Mahasiswa UGM Ubah Limbah Sarung Tangan Lateks Jadi Bahan Bakar Diesel

Liberty Jemadu Suara.Com
Selasa, 24 Agustus 2021 | 22:08 WIB
Mahasiswa UGM Ubah Limbah Sarung Tangan Lateks Jadi Bahan Bakar Diesel
Ilustrasi sarung tangan medis bekas. [Antara/Novrian Arbi]

Suara.com - Empat mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengolah limbah sarung tangan lateks menjadi bahan bakar diesel.

Empat mahasiswa itu yakni Mandrea Nora, Aditya Yuan Pramudyansyah, Rangga Indra Riwansyah, dan Nanda Tasqia Amaranti yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa- Riset Eksakta (PKM-RE) FMIPA UGM.

Ketua tim Mandrea Nora melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa (24/8/2021) mengatakan, inovasi itu berawal saat beberapa anggota tim diskusi mengenai permasalahan limbah medis akibat pandemi COVID-19, salah satunya sarung tangan lateks yang memiliki komposisi kimia utama yaitu Polimer Poliisoprena.

"Poliisoprena ini apabila dipirolisi nantinya akan menghasilkan senyawa hidrokarbon berupa Limonena. Limonena merupakan senyawa hidrokarbon dengan fraksi C10 yang memiliki potensi tinggi untuk diterapkan sebagai bahan bakar diesel," ujar Mandrea.

Sarung tangan lateks merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang biasa digunakan saat bekerja di laboratorium.

Selama pandemi COVID-19, sarung tangan lateks tidak hanya digunakan oleh orang yang bekerja di laboratorium, melainkan juga digunakan para tenaga medis beserta masyarakat umum.

Namun demikian, menurut dia, tanpa disadari keberadaan limbah sarung tangan lateks di saat pandemi mendatangkan dampak yang sangat besar bagi seluruh aspek kehidupan, salah satunya aspek lingkungan.

Ia menjelaskan proses pengolahan limbah sarung tangan lateks menjadi bahan bakar dilakukan dengan metode pirolisis.

Pirolisis sarung tangan lateks dilakukan pada suhu 350 derajat Celcius selama tiga jam sehingga didapatkan minyak hasil pirolisis.

Baca Juga: Mahasiswa UGM Ubah Pelepah Pisang Jadi Hidrogel, Berpotensi Jadi Bahan Popok

"Selanjutnya minyak hasil pirolisis dilakukan pemurnian melalui proses 'hydrocracking' sehingga didapatkan bahan bakar diesel," kata dia.

Untuk memastikan apakah bahan bakar yang dihasilkan tergolong ke dalam fraksi bahan bakar diesel, tim yang dibimbing Dosen Kimia FMIPA UGM Mokhammad Fajar Pradipta kemudian melakukan identifikasi senyawa dengan metode kromatografi gas-spektroskopi gas serta melakukan uji fisikokimia terhadap bahan bakar yang dihasilkan.

"Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan hasil uji pada bahan bakar diesel yang ada di pasaran," kata Mandrea.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI