Suara.com - Para ilmuwan di Virginia memberikan foto terbaru berisi detail luar biasa dari penampakan lokasi pendaratan misi Apollo 15 di Bulan, dengan menggunakan teleskop di Bumi.
Pengujian instrumen pencitraan luar angkasa baru ini telah memberi para ahli perspektif baru yang sangat mendetail tentang lokasi pendaratan Apollo 15.
Memantulkan sinar radar yang kuat dari permukaan Bulan, instrumen baru ini mampu mencapai resolusi spektakuler dengan menampilkan objek sekecil lima meter.
Dirancang untuk Green Bank Telescope di West Virginia oleh Raytheon Intelligence & Space, teknologi bukti konsep ini membuka jalan bagi pencitraan radar yang lebih kuat di masa depan, berpotensi memungkinkan para ilmuwan mempelajari objek bahkan sejauh Neptunus.
![Penampakan pendaratan Apollo 15 di Bulan. [National Radio Astronomy Observatory]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/02/02/85394-penampakan-pendaratan-apollo-15-di-bulan.jpg)
Walau begitu, ini bukanlah ide baru. Pencitraan radar adalah alat yang sangat berguna untuk mengungkap struktur halus di permukaan dan menyelidiki lebih dari 10 meter di bawah permukaan untuk mengamati variasi kepadatan regolith.
Green Bank Observatory, National Radio Astronomy Observatory, dan Raytheon Intelligence & Space mencoba untuk memanfaatkan teknologi ini lebih jauh.
Dalam pengujian pada November lalu, pemancar baru mengirimkan sinyal radar ke Bulan, yang secara khusus menargetkan lokasi pendaratan Apollo 15, sebuah petak kecil di Bulan dengan cakram berdiameter 3.474,2 kilometer.
Ketika sinyal tersebut memantul kembali, itu dikumpulkan oleh Very Long Baseline Array, kumpulan teleskop radio di seluruh Amerika Serikat yang pada dasarnya digabungkan untuk membuat piringan pengumpul seukuran benua.
Gambar yang dihasilkan dari pencitraan itu telah dibagikan secara luas, menampilkan kawah yang disebut Hadley C dengan ukuran enam kilometer.
Sekarang, tim ahli akan membuat pemancar yang lebih kuat, sebuah sistem radar berkekuatan tinggi 500 kilowatt yang akan memungkinkan para ilmuwan untuk melihat dengan lebih detail.
Dilansir dari Live Science, Selasa (2/2/2021), sistem tersebut akan berguna untuk semua jenis ilmu pengetahuan.
![Penampakan pendaratan Apollo 15 di Bulan. [National Radio Astronomy Observatory]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/02/02/37357-penampakan-pendaratan-apollo-15-di-bulan.jpg)
Dengan teknologi itu, para peneliti dapat melihat Bulan dan satelit alami planet lain serta asteroid yang lewat dan bahkan puing-puing luar angkasa yang terlalu redup untuk diamati menggunakan teleskop optik.