelilingi oleh karangan bunga elips yang menjunjukjan penerbangan orbital," kutip Space.com dalam berita yang pernah diterbitkan dalam Space News Roundup edisi 13 Mei 1964.

Pin astronot baru yang terinspirasi dari desain lencana militer dipilih oleh para astronot sendiri pada pertemuan bersama yang diselenggarakan oleh salah satu astronot Mercury Seven, Wally Schirra.

baca juga

Pin tersebut terdiri dari dua warna. Perak diperuntukkan bagi para astronot yang telah menyelesaikan pelatihan. Pin emas bagi para astronot yang telah terbang ke luar angkasa.

Desain pin tersebut kemudian ditambahkan ke dalam baju misi para astronot berupa patch. Awak Apollo 14 adalah yang pertama menambahkan simbol ke lencana misi pendaratan di Bulan pada 1971. Beberapa kru ISS juga menggunakan simbol tersebut pada lambang bordir mereka.

Tak hanya itu, sebanyak dua pin perak rupanya telah ditinggalkan oleh astronot Alan Bean di Bulan. Ia merupakan orang keempat yang berjalan di Bulan dan meninggalkan pin miliknya dan milik mendiang astronot Clifton Williams pada 1969 saat misi Apollo 12.

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA. (Shutterstock)
Badan antariksa Amerika Serikat, NASA. (Shutterstock)

"Itu akan ada di sana selama jutaan tahun atau sampai beberapa turis menemukannya dan membawanya kembali ke Bumi," ucap Bean, seperti dikutip dari Space.com.

Desain pin sebagian besar tidak berubah sejak 1963, tetapi pengecualian untuk pin milik salah satu astronot Mercury Seven bernama Deke Slayton. Ia tergabung dalam Mercury Seven tetapi sayangnya tidak bisa mengangkasa karena alasan medis. Slayton terus bekerja di NASA hingga 1982 dan meninggal pada 13 Juni 1993 karena tumor otak.

Slayton dihadiahkan pin khusus bertatahkan berlian. Pin berlian itu saat ini dipajang di The Museum of Flight, Seattle, sebagai hadiah dari kru Apollo pertama sekaligus sesama astronot Mercury Seven, Gus Grissom, yang meninggal secara tragis dalam kebakaran 1967 di atas landasan peluncuran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astronot Bagikan Potret Asap Kebakaran di Australia dari Luar Angkasa

Astronot Bagikan Potret Asap Kebakaran di Australia dari Luar Angkasa

Tekno | Jum'at, 17 Januari 2020 | 14:50 WIB

Penampakkan Letusan Gunung Api Taal di Filipina dari Luar Angkasa

Penampakkan Letusan Gunung Api Taal di Filipina dari Luar Angkasa

Tekno | Jum'at, 17 Januari 2020 | 13:40 WIB

NASA Ubah Jamur Jadi Material Rumah di Mars

NASA Ubah Jamur Jadi Material Rumah di Mars

Tekno | Jum'at, 17 Januari 2020 | 11:20 WIB

NASA dan Eropa Luncurkan Satelit Pantau Kenaikan Permukaan Air Laut

NASA dan Eropa Luncurkan Satelit Pantau Kenaikan Permukaan Air Laut

Tekno | Kamis, 16 Januari 2020 | 14:27 WIB

Mengerikan! NASA Temukan Dua Planet Bertabrakan

Mengerikan! NASA Temukan Dua Planet Bertabrakan

Tekno | Minggu, 12 Januari 2020 | 11:30 WIB

NASA Temukan Planet Seukuran Bumi Pertama dengan Potensi Air Cair

NASA Temukan Planet Seukuran Bumi Pertama dengan Potensi Air Cair

Tekno | Sabtu, 11 Januari 2020 | 19:33 WIB

Terkini

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

×