Komet Atlas Meredup, Masih Bisakah Terlihat dari Bumi?

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 14 April 2020 | 11:00 WIB
Komet Atlas Meredup, Masih Bisakah Terlihat dari Bumi?
Komet C/2019 Y4 atau komet Atlas. [westwightbackyardastronomy.blogspot/Mike Cuffe]

Suara.com - Astronom menyebut akan ada fenomena langit menarik yang bisa diamati pada akhir April dan awal Mei 2020, yaitu komet C/2019 Y4 atau dikenal juga sebagai komet ATLAS.

ATLAS sendiri merupakan akronim untuk Asteroid Terrestrial-Impact Last Alert System, sebuah penelitian berbasis di Hawaii yang difokuskan untuk mendeteksi benda-benda kecil di dekat Bumi, beberapa minggu sebelum benda langit itu berdampak pada Bumi.

Namun, dalam sebuah konsensus pengamatan yang diambil dari Comet Observations Database menyebutkan bahwa setelah mencapai magnitudo +8 ketika melintasi orbit Mars, komet ATLAS semakin redup dalam beberapa hari terakhir ini dengan magnitudo yang terus meningkat menjadi +8,8 hingga +9,2, di mana semakin besar angka magnitudo maka semakin redup objek langit tersebut.

Menurut Quanzhi Ye, seorang astronom di Universitas Maryland, dan astronom Qicheng Zhang dari Caltech di Astronomers Telegram, komet ATLAS kemungkinan mengalami disintegrasi atau pecah. Hal itu terlihat berkat pengamatan melalui Ningbo Education Xinjiang Telescope (NEXT).

NEXT mengabadikan citra komet ATLAS yang memiliki pseudo-nukleus atau nukleus baru yang belum terkonfirmasi berukuran sekitar 3 detik busur panjangnya yang terletak di dekat ekor komet. Menurut astronom, keberadaan nukleus tersebut yang membuat komet ATLAS meredup.

Meski begitu, hal ini bukanlah sesuatu yang langka pada komet. Dilansir laman Sky and Telescope, Selasa (14/4/2020), nukleus komet sering diartikan bahwa komet tersebut sedang menuju kehancuran. Pecahnya komet disebabkan tak lain karena komposisi objek itu sendiri.

Dikutip laman Space.com, komet merupakan objek es sehingga ketika terkena sinar Matahari, komet akan dengan cepat menguap. Penguapan tersebut akan membuat rotasi komet menjadi lebih cepat dan menjadi penyebab komet bisa pecah.

Komet C/2019 Y4 atau komet Atlas. [westwightbackyardastronomy.blogspot/Mike Cuffe]
Komet C/2019 Y4 atau komet Atlas. [westwightbackyardastronomy.blogspot/Mike Cuffe]

Pakar komet terkenal John Bortle menyebutkan dengan meredupnya komet ATLAS, kemungkinan besar komet tersebut bisa pecah ketika tiba di sekitar Matahari pada akhir Mei.

Namun, para pengamat tidak bisa memperkirakan dengan pasti apakah komet ATLAS bisa diamati dari Bumi dengan mata telanjang pada akhir April atau tidak, mengingat komet adalah benda langit yang terkenal tidak dapat diprediksi.

baca juga

Jika mengikuti kurva cahaya yang diprediksi pakar komet Jepang Seiichi Yoshida yang diunggah di situs web Visual Comets in the Future, komet ATLAS mungkin akan samar-samar terlihat oleh mata telanjang pada akhir April atau awal Mei. Sementara para pertengahan Mei, jika tidak pecah, komet itu akan seterang bintang Polaris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terbaru, Astronom Bagikan Gambar Resolusi Tertinggi Matahari

Terbaru, Astronom Bagikan Gambar Resolusi Tertinggi Matahari

Tekno | Senin, 13 April 2020 | 09:18 WIB

Diprediksi Saingi Cemerlangnya Bulan, Komet Atlas Mungkin Sudah Hancur

Diprediksi Saingi Cemerlangnya Bulan, Komet Atlas Mungkin Sudah Hancur

Tekno | Kamis, 09 April 2020 | 17:53 WIB

Berada di Luar Galaksi, Astronom Temukan Lubang Hitam Langka

Berada di Luar Galaksi, Astronom Temukan Lubang Hitam Langka

Tekno | Sabtu, 04 April 2020 | 10:58 WIB

Komet Atlas Bakal Bisa Dilihat dari Bumi, Catat Tanggalnya

Komet Atlas Bakal Bisa Dilihat dari Bumi, Catat Tanggalnya

Tekno | Senin, 30 Maret 2020 | 10:00 WIB

Astronom Temukan Cara Abadikan Gambar Lubang Hitam Lebih Jelas

Astronom Temukan Cara Abadikan Gambar Lubang Hitam Lebih Jelas

Tekno | Minggu, 22 Maret 2020 | 14:39 WIB

Astronom Temukan Lebih dari 300 Planet Minor Baru di Luar Neptunus

Astronom Temukan Lebih dari 300 Planet Minor Baru di Luar Neptunus

Tekno | Senin, 16 Maret 2020 | 12:00 WIB

Terkini

Minyak Kemiri Murni vs Minyak Kemiri Bakar, Mana yang Lebih Baik untuk Rambut?

Minyak Kemiri Murni vs Minyak Kemiri Bakar, Mana yang Lebih Baik untuk Rambut?

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Duh! 1 Lowongan Kerja Kini Diperebutkan 16 Orang, Persaingan Makin Brutal

Duh! 1 Lowongan Kerja Kini Diperebutkan 16 Orang, Persaingan Makin Brutal

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:02 WIB

From Cat Stevens to Yusuf Islam: Saat Ketenaran Tak Lagi Cukup Mengisi Jiwa

From Cat Stevens to Yusuf Islam: Saat Ketenaran Tak Lagi Cukup Mengisi Jiwa

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026

Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan

Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan

Entertainment | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026

Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:52 WIB

Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan

Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?

Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir

Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:50 WIB

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:45 WIB

×