Hilang di Rawa 2.000 Tahun Lalu, Sepatu Kulit Ini Ditemukan di Jerman

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 21 Juni 2021 | 17:00 WIB
Hilang di Rawa 2.000 Tahun Lalu, Sepatu Kulit Ini Ditemukan di Jerman
Sepatu kulit berusia 2.000 tahun. [Niedersachsen]

Suara.com - Sebuah sepatu kulit yang hilang di rawa selama 2.000 tahun ditemukan kembali oleh para arkeolog di Jerman.

Tim percaya bahwa sepatu itu mungkin terlepas dari kaki penggunanya ketika secara tidak sengaja menginjak lumpur yang lengket.

Sepatu tersebut ditemukan di Austria Hilir, di sebelah sisa-sisa jalan kayu yang berusia lebih dari dua milenium.

Jalan itu hanya berupa kumpulan kayu lapuk yang awalnya diletakkan di atas tanah rawa agar orang-orang bisa lewat dengan aman.

Para ahli juga menemukan sisa-sisa poros kereta yang rusak dari dalam rawa.

Hal ini menjelaskan bagaimana pemiliknya kehilangan sepatu bertahun-tahun yang lalu.

Kumpulan kayu lapuk sisa-sisa poros kereta. [Niedersachsen]
Kumpulan kayu lapuk sisa-sisa poros kereta. [Niedersachsen]

"Poros kereta kayu yang mungkin ditarik oleh ternak patah menjadi dua dan kereta mengalami kecelakaan di jalan bergelombang," jelas perusahaan penggalian denkmal3D dari Vechta, Jerman.

Saat pemiliknya mencoba memperbaikinya, mungkin pemiliknya melangkah di samping jalan setapak dan sepatunya tersangkut di lumpur.

Para peneliti yang terlibat percaya bahwa kondisi asam dari rawa tempat sepatu itu ditemukan memungkinkan pelestarian bahan dan bahkan tubuh manusia.

baca juga

Sepatu yang hilang dan ditemukan kembali setelah 2.000 tahun itu adalah sepatu tertua yang pernah ditemukan di Niedersachsen hingga saat ini.

Dilansir dari Daily Mail, Senin (21/6/2021), sepatu itu tampak seperti sejenis sandal dengan ujung kaki tertutup dan tali kulit yang terhubung.

Sementara itu, jalan kayu tersebut diyakini telah dibangun pada akhir Zaman Perunggu.

Meskipun berumur cukup tua, tetapi itu bukan sepatu kulit tertua di dunia.

Ilustrasi temuan arkeologi tengah diuji di lab [Envato Elements/microgen].
Ilustrasi temuan arkeologi tengah diuji di lab [Envato Elements/microgen].

Saat ini, sepatu tertua berumur sekitar 5.500 tahun yang ditemukan di sebuah gua di Armenia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arkeolog Mesir Temukan 110 Makam Kuno di Dekat Sungai Nil

Arkeolog Mesir Temukan 110 Makam Kuno di Dekat Sungai Nil

News | Rabu, 28 April 2021 | 08:48 WIB

Arkeolog Temukan Kota Kematian, Berisi 40 Makam Berusia Seribu Tahun

Arkeolog Temukan Kota Kematian, Berisi 40 Makam Berusia Seribu Tahun

Tekno | Selasa, 20 April 2021 | 13:42 WIB

Arkeolog Temukan Jejak Kaki Bayi Dinosaurus, Terkecil di Dunia

Arkeolog Temukan Jejak Kaki Bayi Dinosaurus, Terkecil di Dunia

Tekno | Senin, 19 April 2021 | 15:00 WIB

Arkeolog Temukan Kota Emas Hilang di Mesir, Berusia 3.000 Tahun

Arkeolog Temukan Kota Emas Hilang di Mesir, Berusia 3.000 Tahun

Tekno | Senin, 12 April 2021 | 10:00 WIB

Wow! Arkeolog Temukan Artefak Berusia 9.000 Tahun Berkat Kelinci

Wow! Arkeolog Temukan Artefak Berusia 9.000 Tahun Berkat Kelinci

Tekno | Senin, 05 April 2021 | 06:30 WIB

Arkeolog Temukan Patung Banteng Berusia Sekitar 2.500 Tahun

Arkeolog Temukan Patung Banteng Berusia Sekitar 2.500 Tahun

Riau | Sabtu, 20 Maret 2021 | 20:47 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×