Ilmuwan Konfirmasi Objek Terjauh di Tata Surya yang Pernah Ditemukan

Senin, 15 Februari 2021 | 10:00 WIB
Ilmuwan Konfirmasi Objek Terjauh di Tata Surya yang Pernah Ditemukan
Farfarout. [Carnegiescience.edu]

Suara.com - Hampir dua tahun lalu, para astronot melaporkan pengamatan awal pertama dari planetoid potensial, yang memiliki jarak 132 kali lebih jauh dari Matahari-Bumi atau empat kali lebih jauh dari Pluto.

Para ilmuwan sekarang mengonfirmasi bahwa berdasarkan orbit dan jaraknya, itu adalah objek terjauh yang pernah diamati di tata surya.

Planetoid (benda langit kecil seperti planet minor atau asteroid yang mengorbit Matahari), secara resmi dikenal sebagai AG37 2018, tetapi para ahli dijuluki "Farfarout" karena penemuanya terjadi hanya beberapa bulan setelah penemuan planetoid lain, disebut 2018 VG18 dan diberi julukan "Farout".

Tim ahli memperkirakan bahwa planetoid itu berdiameter 400 kilometer.

Farfarout. [Carnegiescience.edu]
Farfarout. [Carnegiescience.edu]

Objek tersebut pertama kali terdeteksi pada 2018, tetapi butuh waktu 2 tahun untuk para astronom akhirnya mengonfirmasi menggunakan sembilan pengamatan, yang menunjukkan pergerakan planetoid dan memberikan petunjuk tentang orbitnya.

"Penemuan Farfarout menunjukkan kemampuan kita yang meningkat untuk memetakan tata surya bagian luar dan mengamati lebih jauh dan lebih jauh lagi menuju pinggiran tata surya kita," kata Dr Scott Sheppard, salah satu penemu dari Carnegie Institution for Science, seperti dikutip dari IFL Science, Senin (15/2/2021).

Menurut para ahli, orbit Farfarout mengelilingi Matahari membutuhkan waktu satu milenium. Karena orbital yang panjang ini, objek bergerak sangat lambat melintasi langit, membutuhkan beberapa tahun pengamatan untuk menentukan lintasannya secara tepat.

Tak hanya itu, orbitnya pun sangat menarik. Farfarout pertama kali terdeteksi jauh dari Matahari, tetapi tim ahli memperkirakan bahwa selama orbitnya, objek itu bisa lebih dekat, melintasi orbit Neptunus.

Orbit khusus ini menunjukkan bahwa Farfarout kemungkinan memiliki interaksi gravitasi yang kuat dengan planet raksasa es di masa lalu.

Baca Juga: Babi Bisa Main Gim Video, Ilmuwan Sebut Ini Bukan Pencapaian Kecil

"Dinamika orbital Farfarout dapat membantu kita memahami bagaimana Neptunus terbentuk dan berevolusi karena Farfarout kemungkinan besar terlempar ke tata surya bagian luar akibat terlalu dekat dengan Neptunus di masa lalu," ucap Chad Trujillo dari Northern Arizona University.

Para ahli percaya bahwa Farfarout kemungkinan besar akan berinteraksi kuat dengan Neptunus lagi karena orbitnya terus berpotongan.

Selain itu, Farfarout akan diberi nama resmi setelah orbitnya ditentukan dengan lebih baik selama beberapa tahun ke depan.

Daftar obyek terjauh dari tata surya. [Carnegiescience.edu]
Daftar obyek terjauh dari tata surya. [Carnegiescience.edu]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI