Terungkap! Alasan Gunung Everest Terasa seperti Menyusut

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Minggu, 27 Desember 2020 | 10:30 WIB
Terungkap! Alasan Gunung Everest Terasa seperti Menyusut
Gunung Everest. [Kalle Kortelainen/Unsplash]

Suara.com - Gunung Everest merupakan gunung tertinggi di dunia. Nemun, menurut cerita yang dilaporkan di blog berita American Geophysical Union, terkadang pendaki merasa Everest seperti menyusut dan menjadi gunung yang tertinggi kedua.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal iScience pada 18 Desember mengisahkan, hal itu rupanya disebabkan oleh tekanan udara gunung berfluktuasi secara signifikan sepanjang tahun.

Kondisi ini menyebabkan ketinggian yang dirasakan pendaki di puncak sesekali menurun di bawah Gunung K2, gunung tertinggi kedua di dunia.

"Terkadang K2 terasa lebih tinggi dari Everest," kata Tom Matthews, penulis utama penelitian dan ilmuwan iklim di Universitas Loughborough, seperti dikutip Live Science, Minggu (27/12/2020).

Gunung Everest menyusut. [iScience]
Gunung Everest menyusut. [iScience]

Matthews dan tim ilmuwannya mengamati lebih dari 40 tahun data tekanan udara yang direkam kedua stasiun cuaca di dekat puncak Gunung Everest dan satelit Copernicus Badan Antariksa Eropa (ESA).

Tekanan udara terkait erat dengan ketersediaan oksigen di Everest. Ketika tekanan udara menurun, ada lebih sedikit molekul oksigen di udara dan itu membuat bernafas menjadi jauh lebih berat.

Karena alasan tersebut, banyak orang yang memilih untuk mendaki Everest mengandalkan oksigen tambahan saat mendaki ke ketinggian yang lebih tinggi di mana udara lebih tipis.

Sementara tekanan udara menurun, itu juga berfluktuasi dengan cuaca. Dari 1979 hingga 2019, tekanan udara di dekat puncak Everest berkisar antara 309 hingga 343 hektopascal, tergantung pada musim.

"Dibandingkan dengan tekanan udara rata-rata yang diukur di Everest pada Mei, rentang itu diterjemahkan dengan perbedaan 737 meter dalam hal ketinggian puncak dari sudut pandang ketersediaan oksigen," tulis Katherine Kornei, jurnalis sains dalam blognya.

baca juga

Dengan kata lain, terkadang ketersediaan oksigen di Everest membuat gunung terasa ratusan meter lebih pendek dari yang sebenarnya.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa tekanan udara di Everest secara konsisten tertinggi di musim panas, menjadikannya musim terbaik untuk mendaki gunung hanya berdasarkan ketersediaan oksigen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5  Gunung Tertinggi di Indonesia

5 Gunung Tertinggi di Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 05 Desember 2020 | 20:54 WIB

Duh! Ilmuwan Temukan Mikroplastik di Gunung Everest

Duh! Ilmuwan Temukan Mikroplastik di Gunung Everest

Tekno | Selasa, 24 November 2020 | 15:00 WIB

Buktikan Vegan Itu Kuat, Seorang Doktor Meninggal di Puncak Gunung Everest

Buktikan Vegan Itu Kuat, Seorang Doktor Meninggal di Puncak Gunung Everest

News | Jum'at, 20 November 2020 | 19:41 WIB

Masih Pandemi Covid-19, Jalur Pendakian Everest Akan Kembali Dibuka

Masih Pandemi Covid-19, Jalur Pendakian Everest Akan Kembali Dibuka

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2020 | 10:11 WIB

Galang Dana Untuk Ayahnya, Gadis 13 Tahun Ini Mendaki Everest dari Rumah

Galang Dana Untuk Ayahnya, Gadis 13 Tahun Ini Mendaki Everest dari Rumah

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2020 | 19:30 WIB

Pendaki China Berencana Ukur Ulang Tinggi Gunung Everest, Gokil!

Pendaki China Berencana Ukur Ulang Tinggi Gunung Everest, Gokil!

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2020 | 15:15 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×