Ditemukan! Koin Emas Langka dari Periode Black Death

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 24 Juni 2021 | 14:30 WIB
Ditemukan! Koin Emas Langka dari Periode Black Death
Koin emas langka dari pertengahan abad ke-14. [Portable Antiquities Scheme]

Suara.com - Seorang detektor logam di Inggris menemukan dua koin emas langka yang berasal dari pertengahan abad ke-14, ketika wabah Black Death melanda negara itu.

Kedua koin tersebut menggambarkan Edward III, yang mencoba memperkenalkan koin emas ke Inggris mulai 1344.

Edward III mencoba memperbaiki masalah moneter di negara tersebut dengan memperkenalkan koin baru dari Juli 1344 hingga 1351, ketika koin baru lainnya dicetak.

Koin yang disebut "bangsawan emas" itu beratnya hampir 7,7 gram.

Detektor logam menemukan kedua koin emas di dekat Kota Reepham di Norfolk County pada Oktober 2019.

Tapi, para arkeolog baru sekarang selesai menganalisis koin tersebut.

Koin emas langka dari pertengahan abad ke-14. [Portable Antiquities Scheme]
Koin emas langka dari pertengahan abad ke-14. [Portable Antiquities Scheme]

Tim ahli memiliki dua kemungkinan bagaimana koin itu bisa terkubur di dalam tanah.

"Kemungkinan kedua koin terkubur pada saat yang sama, entah pemiliknya kehilangan dompet atau sengaja ditimbun sebagai harta karun tersembunyi," tulis Portable Antiquities Scheme (PAS).

Koin ditemukan dalam kondisi yang cukup baik dan hanya memiliki goresan kecil, kemungkinan disebabkan oleh aktivitas pertanian.

baca juga

Salah satu koin disebut sebagai koin macan tutul atau setengah florin dan memiliki kadar 96 persen emas murni atau sekitar 23 karat.

Penemuan koin macan tutul ini sangat langka karena tidak banyak jenis koin seperti ini yang dicetak dan hampir tidak ada yang selamat.

"Siapa pun orang yang memiliki dua koin itu, ia memiliki posisi yang tinggi di masyarakat," kata Helen Geake, petugas penghubung penemuan untuk PAS, dikutip dari Live Science, Kamis (24/6/2021).

Menurut para ahli, koin tersebut setara dengan 16.700 dolar AS atau sekitar Rp 242 juta jika diuangkan saat ini.

Fakta wabah Black Death. [HO/crossrail/AFP]
Fakta wabah Black Death. [HO/crossrail/AFP]

Temuan baru ini juga menunjukkan bahwa koin macan tutul beredar lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Virus Corona Belum Selesai, Kini Ditemukan Virus Bubonic pada Tupai

Wabah Virus Corona Belum Selesai, Kini Ditemukan Virus Bubonic pada Tupai

News | Selasa, 14 Juli 2020 | 13:28 WIB

Di Tengah Pandemi Covid-19, Wabah Pes Merebak di China

Di Tengah Pandemi Covid-19, Wabah Pes Merebak di China

News | Senin, 06 Juli 2020 | 14:20 WIB

Ilmuwan Sebut Wabah Terburuk dalam Sejarah, Tidak Separah Diperkirakan

Ilmuwan Sebut Wabah Terburuk dalam Sejarah, Tidak Separah Diperkirakan

Tekno | Jum'at, 08 Mei 2020 | 14:00 WIB

Pakai Kostum Black Death, Remaja Ini Diburu dan Ditegur Polisi

Pakai Kostum Black Death, Remaja Ini Diburu dan Ditegur Polisi

Tekno | Rabu, 06 Mei 2020 | 15:00 WIB

Berburu Harta Karun Majapahit di Proyek Tol Malang, Ada Koin Emas dan Guci

Berburu Harta Karun Majapahit di Proyek Tol Malang, Ada Koin Emas dan Guci

News | Senin, 11 Maret 2019 | 06:50 WIB

Ditemukan! Koin Emas Diduga Harta dari Perang Salib 900 Tahun Lalu

Ditemukan! Koin Emas Diduga Harta dari Perang Salib 900 Tahun Lalu

Tekno | Rabu, 05 Desember 2018 | 13:00 WIB

Terkini

Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports

Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 12:00 WIB

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:57 WIB

5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar

5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:28 WIB

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:15 WIB

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:15 WIB

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:50 WIB

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:30 WIB

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:12 WIB

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 07:50 WIB

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:53 WIB

×