Bukti Perubahan Iklim, Lukisan Batu Tertua di Indonesia Hancur!

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Selasa, 18 Mei 2021 | 12:30 WIB
Bukti Perubahan Iklim, Lukisan Batu Tertua di Indonesia Hancur!
Lukisan batu tertua di dunia rusak. [Sciencealert/Linda Siagian]

Suara.com - Ancaman perubahan iklim semakin nyata setelah hancurnya lukisan batu kuno pada dinding-dinding gua di Sulawesi, Indonesia.

Salah satu lukisan menunjukkan babi Sulawesi berumur setidaknya 45.500 tahun.

Ini adalah situs seni gua tertua yang pernah diketahui, tidak hanya di Indonesia, melainkan juga dunia.

Sejak 1950-an, para arkeolog telah mengamati lukisan-lukisan ini tampak melepuh dan terkelupas dari dinding gua. Namun, tidak diketahui dengan jelas apa penyebabnya.

Penelitian pada 14 Mei menyelidiki mekanisme pembusukan yang mempengaruhi panel seni batu purba di 11 situs di wilayah Maros-Pangkep Sulawesi.

Para ahli menemukan kerusakan menjadi lebih buruk dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini terkait dengan percepatan perubahan iklim.

Lukisan batu tertua di dunia. [Nature.com]
Lukisan batu tertua di dunia. [Nature.com]

Survei yang sedang berlangsung di seluruh Australasia, yang meliputi Australia utara, Papua Nugini, dan Indonesia, menemukan situs seni lukisan batu pada gua baru setiap tahun.

Hingga saat ini, lebih dari 300 situs telah didokumentasikan di lanskap Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Lukisan gua di Sulawesi dan Kalimantan adalah beberapa bukti paling awal yang dimiliki bahwa orang-orang purba hidup di pulau-pulau ini.

Tragisnya, di hampir setiap situs baru yang ditemukan di kawasan tersebut, seni batu dalam tahap lanjut pembusukan.

Untuk menyelidiki mengapa karya seni prasejarah ini membusuk, tim ahli mempelajari beberapa seni lukisan dinding gua tertua yang diketahui di wilayah Maros-Pangkep, secara ilmiah berusia antara setidaknya 20.000 dan 40.000 tahun.

Para ahli menggunakan kombinasi teknik ilmiah, termasuk menggunakan mikroskop berdaya tinggi, analisis kimiawi, dan identifikasi kristal untuk mengatasi masalah tersebut.

Analisis mengungkapkan bahwa garam yang dihasilkan di atas dan di belakang seni batu tersebut dapat menyebabkannya mengelupas.

Garam disimpan pada permukaan batuan melalui air yang diserapnya. Ketika larutan air menguap, kristal garam terbentuk.

Kristal garam kemudian membengkak dan menyusut saat lingkungan memanas dan mendingin, menghasilkan dampak buruk pada batuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadiri KTT Perubahan Iklim Virtual, Ini Tiga Pandangan Jokowi

Hadiri KTT Perubahan Iklim Virtual, Ini Tiga Pandangan Jokowi

News | Jum'at, 23 April 2021 | 02:15 WIB

Mitigasi Perubahan Iklim dengan Skema Net Zero Emision

Mitigasi Perubahan Iklim dengan Skema Net Zero Emision

Bisnis | Kamis, 22 April 2021 | 12:37 WIB

Fitur Baru Google Earth Ungkap Bagaimana Perubahan Iklim Hancurkan Bumi

Fitur Baru Google Earth Ungkap Bagaimana Perubahan Iklim Hancurkan Bumi

Tekno | Senin, 19 April 2021 | 15:00 WIB

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Diabetes, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Diabetes, Kok Bisa?

Health | Rabu, 07 April 2021 | 16:55 WIB

Karena Hal Ini Jerman Tidak Bisa Dapat Gelar Negara Ramah Lingkungan

Karena Hal Ini Jerman Tidak Bisa Dapat Gelar Negara Ramah Lingkungan

Video | Rabu, 07 April 2021 | 09:00 WIB

Kepala BMKG: Badai Seroja dan Banjir NTT Akibat Perubahan Iklim Global

Kepala BMKG: Badai Seroja dan Banjir NTT Akibat Perubahan Iklim Global

News | Senin, 05 April 2021 | 21:56 WIB

Terkini

Oppo Reno 16 Series Debut di China 26 Mei 2026, Lanjut Masuk ke Pasar Global

Oppo Reno 16 Series Debut di China 26 Mei 2026, Lanjut Masuk ke Pasar Global

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 20:00 WIB

Pakai Chip Snapdragon X2, Laptop Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 Terbaru Tahan 33 Jam

Pakai Chip Snapdragon X2, Laptop Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 Terbaru Tahan 33 Jam

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 18:30 WIB

iQOO Z11 dan Z11 Lite Bersiap ke Indonesia: Kombinasikan Chip Snapdragon serta Dimensity

iQOO Z11 dan Z11 Lite Bersiap ke Indonesia: Kombinasikan Chip Snapdragon serta Dimensity

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 18:14 WIB

Tak Hanya Xiaomi 17 Max, Mobil Listrik Gahar Xiaomi YU7 GT Siap Debut Pekan Ini

Tak Hanya Xiaomi 17 Max, Mobil Listrik Gahar Xiaomi YU7 GT Siap Debut Pekan Ini

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 17:02 WIB

Moto Buds 2 Bersiap ke Pasar Asia, Bawa Baterai Tahan Lama dan Fitur ANC

Moto Buds 2 Bersiap ke Pasar Asia, Bawa Baterai Tahan Lama dan Fitur ANC

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 15:41 WIB

The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli

The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 15:17 WIB

Tebus Kesalahan, Devil May Cry Season 2 Dapat Sambutan Positif di Netflix

Tebus Kesalahan, Devil May Cry Season 2 Dapat Sambutan Positif di Netflix

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 14:26 WIB

Sony Siapkan Headphone Premium: Pesaing AirPods Max, Harga Diprediksi Tembus Rp11 juta

Sony Siapkan Headphone Premium: Pesaing AirPods Max, Harga Diprediksi Tembus Rp11 juta

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 13:30 WIB

5 HP Honor RAM Besar Termurah, Kuat untuk Multitasking Berat Mulai Rp2 Jutaan

5 HP Honor RAM Besar Termurah, Kuat untuk Multitasking Berat Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 13:27 WIB

Honor Robot Phone Siap Meluncur: Bawa Modul Kamera Gimbal dan Sensor 200 MP

Honor Robot Phone Siap Meluncur: Bawa Modul Kamera Gimbal dan Sensor 200 MP

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 12:35 WIB